Tuntaskan Pandemi, Abad Khilafah Dinanti



Oleh : Mia D. M.
(Aktivis Muslimah Kab. Lahat)

Sudah lebih dari setahun kasus Covid-19 yang bermula di Kota Wuhan China belum juga ada solusi yang benar-benar berhasil untuk atasi musibah global akibat pandemi. Setiap hari bisa dipastikan rumah sakit ketambahan pasien Covid-19, dan bisa dipastikan setiap hari ada korban yang meninggal.

Jumlah kasus virus Corona  bertambah 8.072 pada Jumat (1/1/2021). Total kasus positif menjadi 751.270, sembuh 617.936, dan meninggal 22.329. Sementara itu jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 40.785, dan suspek yang diamati sebanyak 68.418 (detik.com 01/01/2021).

Setiap hari sarapan angka, kata pemerintah. Tentunya yang diharapkan adalah angka kesembuhan. Tapi kenapa angka kematian, angka positif Covid-19 selalu meningkat?

Apa yang salah dari pengawasan pemerintah dalam penanganan covid-19?

Alih-alih menutup keran pintu masuk warga negara asing, pemerintahan justru membuka turis asing dan kegiatan penerbangan pada awal tahun baru pun meningkat drastis.

Sebanyak 1.771 penumpang pesawat rute Internasional tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Januari 2021 atau hari pertama diberlakukannya larangan warga negara asing masuk Indonesia.

“Pax flight internasional yang masuk 1 Januari berjumlah 1.771 orang,” ujar Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi saat dihubungi Tempo, Jumat 1 Januari 2021.

Agus memastikan ribuan penumpang Internasional yang terdiri dari warga negara asing dan warga negara Indonesia itu langsung menjalani karantina selama lima hari di sejumlah hotel di wilayah Jakarta dan Tangerang. “Iya semua dikarantina.”

Agus menyatakan dukungan penuh diberikan agar seluruh kebijakan terkait pencegahan Covid-19 ini dapat diterapkan ketat di Bandara Soekarno-Hatta, (tempo.co, 01/01)2021).

Bagaimana akan selesai covid-19 di Indonesia? Rakyat dibiarkan terus menjadi korban kebijakan yang tidak konsisten.
Inilah jawaban kebijakan yang tampak pada sistem kapitalistik, ribuan warga asing yang datang dan cuma dikarantina 5 hari di hotel, tidak menjamin bahwa warga asing tersebut benar-benar terbebas dari Covid-19.

Yang utama dan terpenting disini adalah keselamatan bagi warga negara Indonesia. Jika masalah ekonomi negara mengalami kondisi terpuruk (resesi), janganlah pemerintah mengorbankan nyawa rakyat.

Abad gelap (kapitalisme) saat ini sudah selayaknya kita tinggalkan, menuju Abad Khilafah satu-satunya harapan untuk menyelesaikan masalah pandemi ini.

Apa korelasinya? Khilafah akan mengatur masalah ekonomi, tentunya diatur dalam ekonomi Islam, negara tidak akan kolaps atau resesi jika melaksanakan sistem ekonomi Islam. Karena sumber daya alam dikelola negara dan dikembalikan ke umat tanpa hutang dan bayar pajak, sebagai sumber pendapatan negara.

Akses yang menyebabkan virus menular pun ditutup, tidak akan seperti kebijakan saat ini tidak tegas menghentikan penularan virus, dimana pemerintah masih saja membuka akses bagi warga negara asing ketika liburan. Sementara tingkat kematian dan positif Covid-19 terus meningkat.

Abad khilafah Dinanti untuk atasi pandemi, kekhilafahan Islam seperti pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadis yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara urut. Beliau bersabda:

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

 

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih)

Wallahua’lam bishawab.