Oleh : Dewi Humairah

(Aktivis Muslimah Milenial)


Bukan lagi rahasia, negeri tercinta ini memang terjerat banyak utang. Namun makin hari utang Indonesia bukannya berkurang ternyata malah menumpuk dan semakin menumpuk. Lalu bagaimana makna Indonesia yang katanya "Gemah Rimpah Loh Jinawi"?

Utang luar negeri yang katanya berada pada level di bawah seribuan triliun rupiah, kini sudah nyaris menyentuh Rp 6.000 triliun per Oktober 2020. Tidak heran jika Bank Dunia memasukkam Indonesia sebagai 10 besar negara berpendapatan rendah dan menengah yang memiliki utang luar negeri pada tahun lalu.

Data yang dipublikasilan Bank Dunia dalam laporan "Statistik Utang Internasional (IDS)" pada Senin (12/10) itu sudah menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat keenam pengutang terbesar. Paparan Bank Dunia tampaknya relevan dengan kondisi utang Indonesia. Dari data Bank Indonesia (BI), utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Oktober 2020 tercatat 413,4 miliar dolar AS atau setara Rp 5.877 triliun. Menurut BI, ULN pemerintah pada Oktober 2020 tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. (Viva.co.id)

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengatakan pada Oktober 2020, ULN pemerintah tercatat 199,8 miliar dolar AS atau tumbuh 0,3 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 1,6 persen (yoy). "Ini seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan persepsi positif investor yang tetap terjaga terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik," kata Erwin dalam penjelasan pers nya, pekan ini. (Replubika.co.id)

Kapitalisme benar-benar membuat negeri ini makin terpuruk. Masalah demi masalah tak pernah selesai tapi malah bertambah. Di tengah kondisi yang sangat pelik ini justru penguasa berhutang hingga membengkak.

Kapitalisme membuat semua tak berdiri pada tempatnya. Mulai dari akidah umat, pendidikan, pergaulan, kesehatan terutama masalah ekonomi. Kapitalisme memang sengaja memiskinkan rakyat. Mereka mengambil semua hak rakyat. Hingga pada akhirnya rakyat terbebani dan harus ikut menanggung hutang penguasa. 

Hutang dengan sistem ribawi tak akan membawa keberkahan pada diri manusia. Karena sesuatu yang Allah haramkan tapi justru diambil maka malapetaka akan menimpa manusia. Hidup hampa seperti tak ada kenikmatan di dalamnya.

Satu-satunya solusi agar terbebas utang adalah kembali pada sistem yang mampu membuat manusia sejahtera tanpa terbebani hutang. Sistem apakah itu? Yakni sistem khilafah yang sudah terbukti selama berabad-abad dalam menyejahterakan manusia.

Khilafah akan memutus kerja sama dengan asing dan akan melunasi semua hutang tanpa riba agar mereka tak bisa menguasai dan kita tak akan patuh pada mereka. Khilafah akan mengelola segala sumber daya alam yang ada di bumi untuk diberikan pada rakyat. Karena itu semua hak-hak rakyat yang seharusnya mereka miliki bukan justru diberikan pada asing atau dikorupsi. Sistem khilafah mewujudkan negara dengan APBN tanpa hutang. Karena sejarah telah membuktikan bahwa khilafah bebas hutang, akan tetapi pembangunan dilakukan di wilayah yang sangat luas.

Begitulah luar biasanya ketika berada dalam naungan khilafah. Khilafah tak akan membiarkan rakyat kelaparan dan menderita atau terbebani dengan hutang. Khilafah akan memberikan segala kebutuhan rakyat. Karena fungsi pemimpin dalam khilafah adalah untuk mengurusi urusan umat bukan sebaliknya.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top