Pergaulan Bebas yang Kian Mengganas


Oleh : Barozah Alfajri

(Pemerhati Masalah Sosial dan Remaja) 


Kian hari pergaulan bebas semakin merajalela, jika dahulu kita mendengar anak remaja gadis hamil di luar nikah adalah suatu hal yang tabu dan itu terjadi hanya di kota-kota besar.

Namun, saat ini di kota kecil seperti Ponorogo sudah sering kita mendengar remaja yang hamil di luar nikah. Seperti halnya kasus yang terjadi beberapa hari lalu warga Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo gempar setelah menemukan mayat bayi di belakang rumah seorang warga.

Ibu dari bayi tersebut berinisial YS (20). Dan dari hasil olah TKP sementara, bayi sempat keluar dan menangis. Kemudian diduga dipukul karena ada bekas luka di dada, Setelah itu, lanjut Hendy, bayi itu dibuang di belakang rumah, tepatnya di tumpukan kayu belakang rumahnya. (Jatimnow.com)

Hendy menjelaskan, dari keterangan sementara YS, bayi berjenis kelamin perempuan itu memang hasil hubungan gelap dengan kekasihnya.

Lagi-lagi bayi yang tak berdosa menjadi korban dari perbuatan kedua orangtuanya. Semakin hari pergaulan bebas semakin mengganas, hal ini terbukti  data pada tahun 2016 lalu kasus pelajar hamil di luar nikah di ponorogo meningkat dibanding tahun 2015. Seperti yang disampaikan Humas Pengadilan Agama kabupaten Ponorogo. 

"Kasus pelajar hamil di Ponorogo, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya atau sepanjang tahun 2015. Ada 56 kasus sementara sampai Juni tahun 2016 atau 7 bulan sudah ada 47 kasus," ujar Sofwan. (terasjatim.Com)

Kasus ini teridentifikasi, namun bagaimana dengan kasus yang tidak terungkap? Bisa jadi tahun-tahun setelahnya mengalami peningkatan. 

Sungguh miris perilaku remaja saat ini. Pergeseran budaya, perubahan gaya hidup, dan kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak-anak remaja di Ponorogo. Di luar itu semua, perubahan pergaulan dari yang suka bermain menjadi suka nongkrong di kafe-kafe, warnet, dan warung kopi lesehan, kemudian membentuk komunitas-komunitas “anak gaul”, pasti mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku remaja. 

Pergaulan-pergaulan bebas semacam inilah yang kemudian menumbuhkan sikap dan cara pandang remaja terhadap diri, lingkungan dan juga seks bebas. 

Melihat fakta di atas, tampak adanya pergeseran pola pikir remaja saat ini, mereka memiliki pola pikir yang keliru tentang makna hidup, bahwa semua akan kembali kepada Allah serta akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan. Namun sayang mereka tidak menyadari bahkan tidak mau tahu. 

Jika ditelusuri kasus yang terjadi hari demi hari yang tak kunjung reda, bahkan bertambah, ini adalah buah dari penerapan sistem yang ada, yakni sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Di dalam sistem ini agama tidak dijadikan landasan kehidupan, Sehingga kebebasan berperilaku sangat kentara di sistem ini. 

Remaja saat ini bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan. Terlebih ketika memenuhi naluri kasih sayang yang mereka miliki, mereka bebas mengekspresikan sesuka hati mereka, maka tak heran perilaku seks yang dilarang dalam agama, mereka lakukan. 

Selain kurangnya ilmu dan iman, sistem yang ada saat ini sangat berpengaruh pada pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Tontonan yang berbau porno sangat mudah diakses dan negara abai bahkan membiarkan. Apalagi masa pandemi saat ini semua informasi didapatkan dari medsos ini juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi para remaja terjerumus kepada pergaulan bebas. 

Islam adalah agama yang sangat rinci serta solusi berbagai persoalan yang ada. Di dalam sistem Islam, seorang pemimpin wajib hukumnya menjaga rakyatnya dari kemaksiatan dengan senantiasa membina dengan pengetahuan Islam. Sehingga keimanan akan benar-benar terjaga.

Di dalam sistem Islam hal-hal yang menjurus kepada seks bebas akan benar-benar dihilangkan, sehingga akan meminimalisir para pelaku zina. Karena Allah telah memerintahkan kepada pelaku zina untuk dihukum cambuk jika belum menikah, serta hukum rajam jika sudah menikah. Dan hukuman ini dilakukan oleh negara di dalam sistem Islam. 

Pada dasarnya kehidupan antara laki-laki dan perempuan adalah terpisah, Islam melarang berkhalwat (berdua-duaan) antara keduanya, kecuali disertai mahram dari pihak wanita.

Negara akan mengatur itu semua dengan memberi sanksi serta mengedukasi para pelakunya, tontonan yang berbau porno akan dihilangkan oleh negara. Karena standar perbuatan di dalam sistem Islam adalah halal haram bukan kebebasan seperti dalam sistem liberal saat ini. Maka sudah bisa dipastikan akan sangat meminimalisir para pelaku zina. 

Sungguh indah bukan hidup dalam naungan Islam? Tidakkah kita sebagai orang yang mengaku beriman sangat rindu diatur dengan aturan Islam yang itu sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia? 

Sehingga tidak akan ada lagi kasus yang dialami bayi yang tak berdosa seperti di ponorogo akhir-akhir ini.

Wallahu a'lam bishshawab.