Oleh : Tri Rahayu, S.TP

Islam adalah ajaran yang universal dan komprehensif. Islam agama satu-satunya yang di ridhai oleh Allah Swt untuk menjadi sistem kehidupan kaum muslimin di atas muka bumi ini. Sebagaimana firman Allah :"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (TQS. Ali ‘Imran [3]: 19).


Islam sebagai inspirasi terbaik karena bersumber dari wahyu Allah, sehingga mampu merespon dinamika persoalan sepanjang waktu. Artinya, Islam bukan ajaran yang kuno, sebab islam mampu menyelesaikan problematika umat manusia sejak jaman nabi hingga jaman sekarang. Inilah yang menjadi tugas seorang ulama atau mujtahid untuk melakukan proses ijtihad, yaitu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menggali hukum-hukum syara’ terhadap persoalan-persoalan yang baru muncul.


Sebagai muslim, jelas Islam telah memberikan inspirasi dahsyat tentang bagaimana manusia menjalani kehidupannya. Tidak hanya untuk hidup hari ini di dunia, tetapi kelak di akhirat juga. Maka, tak hanya inspiratif, Islam juga visioner. Juga tak hanya sebagai inspirasi.

 

Sejatinya Islam adalah petunjuk (aturan) dari Allah Swt yang diturunkan melalui sosok Rasulullah saw. yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Mencakup hubungan manusia dengan Allah, dirinya sendiri dan manusia lainnya. Inilah keunikan Islam dibanding ajaran lain. Sebagai ajaran yang universal dan komprehensif, tidak tepat jika kita mengatakan bahwa agama islam ini hanya menjadi inspirasi saja, tetapi juga menjadi aspirasi sekaligus solusi dalam seluruh aspek kehidupan.

 

Dalam KBBI, aspirasi dimaknai harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang. Jika demikian, Islam tentu ajaran yang berisi aspirasi. Mengandung harapan dan mengajarkan tujuan bagi pemeluknya untuk keberhasilan hidup dunia akhirat. Begitupun saat mendalami praktik penerapan Islam pada masa Rasulullah saw. dan sahabat, serta khalifah-khalifah setelahnya, kekuasaan Islam membuka ruang bagi warga negara menyampaikan aspirasinya. Berupa harapan, keinginan, masukan, bahkan yang bernada kritikan dari rakyat terhadap pemimpinnya. 


Ini bukanlah hal tabu dalam fragmen kekuasaan Islam. Sesuatu yang sulit ditemui dalam model kekuasaan represif saat ini, ketika kritik dimaknai sebagai anti loyal dan permusuhan. Cukuplah kisah Amirul Mukminin Umar bin Khattab yang "mengalah" terhadap kritik seorang wanita lantas meralat kebijakannya yang membatasi jumlah mahar, sebagai contoh bahwa Islam adalah ajaran aspiratif. 


Begitu indah fragmen hubungan pemimpin dan rakyat dalam sistem Islam. Pemimpin yang begitu legowo menerima kritikan dari rakyatnya. Tanpa gengsi, Umar mengakui kebenaran ucapan wanita tersebut di depan muka umum. Dan sebagai rakyat, wanita tersebut telah melakukan kewajiban meluruskan kekeliruan pemimpinnya. 


Selain sebagai inspirasi dan aspirasi, isilam pun haruslah sebagai solusi kehidupan. Sebab, Allah tidak akan pernah memberikan permasalahan atau ujian kepada para hamba-Nya tanpa ada solusi yang ditawarkan. Konsep atau idealisme Islam adalah akidah Islam, yang menjadi landasan dalam membentuk sudut pandang kehidupan yang sahih. Yakni “terbentuknya rahmat bagi seluruh alam” sebagaimana Allah Swt. menegaskan dalam firman-Nya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”. (TQS. Al-anbiya (21): 107)


Hal tersebut dilakukan langsung oleh Baginda Nabi saw, dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan diteladani para khalifah selanjutnya. Menghasilkan dunia dilimpahi keberkahan dan kesejahteraan juga kemuliaan, khususnya dua pertiga dunia yang menjadi bagian dari wilayah kesatuan Islam.


Dalam mensejahterakan rakyatnya, konsep dalam Islam adalah Islam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyat hingga tataran sejahtera per individu. Tercukupi pangan, sandang dan papan. Selain itu, dari sisi pendidikan dan peradaban Islam di masa jayanya sukses menjadi mercusuar tertinggi dunia. Bahkan menjadi kiblat bagi orang-orang Barat. Pendidikan dengan segala fasilitas yang dibutuhkan akan ditanggung penuh oleh negara, mulai dari skala TK hingga Perguruan Tinggi. Bahkan para pelajar berprestasi akan mendapatkan reward seberat prestasi yang diraihnya. Wajar akhirnya lahir banyak ilmuwan handal di berbagai bidang dengan tingkat ketakwaan yang tinggi kepada Rabbnya.


Konsep keamanan dan kenyamanan hidup berdampingan antar warga negara dari berbagai keberagaman baik agama, ras, suku, bahasa, juga tak kalah menakjubkan. Islam sejak mewujudnya dalam bentuk sebuah konstitusi di Madinah yang diprakarsai oleh Rasulullah saw.


Umat Islam tidak hanya menjadi satu-satunya penduduk Madinah saat itu. Ada Yahudi, Nasrani, orang-orang munafik, dan para penyembah berhala. Hal tersebut mampu disatukan oleh Rasulullah saw. dalam Piagam Madinah dengan basis kebebasan beragama, persamaan, solidaritas, tolong-menolong dan toleransi. Selain itu Islam juga berhasil menjadi pelopor dalam penghapus penindasan, kezaliman dan penjajahan di dunia. Semua ini tidak hanya sebagai konsep tapi telah terbukti terwujud nyata, selama 13 abad kepemimpinan Islam di muka bumi. 

Wallahua’lam bishawab 

 
Top