Oleh Dewi Humairah

(Aktivis Muslimah Millenial dan Member AMK)


Sudah hampir setahun pandemi ini belum juga berakhir. Semakin hari semakin bertambah parah. Seperti tak ada solusi yang tuntas yang ada malah menambah kasus baru.

Varian baru Covid-19 terus bermunculan. Seperti yang diduga memicu lonjakan kasus di wilayah Amazon Brasil muncul di Minnesota. Kemudian varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan sudah muncul di Carolina Selatan dan Marylan.

Maraknya varian baru yang terus bermunculan di banyak negara bukan hal yang mengejutkan bagi para ilmuwan. Bagaimanapun, semua jenis virus termasuk corona SARS-CoV-2 selalu berubah dan berkembang. Ditambah lagi penyebaran virus yang tidak bisa dikendalikan di seluruh dunia membuat virus memiliki banyak kesempatan untuk bermutasi.

Setidaknya ada empat varian baru yang sangat mengkhawatirkan.

1. Varian B.1.17

Daftar pertama varian baru yang paling mengkhawatirkan bagi peneliti AS adalah varian B.1.1.7 yang pertama kali dikonfirmasi di Inggris. Adanya varian B.1.1.7 yang masuk Indonesia juga membuat masyarakat khawatir karena virus tersebut termasuk virus yang lebih cepat penularannya.

Perubahan yang mengkhawatirkan dari varian B.1.1.7 adalah lonjakan protein spike yang ada pada permukaan virus (berupa paku-paku di permukaan dan menjadi pintu masuk virus ke sel) lebih mudah menempel di sel. 

"Varian yang telah diidentifikasi baru-baru ini tampaknya menyebar dengan lebih mudah. Varian tersebut lebih mudah menular yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah kasus dan peningkatan tekanan pada sistem kesehatan yang sudah kelebihan beban," ujar Dr. Rochelle Walensky, direktur baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dilansir CNN Kamis (11/2/2021).

2. Varian B.1.351

Varian yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan dikenal sebagai B.1.351 atau 501Y.V2. Menurut Organisadsi Kesehatan Dunia (WHO), varian ini sudah menyebar ke lebih 30 negara lain. Varian B.1.351 memiliki pola mutasi berbeda yang menyebabkan lebih banyak perubahan fisik pada struktur protein lonjakan (spike protein) daripada yang terjadi pada B.1.1.7.

3. Varian P.1

Varian yang diduga memicu kebangkitan penyebaran virus di Brasil muncul di Minnesto untuk pertama kalinya pada Januari. Varian ini disebut P.1 karena ditemukan 42 persen spesimen dalam satu survei yang dilakukan di kota Manaus di Brasil dan pejabat Jepang menemukan varian tersebut pada empat pelancong dari Brasil.

4. Varian L452R

Terakhir ada varian yang terlihat di California serta puluhan negara bagian AS lainnya.

"Kami belum tahu banyak tentang yang satu ini," kata Armstrong. (Detik.com 4/3/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tak khawatir dengan keberadaan mutasi virus corona B.1.1.7 yang sudah terdeteksi masuk ke Indonesia. Ia mengklaim varian virus ini tak lebih berbahaya dari sebelumnya. Diketahui varian virus B.1.1.7 dibawa dua warga Karawang, Jawa Barat yang merupakan pekerja migran Indonesia.

"Bapak, Ibu saudara-saudara sebangsa, setanah air. Saya menghimbau bapak-ibu, saudara semuanya untuk tidak perlu khawatir karena ditemukannya dua kasus positif Covid-19 dengan mutasi virus dari Inggris atau B.1.1.7," kata Jokowi dalam video yang diunggah kanal Youtube Sekretarian Presiden, Kamis (4/3).

Bagaimana mungkin masyarakat tidak khawatir sedangkan virus corona semakin menyebar dan semakin berkembang. Sejak awal para ilmuwan mengingatkan agar serius menangani virus tersebut sebelum masuk ke Indonesia tapi nyatanya diabaikan.

Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin rendah bahkan tidak ada lagi rasa percaya pada penguasa saat ini akibat kinerja buruk dalam mengatasi virus.

Penyebab ini semua adalah karena abainya penguasa terhadap masalah yang terjadi termasuk virus ini. Jika saja penguasa benar-benar serius menanganinya dan cepat dalam bertindak tak mungkin ini semua terjadi.

Kapitalis membuat semuanya hancur sehancurnya. Lebih mementingkan ekonomi daripada nyawa rakyat. Inilah wajah asli kapitalis. Bagi kapitalis dunia adalah segala-galanya. Membuat manusia jadi budaknya dunia.

Berbeda dengan Islam. Islam adalah agama sempurna dan menyeluruh. Mengatur seluruh kehidupan ini dengan syariat yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta kehidupan. Islam selalu punya solusi atas setiap masalah.

Virus yang terjadi saat ini tentu bisa diatasi ketika aturannya adalah Islam. Karena dulu di masa peradaban Islam pernah mengalami hal yang serupa penanganannya pun begitu cepat. Saat virus muncul harusnya segera ada tindakan lockdown. Lockdown di sini tentunya bukan secara menyeluruh akan tetapi hanya daerah yang terkena wabah.

Daerah yang terkena wabah akan dikirimkan tenaga medis yang ahli dan profesional. Semua kebutuhan akan dipenuhi baik para medis maupun yang para pasien yang kena virus. Mereka juga diminta untuk selalu bersabar atas musibah yang menimpa dan meminta ampun atas segala dosa.

Di luar daerah yang tidak terkena wabah tetap bisa beraktivitas seperti biasa, sehingga semua bisa berjalan normal tidak seperti sekarang lumpuh total. 

Islam juga menjamin negara akan benar-benar melakukan usaha yang maksimal dan pastinya akan mendapat dukungan penuh oleh rakyat. 

Begitu luar biasanya Islam dalam menangani masalah. Karena memang hanya Islam yang bisa memberikan solusi hingga tuntas. Nyawa rakyat benar-benar dijaga dalam Islam. 

Saatnya kembali pada aturan yang seharusnya dijadikan pedoman hidup yakni sistem Islam. Sistem terbaik melahirkan manusia terbaik. Meraih predikat sebagai khoiru ummah.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top