Corona Melanda, Vaksinasi Dinanti


Oleh : SW. Retnani, S.Pd.

Pendidik Generasi


Wabah Covid-19 yang masih terus menyerang seluruh dunia, menjadikan sebagian besar penduduk bumi ini berupaya berbagai macam cara untuk menghindarinya. Salah satunya adalah dengan vaksinasi. Pencegahan tertularnya virus Corona dengan cara vaksinasi, sangat dinanti oleh semua kalangan. Beberapa negara bahkan telah menggelontorkan dana yang tak sedikit agar bisa memproduksi vaksin pencegah virus Corona. Negara-negara adidaya yang tengah mengembangkan vaksin virus Corona antara lain Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Perancis, Norwegia. Indonesia yang terkenal dengan julukan Negeri Zamrud Khatulistiwa, tak mampu memproduksi vaksin sendiri. Terganjal oleh keuangan Indonesia yang masih defisit. Karena itulah, penguasa negeri ini lebih memilih mengimpor vaksin dari China yang kemudian rencananya akan diperjualbelikan pada rakyatnya.

Rezim ini tengah memilah-milah, siapa dulu yang akan dilayani dalam pemesanan vaksin Covid-19. Sebagaimana dilansir oleh www.dara.co.id, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mulai melakukan persiapan untuk kedatangan vaksin Covid-19 dengan melakukan pendataan terhadap fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Bandung.

Sangat memilukan, negeri terbesar seantero jagat raya ini tak bisa memproduksi vaksin virus Corona sendiri. Padahal, Sumber Daya Manusia (SDM)nya memenuhi kriteria, sebab banyak dokter, ilmuwan dan para peneliti siap memproduksi vaksin virus Corona di Indonesia. Sumber daya alam yang melimpah pun mencukupi untuk mendanai penelitian ini. Namun sayangnya, sistem kapitalisme-demokrasi menjadikan para penguasa negeri ini bersifat pragmatis dalam seluruh aspek. Yang bikin geram lagi, penguasa negeri kita ini mendatangkan vaksin virus Corona dari China. Dimana faktanya, vaksin Cinovax yang diproduksi China, malah tidak digunakan oleh Negeri tirai bambu ini. Penguasa China sendiri memilih mengimpor vaksin Corona yang diproduksi oleh Negeri Paman Sam.

Lihatlah, Amerika Serikat yang menjadi penguasa terbesar sistem kapitalisme-demokrasi, pasti akan memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini untuk meraup keuntungan materi yang sebesar-besarnya. Vaksin virus Corona yang sedang dinanti masyarakat dunia, akan dijadikan alat Amerika Serikat untuk menguasai dunia, terutama negeri-negeri kaum muslim. Seperti Indonesia dan yang lainnya.

Tak hanya itu, kita sebagai kaum muslim juga harus paham bahwa melakukan hubungan kerjasama ataupun hubungan dagang dengan China dan Amerika Serikat hukumnya adalah haram. Mengapa? Karena China dan Amerika Serikat termasuk ke dalam golongan kafir Harbi yaitu nonmuslim atau kafir yang memusuhi, menganiaya serta membunuh umat Islam. Masih lekat dalam ingatan, bagaimana penderitaan umat Islam Uighur yang dibantai oleh penguasa China. Begitupun dengan umat Islam Palestina yang dibantai oleh teman dekat Amerika yakni Israel. Tak hanya itu, penderitaan umat Islam di Irak pun menjadi saksi kekejaman sistem kapitalis-liberalisme yang disebarkan penguasa Negeri Paman Sam ini. Bahkan, Amerika dan China selalu ikut campur dalam pemerintahan di Indonesia, hingga negeri ini tak memiliki intervensi dan kekuatan sebagai negara yang merdeka. Kebijakan rezim selalu mengutamakan kepentingan kedua negara adidaya ini. 

Ironis, demokrasi yang selalu menebarkan slogan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, hanya manis di bibir saja. Sangat jauh berbeda dengan sistem Islam yang telah nyata menganyomi umat selama 13 abad. Dua pertiga bagian bumi pun menjadi saksi kesejahteraan negara yang berlandaskan sistem Islam.

Sungguh, vaksinasi di tengah pandemi seperti saat ini akan sangat mudah dijalani bila negeri-negeri kaum muslim mau menerapkan syariat Islam secara kafah dalam kehidupan individu, masyarakat dan bernegara. Syariat Islam yang diterapkan dalam sistem Islam akan mewajibkan negara menyediakan fasilitas kesehatan yang halal dan aman. Negeri-negeri kaum muslim akan memproduksi sendiri vaksin pencegah wabah. Negara akan memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakatnya. Layanan kesehatan umat dijamin oleh negara, umat akan mendapatkan jaminan pendidikan, kesehatan, keamanan oleh negara.

Sedangkan, masyarakat yang tidak mampu akan ditanggung kebutuhannya oleh negara. Jadi, sistem Islam akan menyiapkan dan menjadikan seorang pemimpin yang amanah, adil dan bertanggung jawab. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, kebijakan pemimpin dalam mengurusi kebutuhan umat sangatlah menentukan sejahtera atau tidaknya penduduk suatu negeri.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya:  "Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya." (HR. Al-Bukhari)

Tidak seperti sistem kapitalisme-demokrasi yang menjadikan pemimpin yang tidak bertanggung jawab, pemimpin yang berlepas tangan akan kesulitan, penderitaan dan kebutuhan masyarakatnya. Bahkan sistem kapitalisme-demokrasilah yang mengarahkan pemimpin untuk bisa memanfaatkan masa pandemi agar mendapatkan keuntungan materi. Seperti, adanya wacana vaksin virus Corona yang diperjualbelikan, telah membuat masyarakat miskin kecewa.

Sistem demokrasi-liberal menjadikan umat sengsara, apalagi di tengah wabah Covid-19 yang semakin merajalela.

Dengan demikian, jaminan kesehatan yang terbaik dan termasuk adanya vaksinasi gratis di masa pandemi hanya bisa kita harapkan bila negeri ini menerapkan syariat Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a'lam bishshawab.