Khilafah Mewujudkan Harapan Mengatasi Stunting


Oleh : Enung Sopiah


Tahukah anda apakah itu stunting? 

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan oleh asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Faktor lingkungan juga berperan menjadi penyebab stunting antara lain, status gizi ibu tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, juga disebabkan oleh genetik dan hormonal, dan sebagian besar disebabkan oleh malnutrisi. Faktor kemiskinan adalah penyebab utama dari terjadinya stunting pada anak. 

Seperti yang telah kita ketahui angka kemiskinan di Indonesia semakin meningkat dan tentu saja banyak faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan ini. Hal ini juga buah dari diterapkannya sistem demokrasi kapitalis yang tentu saja tidak akan berpihak kepada rakyat kecil, sehingga kesenjangan sosial semakin nampak jelas. Alih-alih pemerintah berusaha mengatasi atau mengurangi angka kemiskinan dengan berbagai macam bantuan tunai, tetapi semua itu tidak bisa menjadi solusi dalam mengentaskan kemiskinan. Apalagi pada kenyataannya bantuan-bantuan tersebut banyak yang salah sasaran dan bahkan menjadi lahan korupsi bagi para pejabat yang mengelola dana bantun sosial untuk masyarakat miskin.

Dilansir oleh Merdeka.com- Indonesia urutan ke-4 dunia dan kedua di Asia Tenggara dalam hal balita stunting. Pemerintah diingatkan melakukan evaluasi pembangunan keluarga, agar persoalan ini teratasi.

"Butuh kerja keras yang serius untuk menurunkannya. Pemerintah harus mengevaluasi pembangunan keluarga, karena hulu persoalan ada disana. Bagaimana kita dapat mencetak SDM unggul jika stunting masih menghantui calon generasi bangsa," kata anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan pers, Minggu (20/12).

Faktor kemiskinan adalah penyebab utama dan perkara ini akan terus terjadi manakala orientasi kehidupan adalah materi, kapitalisme yang merupakan buah dari sekularisme takkan pernah membiarkan agama masuk ke ranah publik secara menyeluruh. Semua berjalan atas azas manfaat saja. Islam agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan. Islam memandang persoalan ekonomi adalah persoalan yang sangat  penting. Tujuan yang hendak dicapai adalah memberikan pemenuhan kebutuhan pokok setiap warga negara baik muslim maupun nonmuslim. Dengan demikian titik berat sasaran pemecahan permasalahan dalam ekonomi Islam terletak pada permasalahan individu manusia. Pengelolaan sumber daya alam untuk memenuhi hajat hidup orang banyak diserahkan kepada negara untuk kepentingan rakyat bukan dikelola swasta atau pun segelintir orang.

Penerapan sistem Islam ini, salah satunya dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khaththab. Beliau pernah berkata kepada pegawainya yang bertugas membagikan shodaqoh, "Jika kamu memberikan maka cukupkanlah", selanjutnya beliau berkata lagi, "Berilah mereka itu sedekah berulang kali sekalipun memiliki seratus unta." Beliau menerapkan politik ekonomi yang memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan primer rakyat. Dan penerapan sistem Islam ini terus dilakukan oleh para khalifah yang lainnya setelah Khalifah Umar bin Khaththab. Di sinilah peran pemimpin yang melahirkan Khadimul Ummah, sehingga mampu mewujudkan pembangunan berorientasi keluarga dan pembangunan SDM unggul.

Wallahu a’lam bishshawab.