Oleh Nisa Rahmi Fadhillah

(Member AMK)


Banjir merupakan kejadian alam yang sering terjadi. Awal tahun 2021 disambut oleh banjir di berbagai daerah Indonesia. Semarang merupakan salah satu kota yang mengalami banjir. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan BMKG sudah memperkirakan adanya hujan lebat di Semarang mencapai 171 milimeter, dampak dari siklus hujan lebat 50 tahunan. Banjir berasal dari luapan Kali Beringin Mangkang dan Kali Plumbon Kaligawe dan pada saat yang bersamaan, air pasang tingginya mencapai 1.4 meter (Sindonews, 07/02/21). Gubernur Jawa Tengah pun menemukan 2 dari 3 pompa penyedot banjir di Semarang tak berfungsi optimal lantaran permasalahan administratif. (CNNIndonesia, 07/02/21)

Dan banjir tahunan pun dialami di daerah Tempurejo, Puger dan Bangsalsari, Jember. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim pun menjelaskan daerah tersebut sudah mengalami permasalahan banjir selama 10 tahun lebih dan tidak ada perubahan yang terjadi ketika melakukan proses mengatasi banjir, karena sungai hanya dinormalisasi atau dikeruk yang bersifat sementara. (Lenteratoday, 17/01/21)

Dan masih banyak lagi daerah yang mengalami banjir tahunan. Entah sampai kapan ini semua akan berakhir, karena dalam sistem kapitalisme pengelolaan pembangunan hanya memikirkan untung dan rugi. Meraka berpikir bagaimana cara mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan modal sedikit serta tidak memprioritaskan keselamatan rakyat.

Dalam Islam, pembangunan tata kota akan terus diperhatikan dengan memikirkan keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Pembiayaan pembangunan dalam Islam berasal dari baitulmal yang sudah disiapkan untuk memperbaiki infrastruktur negara tanpa memungut biaya dari rakyat. Jika tidak memiliki dana dalam seperti itu, maka negara akan mendorong partisipasi publik untuk berinfak. Kawasan yang menjadi resapan tidak boleh menjadi tempat pemukiman yang dapat merusak fungsinya. Ketika tata ruang dan kotanya buruk akan mengakibatkan lingkungan rusak yang akan membawa bencana bagi rakyatnya. Nauzubillah.

Ini semua akan terealisasi, jika Islam diterapkan secara menyeluruh dalam satu institusi. 

Wallahu a’lam bishshawab.

 
Top