Oleh : Endang Seruni

(Muslimah Peduli Generasi)


Surga di bawah telapak kaki ibu, kata-kata yang sering kita dengar. Menunjukkan bahwa kita sebagai anak sudah sepatutnya berbakti kepada ibu. Berbeda yang terjadi di Demak Jawa Tengah.

Seorang ibu berinisial S, dilaporkan anak kandungnya ke polisi, hanya gara-gara baju. A anak kandung S marah dan mendorong sang ibu hingga jatuh. Ketika berusaha bangkit sang ibu tanpa sengaja, tangannya menyentuh pelipis anak. Terbukalah pelipis sang anak.

Luka ini divisum, dan hasilnya digunakan untuk melaporkan ibunya ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. (detiknews, 9/1/21)

Di Lombok Nusa Tenggara Barat, M (40 tahun) melaporkan ibu kandungnya ke polisi, karena masalah motor. Akan tetapi laporannya ditolak oleh Kasad Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono. Dan memerintahkan anggotanya untuk tidak menindaklanjuti kasus ini.  (Tribunnews.com, 29/6/2020)

Inilah yang terjadi di negeri yang mengemban sistem demokrasi kapitalis, menjadikan manfaat sebagi tolok ukur dalam kehidupan. Anak yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom orangtua justru memilih penjara untuk menyelesaikan masalah keluarga. 

Penghormatan terhadap ibu lenyap, tertutup oleh sedikit kesalahan yang dilakukan oleh orangtua.

Inilah generasi sekuler yang bersikap dan berperilaku semaunya sendiri tanpa berpikir panjang, bahwa pengorbanan ibu sangatlah besar. Bertaruh nyawa melahirkan, dengan ikhlas merawat anaknya hingga dewasa.

Akidah kapitalis yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Wajar jika banyak masyarakat yang kurang memahami atau mengerti ajaran agama mereka sendiri. Agama adalah sebatas ritual semata, tidak boleh dicampuradukkan dalam kehidupan. Inilah persepsi yang salah. 

Padahal agama akan menuntun kita dalam menjalankan kehidupan yang sesuai dengan perintah Allah.

Di dalam sistem Islam, Islam tidak hadir hanya sebagai agama, tetapi merupakan aturan dan tatanan hidup manusia. Yang mengatur seluruh kehidupan manusia juga menjadi sumber solusi dari seluruh permasalahan manusia.

Islam memerintahkan agar anak menghormati dan memuliakan orangtua terutama ibu. Seperti firman Allah Swt., "Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orangtuanya, ibu telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Kulah kalian kembali. (TQS. Lukman: 14)

Islam juga mengajarkan agar melakukan hal-hal yang disukai oleh orangtua, selama hal itu tidak melanggar syariat. Seperti hadis Rasulullah, "Rida Allah berada pada rida orangtua dan murka Allah berada pada murka orangtua." (HR. Tirmidzi & Al Hakim)

Dalam Sistem Islam Pendidikan Diutamakan

Tsaqofah Islam diajarkan di sekolah, sehingga anak-anak berperilaku dan bersikap sebagaimana Islam mengajarkan. Hal ini tak terlepas dari peran negara yang mengutamakan pendidikan dengan pemahaman agama, sehingga generasi yang dilahirkan tidak hanya mendalami ilmu dunia semata, namun juga paham akan ilmu akhirat.

Sehingga mereka tidak akan berpikir dan berperilaku semaunya sendiri, apalagi sampai tega memenjarakan ibu kandungnya. 

Rasulullah mengajarkan berbaktinya anak tidak hanya ketika orangtua masih hidup namun ketika mereka wafat pun, kita tetap harus berbakti. Semisal mendoakan mereka, menyambung tali silaturahmi dengan kawan karib mereka dan lain-lain.

Demikianlah Islam mengatur dan mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi generasi yang patut dibanggakan bukan menjadi generasi yang menghadiahi sang ibu dengan penjara, Nauzubillah. Wallahu a'lam bishshawwab.

 
Top