Oleh : Rohmah SE.Sy


Berhubung waktu Natal atau Tahun Baru Masehi sudah datang tidak ada salahnya mulai kini mengingatkan sesama muslim.

Ini yang menyebabkan Buya Hamka memilih meninggalkan jabatan dunia, sebagai ketua MUI, ketika didesak pemerintah untuk mengucapkan selamat natal.

Meskipun anggapan hanya berupa kata-kata keakraban dan toleransi antar beragama. Banyak sekali muslim yang tidak paham dan tidak tahu akan konsep ilmu agama. Kebanyakan mereka paham akan ilmu-ilmu umum yang sifatnya tiada kekal, tidak ada gunanya, untuk keselamatan akhirat yang abadi nanti.

Toleransi itu diwujudkan kalau dalam pandangan Islam dengan membiarkan mereka (nonmuslim) memeluk agama selain Islam dan membiarkan mereka untuk beribadah serta untuk merayakan hari-hari yang menurut mereka hari besar.

Aku muslim. Kita yakin benar bahwa Allah Ta'ala Maha Tunggal. Telah dibuktikan kebenaran itu dengan akal, dirasakan dengan hati, dan dialami bersama jiwa kita.

Kita mengimani keberadaan Nabi Muhammad, juga Nabi Isa, dan nabi-nabi sebelumnya. Bahwa menuhankan Nabi Isa adalah sebuah kesalahan fatal.

Allah Ta'ala bahkan marah saat dikatakan memiliki anak. Dia mengungkapkan kemarahannya dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 88 sampai 92. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa langit hampir-hampir pecah, bumi terbelah, gunung runtuh, karena perkataan itu.

Maka, saat mereka memperingati suatu hari yang mereka percaya sebagai hari kelahiran anak Tuhan, sungguh rasa takut tidak berani untuk mengucapkan selamat kepada mereka.

Sebagai manusia lemah yang takut menghadapi kemarahan Allah di Yaumul Hisab kelak.

Sebagai bentuk peduli kepada saudara-saudara Nasrani, mengajak kepada engkau sekalian untuk bertaubat dari menyekutukan Allah dengan apa pun.

Seruan ini sifatnya hanya mengajak dan tidak memaksa.

Wajib menyampaikan apa yang kita dengar dari Allah melalui Al-Qur'an.

Kalaupun kalian tidak percaya pada ajakan dan tidak mengikuti, itu adalah keputusan kalian.

Kalaupun kalian tetap memperingati hari kelahiran anak Tuhan, silakan membiarkan dan tidak akan mengganggu.

Mungkin bagi sebagian orang kurang akal akan mengatakan bahwa  ini intoleran, tapi inilah kebenarannya. Di sisi Allah Swt., nilainya justru menunjukkan kerendahan akidah.

Bila pesan ini, bisa ditularkan ke yang lain, berarti kita telah berdakwah kepada orang banyak.

Selamatkan akidah keluarga kita dan saudara muslim lainnya.

"Lakum Diinukum Waliyadiin"

"Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. (QS. al-Kafirun : 6)

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top