ASN Terpapar Radikalisme Harus Dipecat?

 



Oleh: Inayah

Ibu Rumah Tangga Dan Pegiat Dakwah


Anggota Komisi  III DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan aparatur sipil (ASN) yang terlibat radikalisme harus dipecat. Hal itu menurutnya perlu dilakukan untuk memberi hukuman dan efek jera, Dalam rangka memberantas radikalisme dikalangan ASN, termasuk pada lingkungan kampus. Seperti mahasiswa, pejabat rektorat, harus ditindak tegas jika terindikasi mengikuti paham radikalisme. Sebab, kalau dibiarkan bisa menjadi virus yang berbahaya, tandas Cucun di Bandung. dilansir TimesIndonesia  (Sabtu,23/1/2021).

Dalam hal penanganan dan pencegahan radikalisme, pihaknya juga bekerja sama dengan kementrian Komunikasi dan Imformatika untuk menghilangkan konten-konten di media sosial yang memunculkan benih-benih ajaran radikalisme.”konten yang bernuansa memunculkan ajaran-ajaran atau terdeteksi itu adalah upaya memunculkan (paham radikal) kita take down,” tegasnya. ketua fraksi PKB DPR RI ini juga meminta harus ada langkah tegas Polri guna mencegah benih-benih radikalisme yang bisa mengarah pada tindakan terorisme di Indonesia.

Masih menurut Cucun kalau di sana terindikasi ada satu halaqah atau kumpulan orang yang melakukan aktivitas pemahaman radikalisme itu harus segera dicegah sejak dini tandasnya. Cucun menunjuk contoh saat Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo masih menjabat Kapolda Banten. Pada saat itu Sigit Prabowo menggaungkan pemahaman Islam sebagai Rahmatan lil Alamin. Jadi semua pejabat itu harus betul-betul responsif dan komunikatif dengan para ulama, tokoh-tokoh, termasuk tokoh kalangan kampus. Jangan segan-segan Pak Kapolda komunikasi dengan kalangan rektorat, dekan dan mahasiswa.

Semua tindakan pencegahan dini harus dilakukan agar Indonesia mendapat kepercayaan internasional untuk berinvestasi melalui kepastian hukum. Termasuk bagi warga sendiri bisa aman nyaman dalam hidup bernegara dan berdemokrasi, 

Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah ini, seakan-akan Islam menjadi biang keladi ketidaknyamanan bagi warga negara ataupun warga asing Benarkah ketika seorang muslim menampakan kemuslimannya dengan perilaku saleh terikat dengan aturan Allah Swt. dan menyerukan Islam Rahmatan lil Alamin sebagai orang yang terpapar radikalisme?

Apa yang dimaksud dengan radikalisme sebenarnya? Mengapa ketika  ada masyaarakat yang memakai cadar atau celana cingkrang terkategori radikal, padahal itu pakaian biasa? Mengapa hafiz Al-Qur’an juga harus dicurigai masuk ke masjid  dengan alasan bisa membawa ajaran radikalisme? Kemudian ketika seorang ibu mengajarkan Al-Qur'an dan juga rukun Islam dan rukun Iman telah menanamkan virus radikal? Termasuk ASN yang saleh pun harus dicurigai. Pertanyaannya, radikal seperti apa sehingga mereka dituduh seperti itu? 

Memang pemerintah saat ini betul-betul sudah anti-Islam atau terpapar Islamofobia yang sudah mengakar, sehingga rakyat sendiri harus diwaspadai. Apalagi kalau ia seorang ASN, baik rektor, guru, dan yang lainnya. Kalau mereka terindikasi Islam radikal maka siap harus dipecat. 

Apa yang dimaksud dengan radikal? Radikal adalah suatu tindakan berfikir secara substantif dan  mendasar untuk menyelesaikan persoalan. Kenapa pemerintah terus menggaungkan ide radikalisme seakan-akan menjadi penyebab terpecah belahnya umat manusia.

Kalau kita telusuri persoalan mendasar negeri Indonesia ini bukanlah masalah radikalisme tetapi masalah ekonomi. Apalagi pada saat musibah virus Covid-19 sampai sekarang belum berlalu, sehingga ekonomi Indonesia makin terpuruk. Daya beli masyarakat makin melemah. Ditambah lagi utang Indonesia yang makin besar, pengangguran pun makin banyak, korupsi pun makin menggurita. Tampak sekali tudingan radikalis diarahkan kepada siapapun yang berseberangan dengan pemerintah, dan untuk membungkam rakyat yang tidak sejalan dengan pemerintah. Hal itu dilakukan agar semua diam terhadap kezaliman yang terjadi. Dan isu radikalisme digunakan untuk mengalihkan isu yang sangat sentral yakni masalah krisis ekonomi. Sehingga perhatian publik tertuju kepada radikalisme.

Sikap pemerintah itu karena ketakutan yang tidak mendasar. Ketimpangan ekonomi yang terjadi, pemerintah mencari kambing hitam dari persoalan yang terjadi, dan juga karena akibat diterapkannya sistem kapitalis sekuler.

“Jadi narasi radikalisme itu buatan Amerika. Dan narasi radikalisme tidak bisa dilepaskan dari propaganda global yang dipimpin oleh Amerika. Setelah tidak sepenuhnya berhasil menghentikan laju kebangkitan Islam melalui isu war on terrorism, Barat lalu meluncurkan agenda war on radicalism.” Harapannya, melalui isu ini, kelompok-kelompok juga tokoh Islam atau para ASN yang konsisten memperjuangkan Islam kafah, termasuk khilafah bisa dijerat dengan pemecatan. 

Maka bagi para ASN janganlah takut akan ancaman siapapun termasuk pemerintah dengan ancaman dipecat, karena pada hakikatnya rezeki itu  dari Allah Swt. (lihat Al-Qur'an surat al-Isra :31). 

Juga sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh)." (QS. Hud: 6)

Binatang pun dijamin rezekinya oleh Allah, apalagi manusia yang sudah diberi akal untuk memilih pekerjaan apa yang akan dilakukan. Dan tetaplah terus berpegang teguh pada ajaran Islam yang benar selama kita hidup karena Allah akan menghisab kita kelak di akhirat, sementara kehidupan dunia sifatnya sementara. Dan kehidupan mereka akan makin berkah tatkala tetap berpegang teguh pada ajaran Islam kaffah  (lihat Al-Qur'an surat al-hujurat :15).