Hijab Jadi Sorotan Dunia, Padahal Hijab adalah Bukti Takwa


Oleh Umi Rizkyi

(Komunitas Setajam Pena)


Dalam berbagai kesempatan dan keadaan kembali lagi terulang dan terulang lagi. Semakin menunjukkan diskriminasi dan berbagai tindakan yang membuat sedih, menderita bahkan sengsara bagi kaum muslim. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini tersebar kabar tentang pelarangan hijab di berbagai negara di dunia.

Adapun negara-negara yang melakukan tindakan melarang seorang muslimah berhijab. Tidak hanya satu atau dua negara yang melarang muslimah mengenakan hijab, namun belasan negara di dunia.  Antara lain, Belanda, Italia, Rusia, Tunisia, Jerman, Turki, Belgia, Perancis, Suriah, Spanyol dan Australia. Berdasarkan data yang dilansir oleh Citizen6.com (13/01/2015).

Hal ini pun terjadi lagi di tahun 2021 ini. Jika kita amati saat ini semua negara dan seluruh pelosok dunia meniscaya kebebasan. Termasuk kebebasan beragama, berperilaku, beribadah, berekspresi dan lain-lain. Jika demikian, hendaknya juga membiarkan seorang muslimah untuk berhijab. Karena berhijab bagi seorang muslimah adalah ibadah yang hukumnya wajib. Sebagaimana salat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, taat kepada Allah, orang tua, suami merupakan ibadah bagi seorang muslimah.

Seperti perintah Allah yang terdapat pada Al-Qur'an surah al-Ahzab ayat 59 yang artinya, "Wahai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaknya mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun dan maha penyayang.

Demikian pula perintah Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an surat an-Nur ayat 31 yang artinya, "Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya (aurat).

Dengan demikian, maka berhijab hendaknya mendapatkan peluang dan ruang yang sama dengan agama lain (selain Islam), karena merupakan kebebasan beribadah dalam agama yang ia anut. Kebebasan berekspresi (bahwasanya seorang muslimah itu berhijab merupakan identitas yang nampak bagi seorang muslimah.

Seperti yang kita pahami bahwasanya jika kita mengaku sebagai seorang muslim, hendaknya kita menaati seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Termasuk berhijab hukumnya adalah wajib. Jika dilakukan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa.

Oleh karena itu, apa pun yang terjadi dan bagaimana pun keadaan kita hendaknya tetap berusaha taat dan patuh kepada Allah Swt. Karena sesungguhnya, dunia ini hanya sementara. Tempat kita untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi kehidupan yang kekal kelak yaitu kehidupan di akhirat kelak.

Tak lain dan tak bukan tujuan tempat terbaik kita nanti adalah di surga-Nya. Maka dari itu mari kita gunakan kesempatan kita di dunia ini selalu melakukan kebaikan. Taat kepada Allah, meneladani Rasulullah saw. dan melakukan segala sesuatu karena ingin meraih rida Allah Swt. semata. Bukan karena fashion, tren, atau orang lain, dan sebagainya.

Semoga kita mampu menjalankan perintah Allah ini. Bagi yang sudah berhijab semoga istiqomah dan bagi yang belum berhijab semoga diberikan hidayah oleh Allah sehingga bisa menaati perintah Allah ini. Sehingga kita bisa meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.