Syariah Fobia Proyek Pendangkalan Aqidah Umat

 


Oleh: Maretika Handrayani, S. P

Pemerhati Masalah Sosial


Lompatan-lompatan kebijakan dalam dunia pendidikan telah membawa pergeseran signifikan bagi kualitas generasi kita ke arah perusakan. Dengan alasan hak setiap siswa, pemerintah justru mengeluarkan peraturan yang bertentangan dengan tujuan Pendidikan untuk mencipta insan bertakwa. Sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri yang menyatakan bahwa Pemda maupun sekolah tidak diwajibkan untuk memperbolehkan atau melarang murid menggunakan seragam beratribut agama.


Alih-alih mendidik menaati agama, rezim hari ini malah mendorong kebebasan berperilaku yang menjadi cikal bakal lahirnya beragam problem remaja. Di tengah himpitan problem pendidikan yang mendera bangsa yang gagal diselesaikan, kebijakan ini jelas tak tepat sasaran dan menegaskan bahwa rezim sekuler telah menderita Syariah Fobia.


Syariah Fobia adalah saudara kandung Islamophobia. Ia adalah produk peradaban barat yang telah berhasil meneror negeri-negeri Muslim. Para pembenci Islam semakin meradang dan menampakkan kesungguhannya untuk menghadang kebangkitan Islam dan kembalinya peradaban Islam dalam kehidupan. Mirisnya produk impor ini dilegalisasikan masuk ke dunia pendidikan sejalan dengan asas sistem negara hari ini yang berdasarkan sekulerisme yakni pemisahan agama dari kehidupan.


Di sisi lain, sikap pemerintah yang sekedar mengikuti arus global dan sistem pendidikan nasional yang miskin visi hanya mengarahkan penciptaan kapasitas peserta didik untuk memenuhi kebutuhan pasar atau industry namun jauh dari nilai agama. Akibatnya pendidikan yang hanya berorientasi memenuhi kebutuhan industri dan pasar. Fungsi pendidikan yang menanamkan nilai di tengah masyarakat menjadi tereduksi.


Hal itu bertolak belakang dengan Islam. Sistem Pendidikan Islam mengarahkan dan membentuk para mahasiswa agar memiliki kepribadian Islam dan juga trampil dalam sains dan teknologi sehingga dapat memberi sumbangsih besar membangun peradaban mulia. Landasan pendidikan Islam adalah penanaman akidah Islamiyyah dan ketakwaan, bukan malah dijauhkan dari syariat Islam seperti hari ini. Dengan modal awal ini maka seorang pelajar akan paham tujuan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Dia juga yakin akan adanya penghisaban atas segala amal perbuatan di dunia. Sehingga dia tidak akan gegabah apalagi berbuat kemungkaran selama hidupnya.


Sejarah telah membuktikan peradaban Islam yakni Khilafah Islamiyyah berhasil mencetak ‘alim ulama dan cendekiawan sekaligus. Di tangan intelektual Islam inilah lahir ribuan penemuan-penemuan ilmiah yang masyhur menjadi peletak dasar pertama semua bidang ilmu yang dibutuhkan manusia, baru kemudian dikembangkan barat. Tidak hanya cemerlang dengan keilmuannya, generasi Khilafah pula terkenal dengan adab dan akhlaknya yang terpuji. Sebuah prestasi gemilang yang tak mampu ditandingi oleh peradaban manapun. Maka sudah selayaknya umat merindukan lahirnya peradaban Khilafah. Bukan hanya mencita-citakannya saja tapi tentu dengan bersungguh-sungguh memperjuangkannya. Allahu a’lam bishshowab