Oleh Umi Rizkyi

(Komunitas Setajam Pena)


Saat ini rezim yang berkuasa di dunia termasuk negeri kita tercinta ini ialah sekularisme-kapitalisme. Dimana telah nampak di rezim ini bahwa semakin hari semakin represif. Jika kita menengok ke belakang, bahwa rezim ini berasal dari hasil pemilu. Dipilih langsung oleh rakyat dari proses pemilu demokrasi. Namun demikian, sungguh aneh tapi nyata. Banyak kebijakan-kebijakan yang makin menyengsarakan rakyat.

Misalnya, suara-suara rakyat yang memperjuangkan kebenaran dan kritis terhadap rezim dibungkam bahkan diberangus sedemikian rupa. Banyak pula aktivis kritis ini ditangkap dan dipenjarakan. Ini adalah sebagian kecil dari arah rezim yang semakin represif.

Adapun tanda-tanda rezim saat ini menuju rezim yang represif, pertama semakin banyaknya aktivis kritis yang ditangkap rezim. Kedua, semakin sempitnya jarak sosial. Defisitnya berasal dari dana sosial. Kemudian langkah yang diambil rezim saat ini ialah, pertama mengajak para aktivis kritis masuk ke dalam kekuasaan. Dengan diberikannya jabatan tertentu. Kedua, bagi yang tidak mau dan menolaknya akan didiskriminasi. Apalagi kalau bukan dengan UU, contoh Ali Baharsyah, Gus Nur, Syahganda dan lain-lain.

Selain itu, rezim juga berusaha untuk menjauhkan Islam dan syariat-Nya kepada umat. Buktinya, beberapa ajaran Islam seperti jihad, jilbab, khilafah, dan lain-lain mendapat klaim jelek, kriminalisasi dan monsterisasi. Sehingga umat itu jauh dari Islam, yang seharusnya menuntun dan menunjukkan mereka kepada kebenaran justru ditakuti dan diklaim sebagai terorisme.

Hal-hal ini, dilakukan oleh rezim tidak lain dan tidak bukan karena sikap sombong dan serakah rezim. Tak kenal halal-haram untuk mendapatkan segala sesuatu. Misal di bidang ekonomi, kekayaan negeri kita diserahkan kepada para kapitalis global. Akhirnya yang diuntungkan hanya segelintir orang saja, yang menderita dan sengsara juga rakyat.

Namun berbeda dengan Islam. Islam akan memimpin dan menyejahterakan rakyat. Dimana seorang pemimpin dalam Islam dipilih oleh rakyat. Untuk melakukan tiga hal utama dalam kepemimpinan. Pertama, menerapkan syariat Islam secara keseluruhan di dalam negeri. Kedua, mengurusi seluruh rakyatnya dengan baik agar rakyatnya sejahtera. Ketiga, melaksanakan politik luar negeri dengan dakwah dan jihad.

Oleh karena itu, hendaknya umat Islam harus memenuhi tiga syarat untuk mewujudkan kesejahteraan itu. Pertama, haruslah umat Islam menggunakan sistem yang terbukti kurang lebih selama 14 abad lamanya mampu memimpin dunia. Sehingga mengantarkan ke puncak kejayaan peradaban Islam. Kedua, umat Islam hendaknya menggunakan strategi-strategi dengan metode yang pernah terbukti berhasil mencapai kejayaan itu. Ketiga, menjadikan contoh dan suri tauladan pemimpin yang sukses dan berhasil membangun peradaban Islam.

Inilah bukti detik-detik kehancuran rezim zalim dan menzalimi. Gelapnya rezim akan segera berakhir. Dan kegemilangan Islam akan segera terbit dan bersinar memancarkan cahayanya di seluruh penjuru dunia. Semoga Allah segera memberikan pertolongan-Nya, agar Islam akan kembali memimpin dunia.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top