Oleh : Erni Setianingsih

Aktivis Dakwah Kampus


Di lansir Oleh katada.id tanggal 07 Desember 2020, Gadis 14 tahun asal Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima diperkosa pacarnya. Usai diperkosa pacarnya, korban juga digilir 3 teman pacarnya di semak-semak. Kasus dugaan pemerkosaan ini sudah dilaporkan ke Polres Bima Kota. Pacar korban berinisial JD (18) telah ditangkap. Sedangkan 3 temannya masing-masing berinisial AH, AM dan YS masih buron.


Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Hilmi M Prayugo menyampaikan, peristiwa itu terjadi tanggal 5 November 2020 sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu korban diajak pacarnya inisial JD untuk pergi ke rumah temannya.


Karena tidak terima diperlakukan seperti itu, korban bersama orang tuanya mendatangi Polres Bima Kota pada tanggal 21 November 2020 untuk melaporkan kasus tersebut.


Kasus ini sedang ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota, dan juga penyidik sudah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan alat bukti lainnya", Ucapnya.


Pelaku JD dijerat Pasal 81 ayat (2) atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016.

 

Kejadian seperti di atas merupakan gambaran yang sangat menyayat hati, pergaulan dengan bebasnya membawa ancaman bagi kau muda. Banyaknya fenomena pergaulan bebas adalah buah dari prinsip kebebasan yang diadopsi oleh generasi remaja saat ini. Remaja saat ini tidak memikirkan akibat yang akan terjadi ke depannya. Mereka hanya memikirkan kepuasan untuk memenuhi nafsunya.


Kasus seperti ini bukanlah yang pertama terjadi. Tapi sekian kalinya, Eksistensi remaja dinilai dari aktivitasnya di dunia maya. Potensi para pelajar seakan tereliminasi oleh perilaku yang kurang baik, hal itu disebabkan karena sebagian besar pelajar kurang pendampingan, pengawasan dan pembimbingan baik dari sekolah, guru dan juga orangtua. Ditambah lingkungan tempat hidup yang tidak peduli dan individualis, serta belum maksimalnya pengelolaan negara dalam pendidikan berkarakter. 


Semua kerusakan itu berawal dari pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Di sisi lain, pelajaran agama yang diajarkan saat ini hanya berpusat pada pelajaran seputar ibadah. Tidak menjelaskan materi yang membahas masalah pergaulan antara laki-laki dan wanita menurut kacamata Islam.


Fakta menunjukkan merebaknya kejahatan anak bukanlah disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor yang terlibat. Namun inti dari semuanya adalah sekularisme, liberalisme, dan kapitalisme.


Sekularisme menjauhkan agama dari pengaturan kehidupan. Sistem ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, semua digarap lepas dari agama. Tidak ada akidah yang menjadi tuntunan dan sekaligus rem bagi remaja dalam bertindak.


Liberalisme memberikan kebebasan pada remaja untuk melakukan apa saja yang disukainya. Begitupun media massa dan media sosial bebas mengekspos hal-hal membahayakan moral anak seperti pornografi dan pornoaksi. Sementara masyarakat semakin permisif, membiarkan individu melakukan apa saja dan mengabaikan fungsi kontrol sosial.


Kapitalisme, menjadikan ukuran dari kehidupan adalah materi sehingga mengabaikan faktor non materi seperti agama dan kasih sayang. Paham ini merusak tatanan dalam lingkup terkecil masyarakat yakni keluarga. Kesibukan orang tua termasuk ibu yang ikut bekerja mencari nafkah, membuat anak tidak terpantau dengan baik perkembangan moral dan agamanya.


Negara seharusnya mampu memutuskan kebijakan untuk menutup semua media ataupun fasilitas yang akan merusak generasi remaja saat ini. Seperti miras, akses video porno, membatasi komunikasi perempuan dan laki-laki.

Sistem sosial yang terjadi di sistem saat ini tidak memiliki aturan khusus dalam mengatur hubungan pria dan wanita dan sebaliknya, serta mengatur hubungan yang timbul di antara mereka karena hubungan tersebut. Hukum asal hubungan pria dan wanita di dalam Islam terpisah, kecuali dalam kondisi tertentu pria dan wanita boleh berinteraksi seperti di sekolah, kampus, lapangan, kendaraan umum. Tetapi ada aturanya wajib menutup aurat, menundukkan pandangan, menjaga kemaluan, tidak berhias berlebihan, tidak memakai minyak wangi.


Allah Swt. berfirman dalam QS An Nuur Ayat 31 – 32:


"Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”.


Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah perintah untuk laki laki dan perempuan mukmin agar senantiasa menjaga diri dan memelihara kehormatannya dengan jalan pergaulan yang sesuai dengan syariat islam.


Demikianlah gambaran umum bagaimana sistem sosial atau pergaulan diatur dalam sistem Islam. Aturan sedemikian rupa tidak dapat diaplikasikan jika sistem yang diadopsi saat ini adalah sistem demokrasi. Umat butuh sistem pemerintahan yang berlandaskan akidah Islam.


Wallahu’alam bi Ash-Shawwab

 
Top