Oleh : Sherly Agustina, M.Ag

(Kontributor Media dan Pemerhati Kebijakan Publik)


"Fenomena artis hijrah dan gelombang mualaf di dunia serta beberapa menjadi pendakwah. Misalnya, Yvonne Ridley seorang jurnalis Inggris-Eropa, Michael Moore pemhuat film, Oliver Stone produser film. Bahkan ipar Tony Blair, Laureen Booth menjadi mualaf bertolak belakang dengan iparnya. Islam telah menjadi inspirasi yang luar biasa bagi para mualaf salah satunya."

Dilansir oleh Antaranews, Menteri Agama RI yang baru saja menggantikan  Fachru Razi, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan dan mengajak masyarakat di Tanah Air agar menjadikan agama sebagai sebuah inspirasi bukan aspirasi. Menurutnya, jika Islam dijadikan sebagai sebuah aspirasi khawatir mengganggu kemajemukan yang ada di negeri ini. Apalagi jika dilakukan oleh orang yang tidak tepat (27/12/20). 

Islam Agama Paling Toleran

Benar, Islam agama yang penuh inspirasi. Bahkan mampu menginspirasi siapapun baik di kalangan muslim ataupun non muslim. Hingga gelombang mualaf di dunia tak dapat dihindari pasca serangan opini negatif ke dunia Islam. Mungkin ini bagian dari skenario dan makar Allah yang tak pernah diduga. 

Namun, benarkah Islam hanya sekadar inspirasi saja, dan benarkah konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat di negeri ini karena menjadikan Islam sebagai aspirasi? Tentu ini menjadi pertanyaan, karena bukankah Islam adalah agama yang damai di sepanjang sejarah. Walaupun umatnya menjadikan Islam sebagai inspirasi dan aspirasi.

Islam agama paling toleran, Allah begitu tegas menyatakan dalam firman-Nya, "Tidak ada paksaan dalam beragama" (TQS. al Baqarah : 256). Di ayat lain, Allah pun menegaskan bahwa, "Bagimu agamamu bagiku agamaku" (TQS. al-Ikhlas : 6). Lantas, siapa yang membuat opini negatif tentang Islam seolah-olah pembuat konflik? 

Jika berbicara fakta, di Madinah berdampingan kafir dzimmy dengan muslim. Hidup rukun dan damai, selama diatur oleh aturan Islam. Sejarah telah mencatatnya, siapapun yang jujur terhadap sejarah pasti akan mengakuinya. Seorang sejarawan Barat pun mengakui bahwa Islam agama yang memiliki toleransi luar biasa di masa khilafah. Thomas Walker Arnold (Sejarawan Kristen) misalnya mengatakan: 

"The treatment of their Christisn subject by of Ottoman emperors--at least for two centuries after their conquest of greece--exhibits a toleration such as was at that time quite uknown in the rest of Eroupe (Perlakuan terhadap warga Kristen oleh Pemerintahan Khilafah Turki Utsmani--selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani--telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa)."( The Preaching of Islam : A History of Propagation Of The Muslim Faith,1896,hlm. 134)

Sejarawan Barat yang beragama Kristen saja mengakui Islam agama yang menjunjung tinggi toleransi. Mengapa sebagai umat Islam, memberi kesan Islam tidak toleran dan pembuat konflik. Walau yang dituju adalah kelompok tertentu, maka yang menjadi dasarnya adalah apakah akidah Islam tetap menjadi dasar kelompok tersebut. Lalu, apakah aktivitasnya bertentangan dengan Islam. Ini yang menjadi patokan, bukan yang lain.

Sebaiknya umat Islam berhati-hati apakah ada upaya adu domba di antara umat Islam agar terpecah belah. Lebih parahnya, agar umat Islam meninggalkan ajarannya sedikit demi sedikit. Ingat, ukhuwah Islam adalah sesuatu yang penting. Sama pentingnya menjaga ajaran agama tetap utuh tanpa tercederai oleh virus apa pun. 

Islam Agama Solutif 

Lebih dari itu, Islam solusi semua permasalahan yang terjadi. Karena agama Islam dari Allah, maka pasti Allah memberikan aturan untuk manusia di dunia. Agar berjalan sesuai dengan sunnatullah, dan menebar rahmat ke seluruh alam. Spirit Islam dalam dakwah dan jihad pun ialah menebar rahmat ke seluruh penjuru dunia. Menjamin kesejahteraan warganya baik Islam maupun kafir dzimmy di bawah naungan khilafah. 

Bisa dilihat pandemi yang terjadi saat ini, demokrasi telah gagal mengatasi pandemi. Krisis bahkan resesi tak dapat dihindari. Penanganan wabah yang lambat, tak terarah dan tak jelas sumber rujukannya membuat pandemi masih betah hingga saat ini. Korban sudah banyak, para nakes pun berjatuhan. Tata kelola keuangan yang kacau, membuat kondisi di negeri ini makin parah.

Utang menjadi solusi, padahal ketika berutang belum tentu masalah terselesaikan. Apalagi jika gali lobang tutup lobang. Lebih parah lagi, jika terus menggali lobang tanpa tahu bagaimana menutup lobang. Permasalahan yang begitu sistemik ini tak bisa ditangani oleh aturan yang dibuat manusia. Maka, tak ada pilihan lain selain Islam agama yang telah Allah turunkan untuk hamba-Nya sebagai bentuk kasih sayang Sang Pencipta dan Pengatur. 

Islam sudah lengkap memiliki solusi bagaimana menangani wabah. Bagaimana tata kelola keuangan yang berpusat di Baitul Maal. Pemasukan salah satunya dari kepemilikan umum dan negara, semua aset negara yang masuk kategori tersebut dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Sudah cukup kerusakan yang terjadi, saatnya memperbaiki dengan Islam. Firman Allah, "Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (TQS. al Maidah : 50).

Allahu A'lam Bi Ash Shawab.

 
Top