Pendidikan Islam adalah Fondasi Terbaik untuk Menciptakan Generasi dan Mencegah Kekerasan


Oleh : Yuliana AmbarWati


Anak merupakan amanah atau titipan Allah Swt. kepada kedua orang tua yang kelak akan menjadi pewaris, penerus, juga pelurus. Namun bagaimana jadinya bila peran anak sudah rusak?  Bagaimana ia bisa menjadi generasi penerus bahkan pelurus? Apa sebab peran anak itu rusak? Siapa yang paling berpengaruh dalam  mengasuh, dan mendidiknya?

Banyak sekali penyebab rusaknya anak, tak bisa menyalahkan siapapun selain orang yang diberikan kepercayaan yaitu orang tua, orang yang paling berpengaruh dalam kehidupannya.

Dilansir dari media jabarekspres.com, 30/12/2020, kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Kabupaten Bandung masih terbilang tinggi. Sepanjang 2020 terdapat sebanyak 64 kasus. Hal itu dikatakan Kepala Dinas P2KBP3A, Muhammad Hairun.

Tentunya sangat menyayangkan sekali dimana hal yang buruk terjadi, apalagi anak-anaklah yang menjadi korbannya, dimana seharusnya mereka mendapatkan kasih sayang, pendidikan yang baik dan bermoral, namun harus rusak. Lalu siapa yang akan menjadi generasi penerus bangsa? Padahal sebetulnya banyak sekali dampak pada kekerasan terhadap anak, tidak hanya merugikan sang anak namun orang tua, keluarga juga ikut terseret dampak anak yang selalu diperlakukan tidak baik, terutama anak perempuan.

Peran orang tualah yang sangat berpengaruh terhadap pengasuhan dan pendidikan anak.

Di tangan orang tua yang bermutulah anak-anak cerdas akan tumbuh.

Di tangan orang tua Qurani lah anak-anak saleh akan tumbuh. Terutama ibu, ibulah yang seharusnya menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, mengajarkan kebaikan-kebaikan.

Sungguh sangat disayangkan wahai para orang tua, anak adalah anugerah yang seharusnya kita jaga dengan sebaik-baiknya, yang pastinya kelak akan diminta pertanggungjawaban. Bila sekarang anak diperlakukan tidak baik akan bagaimana nasibnya kelak, bagaimana ia bisa menjadi investasi akhirat kita. Betul sekali, anak itu bak  kertas putih kosong yang bisa dihiasi dengan coretan atau tulisan, baik yang indah maupun sebaliknya dan semua itu tergantung bagaimana orang tua berperan dalam mengasuhnya.

Dan apa pun itu sebabnya kekerasan pada anak bukanlah jalan yang terbaik, anak bukan tempat untuk melampiaskan kemarahan wahai para orang tua. Tapi anaklah yang harus menjadi pondasi agar para orang tua terus bersemangat dalam menjalankan perannya.

Perlu disadari mungkin ayah atau bunda adalah orang yang paling beruntung dibandingkan dengan orang tua, keluarga di luar sana yang mendambakan kehadiran anak sebagai pelengkap dalam kehidupannya sudah melakukan berbagai cara, namun Allah belum berikan hingga saat ini.

Ayah ... Bunda ... 

Konsisten dalam menerapkan prinsip pola asuh anak memang tak semudah yang dibayangkan mengingat semua memiliki keterbatasan terutama jika tidak dibarengi dengan kesabaran dan keikhlasan hancur sudah. Oleh karena itu pendidikan Islamlah pondasi terbaik untuk menciptakan generasi yang bukan sekadar pewaris, penerus tapi juga mampu menjadi generasi pelurus terutama di masa seperti ini masa dimana Islam mulai diasingkan. Islam mengajarkan segala aspek terbaik dalam memberikan pengasuhan terhadap anak tentunya berdasar Qur'an dan hadis. Siapa lagi yang bisa menjadi investasi akhirat kita selain anak dan keturunan kita nanti. Tidak hanya usaha saja, namun doa juga perlu karena sejatinya Allah lah yang Maha Menghendaki segala sesuatu.

Banyak sekali doa untuk memohon agar diberi anak juga keturunan yang baik dalam Qur'an dan jangan lupa dibaca di penghujung salat.

  رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ