JANGAN GENTAR MELAKUKAN AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR



Oleh : Ummu Yusuf


Setiap perintah Allah SWT pasti membawa kebaikan dan kemanfaatan serta setiap larangan-Nya pasti membawa keburukan dan kemadaratan. Untuk memastikan hukum Allah SWT tegak, Islam memiliki perangkat berupa dakwah dan amar makruf nahi mungkar  yang wajib dijalankan. 

Pelaku kemungkaran atau kezaliman bisa siapa saja (Individu, kelompok, atau penguasa) dan dimana saja. Kemungkaran individu, menurut Imam al-Ghazali dalam Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn, bermacam-macam dan berbagai tempat. Kemungkaran juga bisa dilakukan secara berkelompok, seperti kelompok sekular yang menyebarluaskan ide, program atau langkah yang menyalahi Islam. Kemungkaran bisa juga dilakukan oleh penguasa. Bahkan dengan kadar yang jauh lebih besar dan lebih luas. Misalnya, saat penguasa menjadikan sekularisme sebagai dasar kehidupan bernegara, menolak syariah Islam, menjalankan sistem demokrasi dan kapitalisme serta mereka pun melakukan kriminalisasi kepada ulama dan organisasi Islam dengan cap radikal. 


Amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban penting dalam Islam dan mengandung banyak keutamaan.  Di antara keutamaannya, amar makruf nahi mungkar merupakan ciri khas kaum Mukmin sekaligus menjadi ciri umat terbaik. Kemuliaan umat Muhammad saw  juga antara lain karena amar makruf nahi mungkar yang mereka lakukan. Sehingga selama berpegang teguh dan memelihara ciri khasnya, yaitu amar makruf nahi mungkar, umat Islam pasti menjadi umat terbaik. Sebaliknya, jika umat Islam meninggalkan amar makruf nahi mungkar, akan lenyaplah predikat agung itu dari diri mereka. 


Meninggalkan amar makruf nahi mungkar akan menimbulkan bahaya yang besar. Allah SWT akan mendatangkan azab-Nya kepada semua pihak, baik pelaku kemungkaran ataupun bukan. Suatu kemungkaran yang terjadi di muka bumi, jika tidak ada seorang pun yang berusaha mengubahnya, akan menyebar dan kerusakan pun akan meluas. Jika kondisi sudah demikian, azab Allah SWT akan diturunkan kepada seluruh komponen masyarakat. Umat  Islam wajib melakukan amar makruf nahi mungkar terhadap siapapun pelaku kezaliman atau kemungkaran; baik individu, kelompok maupun penguasa. Jika kewajiban ini ditinggalkan, akan muncul siksaan atau cobaan yang menimpa secara umum.


 Meninggalkan amar makruf nahi mungkar juga bisa menjadi penyebab doa tidak dikabulkan.

Amar makruf nahi mungkar bukanlah tanpa tantangan dan hambatan.  Perubahan yang diharapkan dari aktivitas amar makruf nahi mungkar tak selalu terjadi dalam waktu cepat.  Di sinilah diperlukan sikap sabar dan istiqamah. Niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT adalah kunci penting dalam membangun sikap sabar dan istiqamah. Jika kemungkaran telah tampak secara terbuka di tengah masyarakat dan tidak ada yang berusaha menghentikannya maka basis-basis kemungkaran akan terbentuk, komponen-komponennya akan menguat, eksistensinya akan semakin tampak dan jaringannya semakin meluas.  


Kemungkaran yang telah eksis dan memiliki basis yang kuat menyebabkan para pelaku kemungkaran akan merasa di atas angin. Mereka lalu berusaha mempengaruhi berbagai pihak agar kemungkaran yang mereka lakukan diakui dan diikuti oleh orang lain. 


Apalagi jika kemungkaran dan kezaliman tersebut dilakukan oleh penguasa dengan berbagai perangkat kekuasaannya. Mereka akan menggunakan simbol, narasi dan tindakan, baik dengan halus maupun kasar, untuk mempengaruhi rakyatnya sehingga kemungkaran dan kezalimannya tetap berlangsung dan merajalela.  Akhirnya, kerusakan pun semakin parah dan merebak di berbagai bidang kehidupan, tempat dan waktu.Jika hal ini terjadi, tidak ada pilihan lain,  umat Islam wajib bersungguh-sungguh melakukan amar makruf nahi mungkar dengan penuh keberanian tanpa keraguan dan rasa segan.