Oleh : Umi Kulsum, M.Ag.

Pengasuh Majelis Taklim dan Pengelola Yayasan Anak Yatim Yajamiu


Alhamdulilllah segala puji bagi Allah.Semoga Allah memampukan kita untuk bisa bersedekah.


Sedekah bisa mendatangkan banyak rezeki bagi siapa saja. 


Allah Swt. memberikan banyak keajaiban sedekah untuk yang melakukannya.


Walaupun kita sudah tahu tentang keutamaan sedekah, namun hati kita sangat sulit untuk bisa melakukanya apalagi sampai harus istiqamah.


Selengkapnya, berikut ini beberapa efek buruk akibat jarang sedekah:


1. Berutang setiap hari.


Mengapa berutang? Karena faktanya kita memiliki kewajiban bersedekah setiap harinya.


Bahkan setiap ruas tulang kita pun memiliki kewajiban untuk bersedekah.


Nabi saw. bersabda:


“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang makruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha,” (HR. Muslim)


Makna hadis di atas adalah dengan tidak menunaikan sedekah, setiap ruas tulang kita berutang setiap harinya.


Padahal bisa kita bayar kewajiban sedekah tersebut dengan berbuat kebaikan, berzikir, atau melaksanakan shalat Dhuha.


Jika tetap enggan bersedekah, tentu saja suatu hari utang tersebut harus dibayar. Misal Allah memberi ujian dengan hilangnya harta baik melalui penipuan atau pencurian berupa hilangnya uang ATM, hilang uang, HP, motor, mobil, dan lainnya. Inilah yang dinamakan dengan ‘azab’ karena tidak bersyukur.


Firman Allah,


“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"." (TQS. Ibrahim: 7)


2. Sulit merasakan nikmatnya harta yang dimiliki.


Pernahkah mengenal orang kaya raya yang terlihat tidak menikmati hidupnya? 


Ia memiliki banyak rumah, mobil, deposito, dan bisa melakukan apapun yang ia inginkan dengan uangnya, namun ia tampak tidak bahagia?


Memang sering kita lihat faktanya. Jadi hal tersebut tidak mengherankan, karena siapa pun yang tidak mau menyedekahkan sebagian harta yang dimilikinya untuk orang lain, niscaya akan merasakan kesulitan merasa nikmat atas harta yang dimilikinya.


Entah karena ia tertimpa penyakit berbahaya, atau kebakhilan telah membuatnya takut kehilangan dunia, sehingga hidupnya tidak tenteram.


Sebaliknya, sesedikit apapun harta yang kita miliki, namun jika masih bersedia berbagi dengan orang lain, itu berarti kita telah memiliki kekayaan hati, dan dari kekayaan hati itulah kita bisa mereguk kenikmatan hidup yang tak terkira.


“Rasulullah saw. 


“Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghani)?”


“Betul,” jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?”


“Betul." Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. Lantas beliau pun bersabda,


“Sesungguhnya yang namanya kaya (ghani) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas)." (HR. Ibnu Hibban)


3. Hartanya akan menjadi musuhnya kelak di akhirat.


Sungguh rugi orang yang enggan bersedekah karena tidak menyadari bahwa semua harta kekayaan yang disimpannya suatu hari nanti berbalik menjadi musuhnya.


Firman Allah:


“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu"." (TQS. At-Taubah)


Setelah mengetahui betapa buruk efek jarang dan tidak mau  bersedekah. Semoga hati kita senantiasa tergerak untuk berbagi kebaikan apapun yang dapat kita lakukan dan berikan terutama untuk anak-anak yatim yang membutuhkan makan dan kasih sayang dari orangtuanya.


Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rezeki yang luas dan berkah.


ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ


“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

 
Top