Oleh : Fathimah Salma 

Pengelola Home Schooling Mandiri


Bupati Kuningan H Acep Purnama mengatakan dalam acara pemaparan program Smart City di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, Selasa (13/10/2020) "Ikuti perkembangan zaman, kita harus beradaptasi dengan berbagai inovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Jika daerah kita tidak mau tertinggal apalagi di zaman era digital 4.0 saat ini,” (radarkuningan, 14/10/2020)

Konsep Smart City sedang menjadi fokus pembangunan pemerintah. Dalam tajuk Gerakan menuju 100 Smart City yang merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan, terus dikampanyekan. Gerakan tersebut bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.

Era digital telah menyadarkan negeri ini akan pentingnya kerangka ekonomi digital untuk bersaing secara global. 

Smart City adalah sebuah konsep kota pintar untuk membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya yang ada secara efisien. Juga memberi informasi dengan tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya. 

Melalui program Smart City, Kuningan ingin memberikan pelayanan cepat dan mudah di bidang perizinan. Garis besarnya, Smart City ingin menerapkan atau mengeluarkan dari sisi pelayanan. 

Sudah seharusnya pemerintah terus berpikir dan bertindak memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, untuk mewujudkan kemaslahatannya. 

Berbagai cara ditempuh dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Berbagai inovasi dalam teknologi harus dikuasainya. Semua dilakukan demi kemajuan masyarakat. 

Konsep Smart City yang berbasiskan tekhnologi digital, selama bisa mewujudkan itu semua tak ada salah negara menerapkannya. Tentu dengan tetap memperhatikan keramahan lingkungan, tidak merusak budaya positif, tidak merusak tatanan kehidupan yang berjalan di atas hubungan sosial yang harmonis dan dinamis. Yang paling dikhawatirkan adalah akan banyaknya pengangguran, karena semua lapangan pekerjaan akan beralih ke robotisasi.

Berpikir kompetitif dalam hal inovasi teknologi demi kemajuan bangsa adalah hal yang mesti ada. Negara mampu bersaing bahkan mampu mengunggulinya juga hal yang harus. Karena itu hal yang alami dalam sebuah hubungan apa pun, apalagi negara yang berlandaskan pada ideologi yang selalu berorientasi menebar kemaslahatan yang lebih luas. 

Semua itu harus dilakukan secara mandiri murni diorientasikan untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat dan memajukannya, tanpa ada unsur untung rugi seperti bisnis. Dan semata merupakan strategi yang sudah dirumuskan oleh negara secara mandiri, bukan di bawah kendali strategi negara lain. Serta bertujuan meraup keuntungan dan penjajahan, sehingga dari sisi pembiayaan yang diperlukan dalam prosesnya mesti mandiri dari keuangan dalam negeri. Seyogyanya betul-betul menghindari utang ribawi.

Apalagi dalam implementasi semua hal yang berbau teknologi yang menjadi dasar munculnya ide Smart City butuh pembiayaan yang besar. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengatakan pendanaan merupakan faktor yang sangat penting untuk mempercepat penerapan Smart City atau kota pintar di Indonesia. Oleh karena itu, kita harus cari cara bagaimana mekanisme pembiayaannya. Apakah semuanya menjadi beban APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) atau tidak," ungkap Menkominfo, Johnny G. Plate, ketika diwawancarai tentang cara mempercepat implementasi Smart City di Indonesia, di kantor Kemkominfo, Senin (28/10/2019). Di sinilah rawannya negara atau pemerintah daerah, lagi-lagi akan membuat proposal pengajuan utang berbunga, atau juga mengundang investor. 

Dalam pemberlakuan Smart City ini, mau tidak mau negara ataupun pemerintah daerah pasti akan menggandeng perusahaan yang bergerak dalam jasa aplikasi teknologi digital ini. Disebut-sebut Microsoft dan Sinarmas Land menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk berkolaborasi dalam mentransformasi BSD City menjadi integrated Smart City berskala besar dan inovatif pertama di Indonesia. 

Tidak ada makan siang gratis, pasti pemerintah secara periodik akan terikat pembayaran jasanya. Dan hal yang paling dikhawatirkan dari ini semua adalah akan semakin dikuasainya negeri ini hingga daerah oleh keduanya. Apalagi jika melihat latar belakang keduanya, orientasi bisnis dan jiwa kapital liberal yang sangat menonjol. Bertemankan mental rakus dunia dan melekatnya jiwa "menjajah".

Sungguh disayangkan jika melihat realita yang berlangsung di dunia khususnya di negeri ini, betapa kedaulatan merupakan barang yang sangat langka. Kemandirian hilang ditelan bumi. Alih-alih bisa berpengaruh di dunia. Ironisnya hal ini melanda di semua bidang. 

Semua itu terjadi, karena ideologi kapitalis sekuler yang menjadi pengendali dunia. Dengan jiwa menguasai dunia (baca: menjajah) yang melekat, mereka akan terus menancapkan pengaruhnya di semua negara di dunia bahkan hingga ke daerah yang paling kecil. Berbagai langkah dan strategi akan ditempuhnya. "Menjerat" negara-negara yang ada di dunia menjadi alat efektif. Dari mulai mengikat semua negara di bawah organisasi PBB, utang luar negeri, proses pemilihan pemimpin berbiayai tinggi yang membutuhkan suporter, dan lain-lain. 

Hal ini sudah berlangsung lama, sejak runtuhnya ideologi Islam pada tahun 1924. Sudah saatnya disadari bahwa selama ideologi kapitalisme memimpin, ini adalah mimpi buruk bagi negara-negara kecil bisa berdaulat. 

Satu-satunya yang bisa mengeluarkan kita dari jeratan itu semua hanyalah ideologi Islam. 

Islam merupakan ideologi yang diturunkan oleh Allah Sang Pencipta alam semesta, membawa seperangkat aturan yang menjamin terwujudnya rahmat bagi seluruh alam.

Dalam Islam menetapkan bahwa pemimpin adalah penggembala. Semua gembalaan di bawahnya akan menjadi perhatiannya. Kesejahteraan rakyat menjadi kewajibannya. 

Islam menetapkan kedaulatan ada di tangan syari'ah. Semua pemimpin dari pusat hingga daerah menjalankan roda kepemimpinannya karena semata tunduk kepada seluruh aturan Allah. Aturan Allah yang sempurna yang bersifat implementatif dan solutif atas semua problematika umat, akan menjadikannya berpegang teguh dengan aturan ini. 

Islam menetapkan pemimpin harus selalu berusaha mewujudkan kemaslahatan umat. Sampai pun dalam implementasinya harus berbasiskan teknologi digital. Karena bagi Islam teknologi adalah perkara yang mubah. 

Rasulullah saw. bersabda: 

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

“.....Kamu lebih mengetahui urusan dunia kalian.” (HR. Muslim, no. 2363)

Islam akan terus mendorong umatnya untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan termasuk teknologi. 

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top