Oleh : Ani Hayati, S.H.I (Ummu Rozan)


Menjelang penutupan tahun 2020, beberapa apotek di Kota Kendari laris menjual alat kontrasepsi berupa kondom. Peningkatan penjualan kondom itu cukup drastis. Karyawati salah satu apotek di Jalan Sao-Sao, Kota Kendari, Yati (25) mengungkapkan kondom yang ada di tempatnya dalam beberapa hari menjelang perayaan tahun baru laris terjual hingga 2 kali lipat dibanding hari biasanya. Para pembeli berasal dari kalangan pekerja.

Kebetulan tempatnya berada di sekitar pusat perbelanjaan. Dia juga mengungkap, di antara para pembeli kebanyakan dari kalangan remaja baik laki-laki maupun perempuan. “Kebanyakan pembeli berbelanja di malam hari. ada juga di siang hari tapi hanya sedikit,” kata Yati, Pada hari biasa, tempatnya hanya menjual rata-rata 5 bungkus kondom. Itu pun kata dia, terjadi menjelang dan saat akhir pekan, seperti malam Jumat dan malam Minggu. (zonasultra.com. 31/12/2020)

Peredaran alat kontrasepsi bebas diperjualbelikan membuka celah adanya freesex. Selain karena sistem sosial yang buruk karena berbasis sekularisme, tidak adanya kontrol masyarakat dan peran negara dalam memberikan sanksi perzinaan tidak akan memutus mata rantai freesex.

Ketakwaan individu juga harus menjadi perhatian. Sistem pendidikan sekuler menghasilan generasi yang rusak, yang hanya berorientasi materi, tanpa memahami bagaimana seharusnya peran pemuda.

Dalam Islam sangat menentang freesex. Penjualan kondom akan diatur dengan tegas karena sebagai alat kontrasepsi, bukan pencegahan penyakit menular akibat seks bebas. Sistem yang diterapkan akan meniscayakan adanya sanksi tegas ketika ada sepasang jenis membeli kondom.

Islam sebagai rahmatan lil alamin pasti mempunyai aturan yang lengkap dan sempurna yang berlandaskan nash-nash syar’i yang dapat menyelesaikan semua permasalahan umat termasuk permasalahan remaja yang banyak muncul saat ini.

Sebagai agama yang sempurna Islam mempunyai seperangkat aturan yang akan menyelamatkan remaja dari pergaulan bebas yang bisa mengarah pada seks bebas. Untuk menghindari pergaulan dan seks bebas, Islam mencegahnya melalui Al-Qur'an. Misalnya, larangan mendekati zina

Dalam Islam pergaulan antar laki-laki dan perempuan diatur sedemikian rupa. Perbuatan yang bisa menghantarkan pada perbuatan zina (pacaran) saja sangat dilarang apalagi perilaku seks bebas. 


Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isra’ Ayat : 32, yang artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.

Agar terhindar dari maksiat, maka Islam mengatur kewajiban menutup aurat (QS Al Ahzab ayat 59), menundukkan pandanga (Surat An Nur ayat 30), tidak berkhalwat (hadis riwayat Imam Bukhari : "Janganlah sekali-kali pria dan wanita berkhalwat kecuali wanita itu ditemani mahromnya”), dan larangan bertabbaruj atau berdandan berlebihan (QS Al Ahzab ayat 31).

Seks bebas atau zina adalah jalan terburuk karena merupakan kebinasaan, kehancuran, dan kehinaan di dunia serta siksaan di akhirat Sementara itu, keberuntungan ada pada kemampuan menjaga kesucian diri. Tidak ada jalan menuju keberuntungan kecuali dengan menjaga kesucian.

Allah berfirman yang artinya:

 “Katakanlah kepada para laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangan dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangan dan memelihara kemaluan mereka….” (QS. an-Nur : 30-31) 

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

 
Top