Sabar dan Syukur dengan Ketetapan Allah Swt.


Oleh : Ririe Zahra

(Pemerhati Keumatan)


Kondisi dunia secara global sekarang ini mengalami kesulitan dalam berbagai aspek, efek dari pandemi Covid-19. Ekonomi yang lesu, sehingga membuat banyak usaha yang harus mengurangi karyawan, bahkan harus berhenti beroperasi. Pastinya berdampak bagi para karyawan yang bekerja, berakhir nganggur dan harus memutar otak mencari solusi. Untuk tetap bisa bertahan dan dapur tetap mengepul, sehingga keluarga tidak kelaparan. Sementara bukan hanya sandang, pangan dan papan yang menjadi kebutuhan pokok saat ini. 

Di samping berpikir untuk perut keluarga supaya terisi, kebutuhan pulsa untuk anak belajar online harus terpenuhi. Untuk usaha berdagang membutuhkan modal dan harus dihadapkan pula dengan keadaan masyarakat yang sama-sama sulit, sehingga daya beli menurun. Bagaimana mau berpikir jajan, beras saja tak terbeli. 

Bahkan kabar terkini, angka perceraian meningkat, karena faktor ekonomi yang sulit. Dan para orangtua bertambah harus mendampingi putra putrinya yang harus belajar dengan online, dan tidak sedikit yang menguras tenaga, dana dan juga emosi. Sampai ada kejadian seorang ibu tega menganiaya anaknya sendiri sampai berakhir kematian, karena kesulitan menghadapi anak belajar via online. Semoga kita selalu bisa bersabar dengan segenap ujian yang Allah berikan.

Dalam firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 214: 

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ 

Artinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal (cobaan) belum datang kepadamu  seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan digoncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."

Sebagaimana seorang siswa saat akan naik kelas, pastinya akan menghadapi ujian demi ujian untuk sampai lulus dari pendidikannya. Dan akhirnya ia meraih gelar dari pendidikan yang telah ia tempuh. Demikian pula seorang muslim untuk mencapai predikat terbaik sebagai seorang hamba-Nya, dan berharap mendapatkan surga, tentu tidak mudah untuk mencapainya. Berbagai ujian, baik yang kita pandang menyenangkan ataupun yang menyulitkan akan kita hadapi.

Sabar dan syukur ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita. Keduanya akan selalu ada di sekitar kita. Bagaimana kita akan bersikap menghadapi setiap ujian yang datang. Apakah dengan bersabar dan bersyukur, ataukah sebaliknya.

Dalam hadits riwayat Muslim dari Shuhaib. Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْدِيُّ وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ جَمِيعًا عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ وَاللَّفْظُ لِشَيْبَانَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ *عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ*

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami [Haddab bin Khalid Al Azdi] dan [Syaiban bin Farrukh] semuanya dari [Sulaiman bin Al Mughirah] dan teksnya meriwayatkan milik Syaiban, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perkara orang mukmin mengagumkan, sesungguhnya semua urusannya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya. (HR. Muslim no. 2999)

Dan firman Allah Swt. dalam surat Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ 

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

Dan sebagai seorang muslim, maka kita harus senantiasa beriman kepada Allah Swt. Bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, karena jika kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat dari-Nya. Dan bersabar dengan setiap ujian yang Allah Swt berikan, karena itu juga kebaikan bagi kita.

Semoga kita senantiasa bisa bersyukur atas setiap karunia kebaikan yang telah Allah berikan. Serta bersabar dengan setiap ujian berupa kesulitan yang menimpa kita. Aamiin.

Barakallaahu fiikum.

Wallahu a'lam bishshawab.