Oleh : Umi Kulsum.M.Ag.

Pengasuh Majelis Taklim dan Pengelola Yayasan Anak Yatim Yajamiu 


Alhamdulillah segala puji bagi Allah. Masih Momen hari ibu.

Kita sering mendengar pernyataan ‘surga di bawah telapak kaki ibu’ atau dalam bahasa Arabnya diucapkan dengan kalimat al-jannatu tahta aqdam al-ummahat.

Seorang ibu memiliki jasa yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun kepada anaknya.

Lantas, bagaimana anak bisa membalas kasih ibu, meski hanya seujung kuku?

Begitu landasan anjuran berbakti kepada ibu telah kuat, para anak pun tak luput dari ganjaran pahala jika berbakti. 

Imam Hasan al-Bashri bahkan pernah memberikan predikat pahala lebih tinggi jika anak membahagiakan dari pahala melaksanakan ibadah haji.

Sabda Rasul saw.:

"Makanlah bersama ibumu, sesungguhnya membahagiakan hati ibumu itu lebih utama daripada (pahala) haji yang sunnah."

Suatu ketika dia mendatangi Rasul dan bertanya,

”Wahai Rasulullah aku hendak berperang, namun aku datang untuk berkonsultasi. ‘Apakah kamu memiliki ibu?’, tanya Rasul. Sahabat tadi menjawab 'punya'. Rasul bersabda: ‘Berbaktilah kepadanya, karena surga itu di bawah kakinya (fainnal jannata tahta rijliha)'.” 

Makna hadis di atas adalah kita harus memiliki rasa rendah diri, kepatuhan, dan tidak membangkang kepada ibu, karena hal ini adalah faktor penyebab seseorang masuk surga.

Surga ada di telapak kaki ibu. Maknanya Kita harus menghormati ibu, karena beliaulah yang telah melahirkan kita, mendidik, serta membesarkan kita. 


Orangtua menjadi peran penting dalam tumbuh kembang anak.

Khusus untuk seorang ibu, mereka telah berjuang sangat keras sejak mengandung hingga membesarkan seorang anak.

Penyataan tersebut menggambarkan kalau kita semua harus berbakti kepada ibu.

Seorang ibu mendapatkan kedudukan tertinggi dalam Islam.

Ini telah dijelaskan dalam satu hadis:

''Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Rasul menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi saw. menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi saw. menjawab, 'Kemudian ayahmu'." (HR. Bukhari)

Di dalam hadis tersebut, nama ibu disebutkan sebanyak tiga kali dan ayah satu kali.

Surga di telapak kaki ibu adalah satu perumpamaan yang bahwasannya sebagai anak wajib menghormati tiga kali lebih baik ketimbang ayah.

Bukan berarti ayah tidak harus dihormati.

Tetapi, dalam bentuk jasa seorang ibu di sini jauh lebih besar pengorbanannya.

Dalam hal apa pun, sebagai seorang anak sudah seharusnya mementingkan kepentingan seorang ibu dibanding kepentingan pribadi.

Kita tidak boleh melawan, membantah, membentak, terlebih sampai menyakiti hati seorang ibu.

Seorang ibu dari orang-orang mukmin kelak di surga akan diberikan tempat tertinggi bersama dengan Nabi Muhammad saw.

Untuk itu, penting bagi kita semua untuk menyayangi ibu dan buatlah hari-harinya tersenyum bahagia atas setiap perbuatan dan perkataan yang diberikan untuk ibu.

Semoga kita bisa memuliakan ibu dan Allah membalas semua jasa-jasa ibu dengan kenikmatan di syurga.

Semoga kita diberikan kesehatan, kekuata, keselamatan dan rezeki yang luas dan berkah.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

 
Top