Menegakkan Khilafah: Kewajiban Seluruh Kaum Muslim


Oleh Suryani

(Ibu Rumah Tangga)


Lenyapnya hukum Islam dari kehidupan umat, bukan berarti hukum tersebut hilang. Tetapi tetap menjadi kewajiban umat muslim untuk memperjuangkannya agar hukum tersebut tegak. Begitupun dengan hukum menegakkan khilafah.


Setelah keruntuhannya seratus tahun yang lalu, khilafah yang merupakan institusi Islam, kini seolah tidak pernah ada. Hari ini umat seolah lebih percaya diri dan bersemangat mempraktekkan ideologi dan sistem sekuler, baik Kapitalisme atau Sosialisme. Padahal kedua ideologi dan sistem selain Islam tersebut sangat bertentangan dengan Islam, dan tidak pernah sedikitpun disinggung oleh para ulama salaf. Umat menganggap keduanya lebih agung ketimbang ideologi dan sistem Islam. Padahal Nabi saw. bersabda yang Artinya: 

"Islam itu tinggi dan tidak ada yang setinggi Islam." (HR al-Bukhari)


Khilafah merupakan mahkota kewajiban, dan menempati pembahasan yang sangat penting di kalangan para ulama ahlus sunnah wal jamaah, Imam al-Qurtubi seorang ulama besar dari mazhab Maliki, ketika menafsirkan surah al-Baqarah mengatakan, "ayat ini merupakan dalil paling mendasar ketika mengangkat seorang imam atau khalifah yang wajib didengar, dan ditaati untuk menyatukan pendapat tentang kewajiban tersebut di kalangan umat Islam, maupun di kalangan ulama, kecuali apa yang diriwayatkan dari Al-Ahsam". (Al-Qurtubi, al-Jami' lil Ahkam al-Qur'an, 1/264-265). Al-Ahsam adalah salah satu tokoh muktazilah yang bernama asli Abu Bakar al-Ahsam. Dialah tokoh yang menentang kewajiban mendirikan Khilafah.


Jumhur ulama menyepakati tentang kewajiban menegakkan Khilafah, dan disebut sebagai mahkota kewajiban serta amal fardu paling agung. Umat bertanggung jawab besar untuk menegakkannya. Karena kemuliaan syariah Islam tidak mungkin tegak dan terlaksana tanpa institusi penerapannya, yakni Khilafah. Tanpa khilafah banyak hukum Islam semisal muamalah, 'uqubat (pidana), sosial, bahkan hukum ibadah pun yang tak bisa ditegakkan dan dijaga. Jangankan membela nyawa seorang muslim, menindak orang-orang yang mengabaikannya juga tidak bisa. 


Padahal sudah masyhur dalam kitab-kitab fikih adanya sanksi bagi orang-orang yang mengabaikan kewajiban ibadah.

Khilafah merupakan pelindung dan penjaga umat dari serangan musuh-musuh Allah. Penderitaan umat di Palestina, Syuriah dan Uyghur merupakan bukti lemahnya umat, tanpa institusi negara yang melindunginya. Saat ini negeri-negeri Islam dibelenggu Nation state dan Nasionalisme yang sempit, mereka membatasi diri dari menolong sesama muslim di luar batas negara dan Nasionalismenya.


Umat juga membutuhkan pembelaan dari penista dan perusak agama, karena saat ini beragam penistaan dan cacian begitu gencar ditujukan kepada ajaram Islam. Kasus penistaan oleh majalah Charlie Hebdo di Perancis, juga beragam penghinaan ajaran Islam di Tanah Air sering terjadi. Pelakunya tak satupun tersentuh hukum, sebaliknya dipandang sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dan dijamin oleh demokrasi.


Allah Swt. telah memberikan amanah pada umat ini selain menerapkan ajaran Islam, juga kewajiban menyebarkan Islam ke segenap bangsa di dunia, sampai mereka memeluk ajaran Islam atau tunduk di bawah kekuasaan Islam. Allah Swt. berfirman: 


"Kami tidak mengutus engkau melainkan untuk seluruh umat manusia, sebagai pembawa berita gembira, dan sebagai pemberi peringatan" . (TQS Saba [34]': 28)


Kewajiban ini telah dipraktikkan oleh Rasulullah saw. beliau mengutus para sahabat sebagai duta negara Islam kepada para raja dan kabilah-kabilah di luar Madinah. Hingga saat beliau wafat seluruh jazirah Arab telah berada dalam naungan Islam. Lalu aktivitas tersebut dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan khalifah-khalifah setelahnya hingga Islam mengusai 2/3 dunia.


Melihat begitu banyak dan jelas, pendapat para ulama tentang kewajiban menegakkan Khilafah bahkan mereka menyebutnya sebagai mahkota kewajiban, semestinya tidak ada alasan bagi umat untuk menghindar dari kewajiban tersebut. Apalagi dengan argumen kesepakatan sejumlah orang. Apakah bisa kesepakatan sejumlah orang mengalahkan hukum syariah yang wajib ditunaikan dan telah dipahami serta dijelaskan sedemikian terang oleh para ulama salafus-shalih?


Demikian pula terabaikannya hukum Islam, maraknya penistaan agama dan kezaliman yang terus- menerus ditimpakan pada umat, semestinya semua itu dapat menumbuhkan kesadaran bahwa hari ini tidak ada yang melindungi umat dan menegakkan Islam. Kerusakan umat hari ini hanya bisa diobati dengan apa yang dulu pernah menyelamatkan umat manusia. Yakni syariah Islam yang diterapkan oleh institusi Khilafah. Bukan dengan aturan dan sistem kehidupan lain yang bukan dari Islam.


Wallahu a'lam bish- Shawwab.