Oleh Nabila Zidane
(Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

Paminal Mabes Polri dan Provost Polda Jatim memeriksa beberapa anggota polisi yang berdinas di wilayah Jawa Timur. Aparat menduga mereka menerima setoran uang dari seorang bandar narkoba.

Dugaan itu setelah ada pengakuan dari seorang bandar narkoba bernama M  Ali Usman yang mengaku menyetorkan uang ke beberapa polisi.

Setoran yang diberikan dari Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta per bulan. Penyerahan uang tersebut biasa dilakukan di parkiran sekitar Pegirian. (regional.kompas.com, 10/3/2021)

Astaghfirullah kasus narkoba dari dulu hingga sekarang tak pernah ada habisnya, 'mati satu tumbuh seribu' seperti itu kira-kira slogannya.

Menurut bnn.go.id, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.

Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 ibukota provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.

Itu yang terdata, bagaimana yang tidak terdata? Pastinya jauh lebih besar lagi. Lalu mengapa sasaran mereka adalah para pemuda?

Pemuda yang menjadi sasaran empuk dalam bisnis narkoba. Indonesia termasuk negara favorit yang menjadi sasaran penyelundupan narkoba sindikat internasional. Kenapa? Karena pemuda mempunyai potensi untuk  dijadikan pelanggan jangka panjang. Misalkan aja mulai pakai narkoba di usia 15 tahun, maka efek adiktif dari narkoba akan membuat mereka untuk terus-menerus menggunakan narkoba sampai usia tua.

Dampak bahaya seperti halusinasi, dehidrasi menurunnya tingkat kesadaran hingga kematian pun tidak membuat mereka takut mengkonsumsi narkoba. Buktinya, meskipun banyak ditangkap tapi kasus narkoba ada lagi dan ada lagi. Dan yang mengejutkan adanya berita oknum aparat terlibat dalam lingkaran distribusi narkoba baik ikut menjual ataupun menjadi backing para bandar narkoba sudah bukan berita asing lagi. Jika begini sampai kapan kasus narkoba bisa dibasmi tuntas?

Kapitalisme Menyuburkan Narkoba

Diterapkannya sistem kapitalis di negeri ini semakin membuat manusia sulit meninggalkan apapun yang berbau uang. Bisnis narkoba konon kabarnya sangat menggiurkan dan mendatangkan pundi-pundi uang. Maka di negara yang tidak menerapkan aturan Islam ini bisnis harampun akan dijalankan. Tidak ada lagi yang namanya halal dan haram. Kerakusan akan materi membuat mereka berani mengabaikan aturan Islam.

Melaui sistem pendidikan sekuler secara pelan-pelan pemudanya dijauhkan dari syariat Islam. Pada akhirnya mereka 'bodo amat' alias cuek dengan aturan Islam. Menjadi pemuda yang mudah terjerumus pada pergaulan bebas dan terseret arus untuk ikutan pakai narkoba. Ada juga yang akhirnya bermental lemah dan tidak mengerti lagi solusi ketika sedang menghadapi masalah.

Keruhnya pemikiran para milenial hari ini membuat mereka mengambil narkoba untuk lari dari masalahnya. Tidak ada takut-takutnya dengan hukuman berat yang menanti di akhirat kelak.

Islam Menjaga Akal Manusia

Berbeda dengan kapitalisme, Islam sangat tegas dalam menetapkan hukum memakai narkoba. Ulamapun sepakat akan keharaman narkoba. Karena narkoba termasuk zat yang memabukkan dan hukumnya haram.

Rasulullah saw. bersabda,  "Setiap yang memabukkan itu haram."
(Hadis Muttafaqun 'alaih)

Narkoba bisa merusak akal dan jiwa. Bagaimana bisa memahami Islam jika akalnya rusak. Haram hukumnya melakukan perbuatan yang merusak jiwa secara sengaja. Seperti yang tercantum pada hadis nabi berikut,

Dari Abu Hurairah Nabi saw. bersabda,  "Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga dia mati, maka dia di neraka jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di gunung dalam neraka itu, ia kekal selama-lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati, maka racun itu tetap di tangannya dan ia menenggaknya di dalam neraka jahanam dalam keadaan kekal selama-lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada di tangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka jahannam dalam keadaan kekal selama-lamanya."
(HR Bukhari)

Maka dari itulah, sangatlah penting bagi negara untuk menyediakan pendidikan cuma-cuma kepada rakyatnya supaya generasi mudanya paham mana yang baik dan buruk untuk dirinya serta konsekuensi jika melakukan pelanggaran.

Islam juga akan menghilangkan peredaran barang-barang haram ditengah masyarakat hingga tuntas ke akar-akarnya. Penjual, pengedar dan pemakainyapun juga akan mendapatkan sanksi tegas dalam Islam. Tentunya sanksi dalam Islam berlaku adil (tidak pilih-pilih), semua yang melanggar akan dikenai sanksi.

Dalam Islam, kasus narkoba akan dikenai sanksi ta'zir yang jenis dan kadar hukumannya ditentukan oleh  Qadhi, misalkan dengan dipenjara, dicambuk atau bisa hukuman lainnya.

Karena itu masalah narkoba hanya bisa disirnakan dengan tuntas ketika syariat Islam diterapkan secara total dalam mengatur kehidupan dan hal ini hanya mungkin terwujud dengan tegaknya khilafah islamiyah.

Langkah yang harus diambil para pemuda adalah segera bergabung dengan kelompok Islam ideologis. Karena di sanalah para pemuda akan dibina tentang Islam, tentang kewajiban berdakwah dan berjuang bersama-sama untuk mengembalikan khilafah. Say No to Narkoba
Wallahu a'lam bishawwab

 
Top