Mengembalikan Fungsi Pendidikan Yang Benar



Oleh : F Kurnia Amd.Kep


Robert L. Gullick Jr. dalam  bukunya Muhammad, The Educator menyatakan: “Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam.


Drs. Fahmy Luqman, M.Hum. ( Praktisi Pendidikan ) mengatakan

Negara wajib mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan. Bukan hanya persoalan yang berkaitan dengan kurikulum, akreditasi sekolah/PT, metode pengajaran, dan bahan-bahan ajarnya, tetapi juga mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah.”


Di dalam Islam, negara berkewajiban memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya. Semua ini harus terpenuhi bagi setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.


Negara wajib menyediakannya untuk seluruh warga dengan cuma-cuma. Kesempatan pendidikan tinggi secara cuma-cuma dibuka seluas mungkin dengan fasilitas sebaik mungkin. Hal ini karena Islam menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat.


Agar pendidikan kembali berfungsi untuk menjaga tsaqafah di benak kaum muslim, wajib bagi kita merumuskan kembali kebijakan pendidikan yg tidak keluar sedikitpun dari asas akidah Islam. Tujuan terpenting dari kebijakan ini adalah membangun sosok pribadi Islam sebagai landasan berfikir nya dan pemahaman hidupnya.

 

Kebijakan pendidikan berbasis akidah Islam akan menjamin pembentukan cara pandang yang benar pada generasi muslim. Mereka akan menjadikan Islam sebagai solusi dalam aktifitas kehidupannya. Sehingga dengan tsaqofah Islam mampu menerapkan Islam dalam kehidupannya.


Pendidikan Islam akan selalu memperhatikan ilmu - ilmu Islam, seperti fikih, hadis, tafsir, ilmu ushul dan sebagainya. Kebijakan pendidikan Islam juga akan memperhatikan bahasa Arab dan akan menjadikan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan.


Pendidikan Islam juga tidak akan memasukkan tsaqafah asing yang akan menggoyahkan dan melemahkan akidah dan pandangan hidup kaum muslim. Tsaqafah asing di ajarkan semata - mata untuk di kritisi aspek pertentangan dan kesalahannya.


Begitu juga ilmu ilmu sains seperti, kimia, fisika, kesehatan dan sebagainya akan di ajarkan di tahap pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan semua itu boleh di ambil dari sekolah dan universitas negara - negara lain.


Khilafah dan Pendidikan

Bagaimana caranya agar kebijakan tersebut terwujud, pasti perlu adanya sebuah institusi pendidikan yang bernaung di bawah sebuah negara  yang menerapkan hukum dan mengatur semua urusan sesuai dengan akidah Islam, yaitu khilafah Islam. Khilafah Islam pasti akan menjamin terlaksananya pendidikan Islam sekaligus membawa penerapannya seluruh dunia. 


Khilafah Islam akan mengutamakan pendidikan dan menjalankan tanggung jawabnya. Pada era kekhilafahan Islam, khalifah juga menyediakan fasilitas yang di butuhkan dalam pendidikan. Misalnya laboratorium, perpustakaan dan sarana pendidikan lainnya. Khilafah juga akan mengawasi kurikulum di sekolah sekolah dan unversitas dan membuat satu kurikulum standar untuk negeri dan swasta tanpa perlu di rubah rubah lagi. Khilafah tidak akan memberikan izin bagi sekolah swasta untuk mengajarkan tsaqafah barat.


Khilafah Islam akan menyiapkan calon anak - anak muslim menjadi para ilmuwan dunia, baik dalam hukum Islam, kesehatan, ataupun dalam sains. Mereka juga akan di didik untuk menjadi para ulama dan ilmuwan pemimpin Islam yang akan membawa kegelimangan Islam menduduki posisi pertama di dunia dan berpengaruh karena ideologi Islamnya. Itulah khilafah Rlrasyidah ala minhaj an nubuwwah yang akan tegak kembali.


Wallahu a'lam


Oleh : F Kurnia Amd.Kep


Robert L. Gullick Jr. dalam  bukunya Muhammad, The Educator menyatakan: “Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam.


Drs. Fahmy Luqman, M.Hum. ( Praktisi Pendidikan ) mengatakan

Negara wajib mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan. Bukan hanya persoalan yang berkaitan dengan kurikulum, akreditasi sekolah/PT, metode pengajaran, dan bahan-bahan ajarnya, tetapi juga mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah.”


Di dalam Islam, negara berkewajiban memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya. Semua ini harus terpenuhi bagi setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.


Negara wajib menyediakannya untuk seluruh warga dengan cuma-cuma. Kesempatan pendidikan tinggi secara cuma-cuma dibuka seluas mungkin dengan fasilitas sebaik mungkin. Hal ini karena Islam menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat.


Agar pendidikan kembali berfungsi untuk menjaga tsaqafah di benak kaum muslim, wajib bagi kita merumuskan kembali kebijakan pendidikan yg tidak keluar sedikitpun dari asas akidah Islam. Tujuan terpenting dari kebijakan ini adalah membangun sosok pribadi Islam sebagai landasan berfikir nya dan pemahaman hidupnya.

 

Kebijakan pendidikan berbasis akidah Islam akan menjamin pembentukan cara pandang yang benar pada generasi muslim. Mereka akan menjadikan Islam sebagai solusi dalam aktifitas kehidupannya. Sehingga dengan tsaqofah Islam mampu menerapkan Islam dalam kehidupannya.


Pendidikan Islam akan selalu memperhatikan ilmu - ilmu Islam, seperti fikih, hadis, tafsir, ilmu ushul dan sebagainya. Kebijakan pendidikan Islam juga akan memperhatikan bahasa Arab dan akan menjadikan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan.


Pendidikan Islam juga tidak akan memasukkan tsaqafah asing yang akan menggoyahkan dan melemahkan akidah dan pandangan hidup kaum muslim. Tsaqafah asing di ajarkan semata - mata untuk di kritisi aspek pertentangan dan kesalahannya.


Begitu juga ilmu ilmu sains seperti, kimia, fisika, kesehatan dan sebagainya akan di ajarkan di tahap pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan semua itu boleh di ambil dari sekolah dan universitas negara - negara lain.


Khilafah dan Pendidikan

Bagaimana caranya agar kebijakan tersebut terwujud, pasti perlu adanya sebuah institusi pendidikan yang bernaung di bawah sebuah negara  yang menerapkan hukum dan mengatur semua urusan sesuai dengan akidah Islam, yaitu khilafah Islam. Khilafah Islam pasti akan menjamin terlaksananya pendidikan Islam sekaligus membawa penerapannya seluruh dunia. 


Khilafah Islam akan mengutamakan pendidikan dan menjalankan tanggung jawabnya. Pada era kekhilafahan Islam, khalifah juga menyediakan fasilitas yang di butuhkan dalam pendidikan. Misalnya laboratorium, perpustakaan dan sarana pendidikan lainnya. Khilafah juga akan mengawasi kurikulum di sekolah sekolah dan unversitas dan membuat satu kurikulum standar untuk negeri dan swasta tanpa perlu di rubah rubah lagi. Khilafah tidak akan memberikan izin bagi sekolah swasta untuk mengajarkan tsaqafah barat.


Khilafah Islam akan menyiapkan calon anak - anak muslim menjadi para ilmuwan dunia, baik dalam hukum Islam, kesehatan, ataupun dalam sains. Mereka juga akan di didik untuk menjadi para ulama dan ilmuwan pemimpin Islam yang akan membawa kegelimangan Islam menduduki posisi pertama di dunia dan berpengaruh karena ideologi Islamnya. Itulah khilafah Rlrasyidah ala minhaj an nubuwwah yang akan tegak kembali.


Wallahu a'lam