Oleh: Lia Septianti



Kita tahu pasti

Hati seseorang tak bisa kita amati 

Tapi terkadang kita lupa

Bertindak dengan panduan duga


Sahabat yang tidak bersedekah 

Kita tuduh hatinya lemah

Berat berkorban harta

Padahal hidupnya serba ada


Kawan yang tak berpuasa

Kita tuduh betapa manja

Tak mampu menahan lapar dahaga 

Padahal tubuhnya tak ada sakit yang dirasa


Teman yang tak shalat Sunnah

Rekan kerja yang minim tilawah

Tetangga yang tak ke masjid tuk berjamaah

Semua dipandang rendah 


Ternyata

Mereka yang kita pandang sebelah mata

Bisa jadi lebih dulu ke Surga

Kenapa sibuk dengan duga dan cela

Sementara kita pun berlumur dosa


Pintu surga tak berbilang jumlahnya

Apa jaminan kita bisa lewat salah satunya


Lebih baik banyak berkaca

Dan sibuk menghitung dosa

Hisab diri sebelum dihisab nanti

Tak ada waktu menilai kanan kiri


Bogor, 1032021

 
Top