Sebab Datangnya Musibah

 



Oleh : Bani Hawanda

Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah



Kebanyakan manusia menganggap bahwa kejadian-kejadian alam baik itu berupa bencana, banjir, longsor, polusi udara termasuk resesi ekonomi dan hukum yang tidak adil adalah kejadian alam semata.  Padahal semua itu tidak lepas dari campur tangan manusia yang merusaknya.


Tidak diragukan lagi bahwa semua ini merupakan kedangkalan pemahaman mereka  dari merenungi Al-Qur'an dan sunnah Nabi.


Adapun bencana-bencana yang menimpa wajib disikapi oleh seorang muslim sebagai qada-Nya. Qada itu adalah ketentuan dari Allah Swt. Dimana kita harus rida, beristirja, dan berusaha mengembalikan semuanya kepada Allah Swt. serta sabar menghadapinya (QS. al-Baqarah [2]: 155-157).


Sikap sabar akan tertanam di hati orang yang beriman untuk menyikapi bencana atau musibah. Sebagai manusia kita tentu tak akan mampu menolak qada Allah Swt. Apalagi sabar menghadapi musibah itu bisa menjadi penghapus dosa-dosa. Sebagaimana hadis Rasulullah saw.,


"Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah (bencana) berupa kesulitan, rasa sakit, kesedihan, kegalauan, kesusahan hingga tertusuk duri kecuali Allah pasti menghapus sebagian dosa-dosanya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)


Wajib disadari betapa manusia demikian lemah. Manusia itu membutuhkan pertolongan Allah Swt. Sungguh manusia tidak layak bersikap sombong dan takabur terhadap Allah Swt. dalam ketentuan-Nya dan berani meninggalkan petunjuk juga aturan-Nya.


Menyikapi dan menghadapi musibah selain harus dengan kesabaran, juga melalui perenungan guna membangun sikap terbaik sesudahnya. Hal ini demi membangun kehidupan yang lebih baik untuk menanggulangi terjadinya bencana atau mengurangi dan meringankan dampaknya.


Untuk menanggulangi semua bencana tentu wajib bagi kita untuk memikirkan beberapa hal.  Pertama penyebabnya dan kedua penanganannya, termasuk untuk urusan rehabilitasi sesudahnya.


Unsur penyebab lainnya adalah pada ranah yang dikuasai oleh manusia. Termasuk kebijakan yang dikeluarkan oleh penguasa dalam upaya mengatasi dan menghentikan bencana banjir yang terus berulang.


Penutupan lahan serapan air yang banyak dialihfungsikan menjadi wilayah bisnis semakin menambah persoalan. Seperti untuk bisnis real estate, wilayah industri atau infrastruktur lainnya. Dimana hal itu juga menjadi faktor lain yang kian  memperburuk terjadinya musibah banjir. Akibatnya ketika memasuki musim hujan, banjir pun tidak bisa dihindari bahkan terus berulang.


Hal di atas terjadi salah satunya  karena ada kesepakatan dari penguasa dan pengusaha dengan pembuatan Undang-Undang. Semua itu disebabkan oleh pengadopsian sistem kapitalis yang berlandaskan sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan).


Berbagai praktik yang menyebabkan penurunan pemikiran itu sendiri merupakan pangkal kemaksiatan tersebut. Berupa penerapan sistem kapitalis sekuler.


Allah Swt. menurunkan bencana alam baru sebagian karena berbagai kemaksiatan yang terjadi di tengah manusia. Tujuannya agar manusia kembali ke jalan yang diridai Allah Swt., dan kembali pada syariat-Nya.


Maka kunci untuk mengakhiri semua musibah yang terjadi adalah harus membuang akar  penyebabnya yaitu ideologi dan sistem kapitalis sekuler. Berikutnya harus diterapkan syariat Islam secara kafah dalam semua aspek kehidupan untuk menuju kehidupan yang sempurna, termasuk dalam pengolahan tanah dan lingkungan hidup.


Wallaahu a'lam bi ash-shawaab.