Oleh Dinda Jaesar

(Member Sekolah Srikandi)


Untukmu cinta yang tak terbalas, namun masih ada cinta yang tak terbatas.

Aku mulai dengan membaca bismillah, kalimat tak terkalahkan di penjuru dunia. 

Dunia Barat telah mengecohkanku mengenai dunia, mengenai standar kecantikan, mengenai kekaguman terhadap manusia. Entah mengapa gaya Barat seolah dielu-elukan, sampai pada ketika aku lupa bahwa aku manusia dan aku muslimah. 

Rasanya bukan hanya demam Barat yang membuat cara berpikir dan bertindak menjadi berubah, namun ada lagi demam K-Pop yang sekarang dielu-elukan seolah dunia adalah surga. 

Bukan aku tidak ingin membahas sebuah peradaban manusia, hanya aku ingin menceritakan sedikit kisah mengenai aku yang tak pandai bersyukur seolah apa yang Allah kasih adalah musibah. 

Hijab, sebuah kata yang jika didengar rasanya sudah menggerahkan. Aku yang waktu itu terjerumus pada demam K-Pop seolah tak peduli mengenai apa pun tentang Islam dan Allah. Aku selalu berdalih mengenai hijab, "Nanti dulu aku masih muda, aku mau kayak eonni girl grup itu cantik dan fashionable banget." Aku, itu aku beberapa tahun yang lalu. 

"Aku pingin sih berhijab, tapi aku masih belum pantas. Andai Islam bolehin nggak pakai kerudung pasti aku lebih cantik." 

Sekiranya seperti itu, aku dulu berpikir bahwa hijab adalah kekangan, seolah Allah itu jahat nggak mau lihat hambanya senang. Namun pikiranku berubah ketika aku membaca surah an-Nur ayat 31. 

Yang isinya : Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَا رِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِ رْبَةِ مِنَ الرِّجَا لِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَ رْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. an-Nur 24: 31)

Aku baru belajar mengenai betapa sayangnya Allah pada hamba-Nya, kenapa kok sayang?

Logika sederhana memasuki pikiranku mengenai seseorang yang dicintai dan disayangi pasti akan banyak dilarang. Bukan, bukan karenana benci namun karena takut hal jelek menimpanya. 

Hijab bukan tanda Allah mengekang dan memenjarakan hamba-Nya, seolah muslim tidak bisa merasakan globalisasi. 

Namun hijab sebagai tanda bukti bahwa Allah itu sayang dan cinta terhadap hamba-Nya, seolah-olah Allah takut jika kita akan menjauh dan terjebak dalam dunia yang hina dan fana ini. 

Hijabmu bukan berarti pengekangan, walau belum sempurna tapi setiap hari Allah memberi kita kesempatan agar dapat dicintai-Nya. 

Di awal aku bilang, untuk cinta tak terbalas masih ada cinta yang tak terbatas. Untukmu yang sedang baca ini, jika manusia tak bisa mencintaimu, maka Allah mencintaimu setiap hari.

Dan hijab salah satu cinta Allah kepadamu, bukti bahwa Allah menjaga dan menyayangimu. Jika kamu pikir hijab adalah kekangan, maka pikirkan lagi itu matang-matang. 

Hijab mengajarkan kita mengenai cara menjaga diri, tinggal kitanya saja. Mau belajar atau tidak. Jangan menyalahkan hijabmu atas kesalahan yang kamu buat. Namun, belajarlah dari hijabmu, bagaimana kamu memperbaiki hidupmu. 

Kalimat yang saya suka adalah : 

Kita tidak mewakili apa pun dalam Islam, karena Islam terlalu sempurna. Namun kita belajar dalam Islam mengenai kesempurnaan.

Kembali pada ceritaku, ketika aku tahu hijab adalah tanda Allah sayang, maka aku senang menjadi bagian dalam cinta Allah ta'ala, walau masih banyak salah dalam bertindak. Namun aku bangga Allah menyayangiku setiap hari dan hijab adalah salah satu contoh Allah sayang padaku. 

Terima kasih telah membaca, semoga apa yang telah aku sampaikan bisa menjadi hal bermanfaat bagi semuanya. 

Jangan lupa pakai hijabmu, kamu cantik lewat hijabmu. 

Islam bukan hanya pakaian, tapi Islam telah mengajarkan cara berpakaian.

 
Top