Cara Pelihara Semangat Belajar Mengajar Menggelora


Oleh : Umi Rizkyi

(Komunitas Setajam Pena)


Pandemi hampir satu tahun berlalu. Korban terpapar pun semakin menambah. Bahkan akibat pandemi ini seluruh aktivitas kehidupan terdampak. Tak terkecuali kegiatan belajar-mengajar. Dulu harus dilakukan di sekolah, sekarang harus di rumah.

Di sinilah mulai muncul masalah baru. Orangtua dipaksa mengajar anaknya sendiri. Minimal mengawasi dan mendampingi anak-anaknya. Bahkan situasi belajar yang demikian membuat anak jenuh dan bosan. Sekarang, apa yang harus dilakukan oleh orantua agar kondisi belajar menjadi menyenangkan. Adapun hal-hal yang harus dilakukan antara lain:

Pertama, kita harus menciptakan suasana belajar yang baik dan menyenangkan. Maka dari itu kita harus tanamkan pada diri anak bahwa belajar/menuntut ilmu itu sebuah kewajiban. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya, "Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah)

Selain itu, kita harus memberikan pemahaman kepada anak kita tentang keutamaan ilmu. Sesuai firman Allah Swt. tentang keutamaan orang yang berilmu dalam QS. al-Mujadalah ayat 11. Di sana dijelaskan tentang derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu.

Demikian pula dengan menanamkan pada anak akan pentingnya belajar dengan sebaik-baiknya. Kita tidak bertumpu pada hasil belajar, namun kesungguhan dalam belajar dan berusaha sebaik-baiknya.

Sesungguhnya anak itu tergantung rangsangan orangtua terhadap anak, agar semangat belajarnya tetap menggelora antara lain:

1) Menyediakan tempat belajar yang menarik dan nyaman untuk anak.

2) Jauhkan anak dari hal-hal yang bisa mengalihkan fokus belajar, misal televisi, HP, radio dan lain-lain.

3) Membuat kesepakatan jam belajar  dengan anak.

4) Kita harus tetap mengevaluasi semangat anak.

5) Tetap menerapkan solusi sesuai dengan penyebabnya. Misal, waktu anak mengantuk harus memberi waktu anak istirahat dulu.

6) Memberikan rangsangan positif pada anak. Misalnya, kita ceritakan kisah-kisah inspiratif, seperti kisah nabi, sahabat, pejuang Islam dan lain-lain.

7) Menciptakan suasana belajar yang mengasyikkan dan menyenangkan.

8) Membangun mimpi yang ingin diraihnya.

9) Selalu memberi apresiasi kepada anak. Bisa dengan perhatian dan pujian.

Hal yang tidak kalah pentingnya ialah kita harus berusaha ikhlas. Sebagai orangtua kita harus menyadari bahwa tugas utama kita adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak kita. Apalagi belajar saat pandemi ini, belajar dilakukan di rumah. Orangtua justru sangat berpengaruh pada keberhasilan belajar anak.

Jika kita sadari, sesungguhnya aktivitas ini merupakan investasi pahala tanpa henti. Sesuai sabda Rasulullah saw. tentang hal yang tidak akan terputus amalnya ketika ia meninggal. Salah satunya ialah ilmu yang bermanfaat dan doa anak saleh. Maka dari itu, inilah kesempatan kita untuk mendorong anak-anak kita agar taat dan patuh terhadap aturan agama.

Dengan demikian, maka akan terwujud kegiatan belajar yang produktif dan semangat selalu menggelora. Semoga kita sebagai orangtua yang beruntung, mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak kita. Sehingga akan mampu mencetak generasi yang taat dan patuh terhadap Allah Swt. Semoga kita diberi kemampuan dan kesempatan untuk mengamalkannya. Aamiin.

Wallahu a'lam bishshawab.