KEMBALIKAN KEPEMILIKAN UMUM PADA RAKYAT

 



Oleh : Rifka Nurbaeti, S.Pd

Pegiat Literasi

 

PT. Geo Dipa Persero akan memberi tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) sampai sekitar Rp40 miliar untuk Kabupaten Bandung. Hal itu terkait eksplorasi 12 sumur geotermal baru di wilayah tersebut. Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, pihaknya mendorong penuh optimalisasi energi geotermal di daerahnya. Soalnya geotermal merupakan sumber energi yang relatif ramah lingkungan, karena berasal dari panas bumi. Alhamdulillah, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bandung kembali mendapat kepercayaan dari salah satu BUMN, di mana Desember mendatang PT. Geo Dipa Persero akan menambah 12 eksplorasi sumur baru,” Kata Dadang di Soreang, Kamis (5/11/2020). Penambahan 12 sumur baru tersebut, kata Dadang, membuktikan bahwa potensi alam, khususnya energi geotermal di wilayah Kabupaten Bandung dapat terus dioptimalkan. 

Alih-alih untuk menambah 12 eksplorasi sumur baru, justru muncul permasalahan baru terkait dengan desakan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung untuk menyediakan hutan pengganti atas pembangunan sumur baru di Gunung Patuha. Anggota DPRD Kabupaten Bandung Tri Bambang Pamungkas mengatakan, hutan pengganti atas eksplorasi panas bumi mutlak harus dilakukan karena sudah menjadi kewajiban. Namun, hingga saat ini pihak PT. Geo Dipa belum member kejelasan di mana titik hutan pengganti tersebut. Dia juga mendorong agar Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup bertanggung jawab agar menegakkan aturan dan pengawasannya. Jangan sampai gara-gara keuntungan tidak seberapa tapi negara kehilangan hutannya. (ayobandung.com)

Kita tidak asing dengan salah satu film dokumenter yang cukup fenomenal di Indonesia, film itu berjudul "Sexy Killer" film tersebut menarasikan bahwasanya energi fosil khususnya batu bara cukup merusak tatanan lingkungan. Kualitas lingkungan hidup terdegradasi luar biasa parah. Lubang yang ditinggalkan dari hasil pengerukkan tambang batu bara cukup mengundang banyak korban jiwa. Reduksi parah keanekaragaman hayati terjadi di banyak tempat. Sangat banyak lokasi air tanah terus terkuras dan terkontaminasi. Polusi udara meningkat di banyak tempat dan berbagai bencana serta potensi bencana lanjutan terkait perubahan iklim global yang terus bermunculan. Adanya desakan dari Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung untuk menyediakan hutan pengganti atas pembangunan sumur baru bukan tanpa alasan. Disamping dampak negatif terhadap lingkungan terutama hutan dan juga dampak sosial masyarakat sekitarnya. Begitulah karakter pengusaha kapitalisme hanya mementingkan keuntungan tanpa memperhatikan akibatnya. Sementara, penguasa tidak mampu menindak tegas karena pengaruh pengusaha sangat besar pengaruhnya dalam pemilihan pemimpin.

Energi dalam segala bentuknya menurut pandangan Islam termasuk kebutuhan yang sangat vital dan mendesak dalam kehidupan umat manusia (min al-umur adl-dlaruriyyat). Nyaris tidak ada kehidupan tanpa energi. Oleh karena itu, haruslah memposisikan perwujudan energi ke dalam bagian dari tujuan syari'at Islam (maqashid asy-syari'ah) untuk pemeliharaan atau perlindungan jiwa (hifdh an-nafs) umat manusia. Pentingnya kehadiran energi, juga memposisikan energi ke dalam hak publik (haqq al-mujtama') yang harus dilindungi dan dikuasai oleh negara. Energi tidak boleh dilepas ke dalam hegemoni pasar bebas dan dimonopoli oleh swasta, yang berdampak pada kemudaratan bagi masyarakat. 

Negara dapat menggunakan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 untuk menguasai dan mengelola energi untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Wajib hukumnya bagi pemerintah untuk memfasilitasi ketersediaan energi yang dibutuhkan oleh rakyatnya dengan harga yang terjangkau, dan energi yang ramah lingkungan demi keberlangsungan kehidupan semesta.

Pola pengelolaan dan pengaturan energy akan dapat terealisasi dengan sebaik mungkin manakala umat kembali pada sistem Islam (Khilafah Islam). Karena Dalam sistem politik energi dalam pandangan Islam sangatlah jelas kepemilikannya, yakni sumberdaya energi merupakan salah satu jenis kepemilikan umum. Karena gangguan terhadap pemenuhan energi dapat menyebabkan kekacauan, perpecahan bahkan persengketaan di masyarakat. Hal tersebut dipertegas oleh hadits Rasulullah SAW dari Abu Kharras dari sebagian sahabat Nabi SAW, beliau bersabda, 

”Manusia itu berserikat (bersama-sama memiliki) dalam tiga hal : air, padang rumput dan api.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Dalam hadist yang diriwayatkan Ibn Majah dari Ibn Abbas ada tambahan,”Dan harganya haram”. Hadits  Khusus untuk api, Abdurahman Al Maliki dalam Politik Ekonomi Islam menyatakan bahwa yang dimaksud al-nar adalah bahan bakar dan segala sesuatu yang terkait dengannya, termasuk di dalamnya kayu bakar. 


Wallaahua'lam bishshawaab