Oleh : TatiRistianti 


Penyebaran Covid-19 terus meningkat, dampaknya pun terus dirasakan oleh berbagai sektor terutama di Kabupaten Bandung. Karena itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi meminta Pemerintah Kabupaten Bandung fokus untuk menghasilkan program-program yang penting dan mendesak.

Fahmi berharap, semua disusun dengan visi yang terarah, dengan program yang terukur, untuk fokus mengentaskan kemiskinan, dan juga masalah pendidikan, kesehatan hingga penanggulangan banjir, dan meminta pemerintah untuk terus memberikan bantuan sosial, kepada rakyat miskin tentu dengan basis data yang baik agar tepat sasaran.

“Termasuk juga mungkin perlu digalakkan program-program padat karya, program-program pelatihan untuk meningkatkan skill tenaga kerja, penanggulangan pengangguran sebaiknya dilakukan lebih sektoral. Artinya kegiatan pelatihan skill tenaga kerja cukup dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan." Tutur fahmi saat dihubungi lewat telepon. (dara.co.id, 22/1/2021)

Hari ini dunia seakan mencari solusi, para politisi, ekonom dan ideolog  di berbagai media digambarkan sedang mencari solusi yang kredibel tanpa mengubah kerusakan sistem kapitalisme dalam menjaga jiwa dan harta rakyat. Para ideolog sekuler sejatinya sudah putus asa dalam menambal sulam lapisan busuk sistem kapitalisme, mereka menyembunyikannya, agar orang-orang tidak menolak kapitalisme secara massal.

Rezim sekuler sejatinya tidak memiliki visi jangka panjang untuk membangun politik, ekonomi, infrastruktur, serta sistem kesehatan untuk menanggulangi banjir, untuk menyelamatkan banyak orang dari wabah. Mereka malah membuat kebijakan jangka pendek yang tidak tepat sasaran, berharap pada rezim saat ini ibarat mimpi di siang bolong, mustahil terjadi sebab hanya terfokus pada agenda kolonial di dalam negeri. Visi untuk membebaskan rakyat dari penderitaan tidak ada dalam visi rezim pengekor.

Sudah saatnya kita berpikir terbuka untuk menemukan seperti apa negara yang ideal bagi negeri ini, yang memiliki visi jangka panjang jangka pendek. Khilafah adalah satu-satunya yang seluruh syariah Islam diterapkan secara kafah. Untuk visi jangka panjang, khilafah juga mengantisipasi terhadap segala bencana yang mungkin terjadi di seluruh wilayahnya, Negara proaktif mengecek bangunan-bangunan publik agar tahan gempa, bebas banjir aman dari kebakaran dan bencana-bencana lainnya, di dalamnya ada rakyatnya yang terus dibimbing untuk selalu peduli dan tanggap bencana.

Untuk menjaga kehidupan menjadi kewajiban negara, dengan sistem ekonomi, negara menjamin setiap penduduk bebas dari kelaparan, dengan sistem kesehatan, negara melindungi rakyat dari ancaman penyakit, dengan Qadhi Hisbah juga mengawasi agar pangan yang berada hanya yang halal dan thayyib. Begitu juga dengan anak yatim, kaum lansia, penyandang diffabilitas, serta duafa dan fakir miskin, semua dipastikan kehidupan dan keamanannya agar tidak terlantar. Pelayanan terhadap rakyat bersikap proaktif, cepat tanggap tidak menunggu laporan atau keluhan.

Negara selalu hadir dalam segala kondisi. Inilah gambaran Negara Islam yang dipimpin oleh satu kepemimpinan yaitu seorang khalifah dan inilah gambaran yang harus kita perjuangkan untuk mewujudkannya kembali, yang mengatur seluruh masalah manusia oleh sumber utamanya Al-Qur'an dan as-Sunnah, "Dan Kami turunkan kepada kamu Kitab ini untuk menerangkan semua perkara." (TQS. an-Nahl : 3)

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top