Oleh : Nisa Rahmi Fadhilah

(Member AMK)


Awal tahun baru disambut dengan banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengirimkan pesan tertulis melalui SMS kepada warga Kabupaten Bandung pada tanggal 08 Januari 2021, memberikan imbauan agar melihat situasi dan tetap siaga mempersiapkan diri untuk mengamankan barang penting serta evakuasi ke tempat umum, karena pada tanggal 09 Januari 2021 berpotensi banjir. (Jabarnews, 08/09/21)

Hal ini disebabkan karena resapan air sudah semakin menipis bahkan pepohonan yang ditanam sebagai pembatas jalan raya, tanahnya diberi semen. Kemudian lahan resapan terbaik dipakai membangun bangunan seperti hotel, kafe, villa dan lain-lain. 

Lalu salah satu penyebab terjadiya banjir yaitu sungai-sungai memiliki daya tampung yang sedikit dikarenakan terjadinya sedimentasi yang tebal sehingga menutupi setengah kedalaman sungai. Jadi ketika hujan lebat datang, air otomatis meluap disertai sampah sehingga terjadi sumbatan yang cukup landai ketinggiannya. Maka dari itu, BPDB (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) berencana mengeruk sedimentasi dan memasang pintu-pintu air. (Dara, 05/09/21)

Walaupun melakukan langkah pengerukan secara besar-besaran tetapi tidak adanya resapan air yang baik, maka banjir akan terus hadir setiap tahunnya. Terlebih lagi melihat kepentingan kapitalis yang terus melakukan pembangunan tanpa memperhatikan wilayah.

Langkah yang harus diterapkan agar dapat mengatasi banjir yang selama ini terjadi setiap tahunnya yaitu melakukan pembenahan wilayah secara menyeluruh mulai dari resapan air, tampungan air, sampah dan lain-lain.

Tetapi hal ini sulit diterapkan karena di sistem yang seperti ini banyak sekali pembangunan tanpa memperhatikan amdal. Mereka hanya memikirkan keuntungan dibanding keselamatan.

Dalam sistem Islam, ini merupakan permasalahan yang harus segara ditangani. Tata kota harus diperhatikan setiap daerahnya dalam masalah amdal. Seperti halnya tempat resapan air, membuat bendungan yang memenuhi, saluran air harus selalu diperhatikan, terus melakukan penghijauan, tidak menebang pohon sembarangan, melestarikan hutan sebagai pusat penyerapan air dan sebagainya.

Ini semua akan terlaksanakan jika Islam diterapkan pada kehidupan kita secara sempurna dalam satu institusi. Karena Islam akan mengurus semua aturan termasuk tata kota bebas banjir. Keselamatan rakyat nomor utama dibanding kemaslahatan ekonomi. Ketika ada yang melanggar akan diberi peringatan bahkan hukuman yang membuat jera, sehingga tidak akan ada yang melakukan lagi. 

Wallahu a’lam bishshawab.

 
Top