Bencana Banjir Menyapu Habis Wilayah Kalsel



Oleh : Durrotul Hikmah 

(Aktivis Dakwah Remaja)


Kalimantan Selatan kini tengah dirundung duka. Pasalnya di awal tahun 2021, Kalsel mendapatkan kado pahit berupa bencana banjir. Hal ini menyebabkan hampir seluruh wilayah di Kalsel terendam. Namun sayang ucapan bela sungkawa bahkan empati tidak di tunjukkan oleh pemangku kebijakan. Hal ini menyebabkan jagat twitter dibanjiri dengan caption #KalselJugaIndonesia.


 Ini membuktikan bahwa pemerintah bersikap seolah tak terjadi apa-apa, meski faktanya sumber daya habis dikeruk oleh mereka. Apa yang terjadi dengan pemerintah saat ini mengapa Kalsel seakan diduakan?


Dari laporan Walhi, Kalsel Terdapat 814 lubang milik 157 perusahaan tambang batu bara, sebagian lubang berstatus aktif, dan sebagian lagi ditinggalkan tanpa reklamasi.  "Dari 3,7 Juta Hektar total luas lahan di Kalsel, nyaris 50% diantaranya sudah dikuasai oleh perizinan tambang dan kelapa sawit". Jelas Kis. (apahabar.com, 2/1/2021). Hujan deras yang merata selama beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab. Ada juga sebagian yang mengatakan bahwa penyebab banjir di Kalsel gara-gara pembabatan hutan Kalimantan. Kendati demikian, masifnya pembukaan lahan yang terjadi secara terus menerus juga turut andil dari bencana ekologi yang terjadi di Kalimantan selama ini. 


Ternyata bukan hanya itu saja menurut Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi diwilayah Kalimantan Selatan Pada 15-18 Januari. " Prospek tiga hari ke depan, hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan masih berpotensi hujan dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga lebat". Kata Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Syamsudin Noor Banjarmasin, (apahabar.com, 15/1/2021). 


Besarnya dampak yang terjadi menimbulkan pertanyaan apa penyebabnya. Salah satu potensinya adalah terjadi degradasi lingkungan, mulai dari lubang tambang yang tidak ada perbaikan hingga pembukaan lahan sawit yang kebablasan. Bencana hari ini mungkin saja diakibatkan karena Intensitas curah hujan yang tinggi, akan tetapi apakah penyebabnya hanya sekedar itu? mungkin saja ini juga diakibat karena kelalaian negara dalam mengurusi rakyatnya.


 Hal ini wajar karena itu merupakan salah karakter kapitalis sekuler yang mengambil langkah tanpa mempedulikan rakyatnya. Kapitalisme memandang sebuah bencana hanya sebagai fenomena alam, tanpa melihat akar masalah yang sebenarnya.

 

Fenomena alam yang terjadi adalah bukti nyata kerakusan kapitalis dalam mengambil hak rakyat, faktanya yang tengah terjadi di Kalsel saat ini. Sistem Kapitalisme membiarkan para korporasi kapital menggeruk tambang di Kalsel, mengambil sumber daya alam dan menghancurkan hutan Kalsel. Sungguh itu lah kenyataan bahwa kapitalis sangatlah rakus, mengambil hak rakyat untuk kepentingan mereka. Namun mereka lupa bahwa rakyat adalah pihak yang paling di rugikan.

Sistem kapitalis yang menggunakan asas manfaat, akan mengambil keuntungan dari rakyat tanpa menimbang kerugian yang akan di timbulkan . 


Bencana Alam sudah menjadi qadanya Allah Swt, namun dibalik itu semua musibah ini adalah teguran sekaligus peringatan agar kita senantiasa muhasabah diri (Intropeksi diri). Allah Swt berfirman dalam Q.S al Israa ayat 16 yang artinya " Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya". Itulah yang terjadi hari ini dimana manusia durhaka dengan melanggar aturan yang ditetapkan oleh Allah Swt. 


Kapitalisme menjadikan manusia lalai akan perintah Allah, pemimpin seakan menduakan hukum Allah. Mereka membuat aturan sendiri sesuai dorongan nafsu, tanpa melihat aturan yang sebenarnya. Akan tetapi bukankah akal manusia itu terbatas, lantas mengapa masih saja dijadikan aturan, sesungguhnya hanya aturan Allah lah yang sempurna, maka tidaklah perlu ditambah dan dikurangi. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah telah menyempurnakan islam, sehingga mereka (umat Islam) tidak perlu lagi menambah ajaran Rasul (selamanya) dan Allah pun telah membuat ajaran Islam itu sempurna sehingga jangan sampai dikurangi (selamanya). Jika Allah telah ridho, maka janganlah ada yang murka dengan ajaran Islam (selamanya). (Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thabari dalam kitab tafsirnya). 


Sebagai manusia sudah sepatutnya kita sadar bahwa hanya dengan aturan Allah lah yang akan membawa pada kedamaian. Sehingga harus menjadikan hukum Allah sebagai aturan yang mesti diterapkan oleh negara. Hendaknya kita melakukan Intropeksi sejauh mana kita telah benar-benar menaati seluruh perintah Allah Swt dan sejauh mana pula kita benar-benar telah menjauhi larangan-larangan-Nya. Dengan melakukan introspeksi, maka kita akan mengingat segala kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Intropeksi diri juga bisa membuat melihat kehidupan dengan perspektif baru. Yuk kita sama-sama Intropeksi diri dan kembali kepada aturan Allah yang sesungguhnya, sebelum murka Allah semakin besar. 


Wallahu a'lam bishawab