Oleh Hasna Mutaqiyah

(Member Sekolah Srikandi)


Sejatinya sahabat adalah mereka yang selalu mengingatkan kita dalam keadaan apa pun dan mengajak kita kebaikan serta tanpa segan mengingatkan kesalahan kita.

Ketika kita mempunyai sahabat yang salehah, ia akan selalu membenarkan dan menasehati kita apabila kita salah.

Tetapi beda halnya jika kita tidak memilih yang tidak bisa mengingatkan kita apabila kita salah.

Mungkin ia hanya ingin bersenang-senang saja atau mengajak kita dalam hal-hal yang tidak bermanfaat.

Sebuah ungkapan Arab Berbunyi:

ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ

“Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka”

“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu".

Sahabat yang salehah juga akan selalu mendoakan sahabatnya karena apabila ia mendoakan sahabatnya, sedangkan sahabatnya tidak mengetahui, maka malaikat juga meng-amin-kan doa tersebut sambil mendoakan bagi yang berdoa tadi, artinya orang yang mendoakan juga mendapatkan apa yang ia doakan kepada saudaranya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim, no. 2733)

Sahabat yang sejati juga tidak akan mengkhianati kita. Untuk itu sebaiknya kita semua mencari sahabat yang benar-benar selalu ada untuk kita dalam hal apa pun dan mengingatkan kita apabila kita melakukan kesalahan.

Dan sahabat yang baik adalah cerminan untuk diri kita sendiri. Jika kita berteman dengan sahabat yang memakai pakaian yang sesuai dengan syariat Islam.

Seperti contohnya memakai gamis, memakai khimar yang menutupi dada, memakai kaus kaki. Dan menutupi semua aurat, dengan begitu kita pun akan terbawa mengikuti pakaian yang ia pakai.

Beda halnya jika kita mengikuti sahabat yang mengumbar-umbar auratnya, mungkin kita juga akan terbawa mengikuti pakaian yang ia pakai. Naudzubillah.

Jangan sampai ya, sahabat semua kita seperti itu. Itulah pentingnya kita mencari sahabat yang benar-benar ingin bersama masuk ke surga Allah Swt.

Semoga kita semua mendapatkan sahabat yang bisa menjadi cerminan diri kita. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

 
Top