Rinduku Padamu


Oleh Ummu Athifa

(Ibu Rumah Tangga dan Penulis)


Tak terasa sudah 100 tahun umat Islam kehilangan ibunya. Bagaikan seorang anak yang tak tentu arah dalam mengarungi jalan kehidupan. Itulah umat Islam saat ini, banyak persoalan yang menimpa, namun tak kunjung tuntas. 

Ditambah umat Islam pun tidak lagi memiliki kemuliaan, kehormatan, keamanan, dan keselamatan di mata dunia. Dulu, umat Islam disatukan dengan satu kepemimpinan yang kokoh, namun kini telah terbagi menjadi lebih dari lima puluh entitas kecil dan lemah. 

Problematika yang kini dihadapi sudah sangat menyayat hati umat Islam. Seperti banyaknya perselisihin antar sesama umat muslim, sehingga pembunuhan terjadi di mana-mana. Ditambah angka kemiskinan semakin meningkat setiap tahunnya, dan kebodohan telah menjadi cerita di tengah-tengah kehidupan umat muslim. 

Selain itu, dalam aktivitas perpolitikan, para penguasa muslim begitu tunduk dan patuh terhadap aturan yang berlaku di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Maka, hilanglah kekuasaan dan keputusan politiknya secara tidak langsung. Lebih lagi kebijakannya selalu mengikuti kebijakan Barat, sehingga tak terlihat lagi kekuatan kepemimpinannya. 

Kemudian, dari sisi pergaulan pun umat Islam sudah terperosok. Dalih mengikuti tren masa kini, malahan menjadikan budaya Barat sebagai teladan dalam perilakunya. Seperti one night stand, kencan satu malam antara laki-laki dan wanita yang akhirnya melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan. 

Akibatnya, banyak kasus aborsi dan penyakit kelamin. Belum lagi, kasus perselingkuhan, perceraian terus meningkat pada keluarga muslim. Ditambah lagi maraknya pelaku LGBT di kalangan anak-anak muda, bahkan orang dewasa sekalipun. 

Ini semua diakibatkan tak lain karena dicampakkannya hukum-hukum Islam. Hukum Islam mulai ditinggalkan semenjak runtuhnya khilafah pada tahun 1924 M. Dari sanalah, umat Islam tak lagi memiliki pelindung dan perisai bagi seluruh problematikanya. 

Maka, sudah saatnya umat kembali bangkit dan tersadarkan akan pentingnya memperjuangkan dakwah Islam. Sebagai seorang muslim tentu akan dituntut menaati hukum-hukum Allah Swt. Karena hadirnya Islam pasti akan membawa rahmat dan keberkahan bagi seluruh umat manusia, tak hanya muslim saja. 

Ya, Islam bukanlah hanya sekadar agama ritual, namun suatu ideologi yang memiliki aturan sempurna dan paripurna. Sebab, konsekuensi dari keimanan adalah taat pada aturan Allah Swt. Seperti dalam surat an-Nisa ayat 65, Allah Swt. sampai bersumpah menyatakan manusia belum beriman sampai mereka berhukum pada apa yang dibawa Rasulullah yakni syariat Islam.

Kini, tugas kita sebagai pengemban dakwah adalah mengajak umat bersama-sama memperjuangkan syariat Islam tegak di dunia. Karena dengan umat tersadarkan, maka dunia ini akan kembali berkah serta mencampakkan hukum yang rusak dan cacat. 

Betapa tidak, sungguh umat manusia sangat merindukan kesejahteraan dan ketentraman. Merindukan bersatunya seluruh umat manusia tanpa melihat ras, budaya, dan bahasa. Saling bahu-membahu menyelesaikan persoalan tanpa ada sekat pembatas. Hanya dengan sistem Islamlah umat Islam dan seluruhnya mendapatkan kemuliaan. 

Wallahu a'lam bishshawab.