Oleh : Liza khairina, 

Sumenep


Dari gelap menuju cahaya! Begitu kira-kira Alquran menggambarkan keadaan perubahan dunia begitu Islam masuk ke ruang manusia, lingkungannya, masyarakatnya dan seluruh negeri-negeri pengembaraan mereka. Perempuan, ya termasuk tentang perempuan yang tidak luput dari cerita kehidupan, peradaban dan perubahan. Dari gelap menuju cahaya! Perempuan terus tersorot kamera menjadi titik paling penting dalam perubahan dunia dari gelap menuju cahaya.


Sebelum Islam datang perempuan adalah makhluk sosial menjijikkan, sebagaimana bangsa Persia memperjualbelikan perempuan di pasar-pasar. Bangsa Hindustan menganggap perempuan adalah makhluk terlaknat, sehingga apabila suami-suami mereka meninggal dan dikremasi, maka para istri juga harus ikut dibakar. Bangsa Arab menjadikan para perempuan sebagai warisan. Apabila suaminya meninggal, maka dengan sendirinya si anak mewarisi ibunya dengan menjadikannya istri. Sungguh, perempuan menjadi budak nafsu dan tidak diperhitungkan dalam kancah sosial.


Begitu pula bangsa Romawi yang bersepakat pada abad ke-5 Masehi. Perempuan adalah makhluk hidup yang tidak mempunyai ruh dan bisa disamakan dengan barang. Bangsa Arab yang saat itu merupakan bangsa yang dipersiapkan Allah dalam waktu dekat bakal kedatangan rasul penyampai risalah, tak kalah buruknya memperlakukan perempuan. saat para perempuannya melahirkan dan jenis kelaminnya perempuan, bapaknya seketika itu mengubur hidup-hidup si bayi karena bagi mereka anak perempuan adalah aib.


Ini semua adalah fenomena kebodohan tauhid (masa jahiliyah, demikian Alquran menyebutkan). Masa gelap dimana manusia saat itu tidak punya pedoman, seluruh perbuatan mereka dasarnya adalah kesepakatan dan perasaan yang bersumber dari hawa nafsu. Kekuasaan, kekayaan dan ketangkasan tidak menjadikan mereka punya tatanan hidup manusiawi sekalipun peradaban mereka maju dan sebagian dari mereka mengakui adanya Tuhan (dzat yang mencipta).


Sekitar pertengahan abad ke-6 Masehi, Allah menghendaki turunnya keberkahan di muka bumi dengan lahirnya Muhammad sang Tauladan umat. Allah menjadikan Beliau manusia sempurna yang kelak menjadi satu-satunya contoh kehidupan berikutnya sepanjang peradaban manusia. Ajarannya sesuai fitrah dengan membawa kabar gembira tentang Islam, agama yang benar disisi Allah. Risalahnya meliputi urusan pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan negara. Hubungan dengan sang Pencipta, diri sendiri maupun dengan manusia lainnya.


Sebab Islam yang dibawa Muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam, maka kerahmatan juga mengalir pada seorang perempuan dari sejak lahir hingga masa lanjut usia. Pada kedudukannya dalam keluarga dan masyarakat, juga pada aktivitasnya di rumah dan luar rumah. Semua termaktub dalam dua sumber hukum Islam (Alquran dan Assunnah). Bahkan profil perempuan terbaik terukir dalam sejarah para shahabiyah, menjadi ikon perempuan cerdas dengan mengambil bagian penting dalam pengurusan umat (politik). Para ibu yang berdiri memimpin putranya tumbuh menjadi ksatria, juga para istri yang berdiri disamping suami-suami mereka menguatkan ghirah perjuangannya.


Perempuan dalam Islam adalah makhluk mulia. Kemulian itu tersurat dalam Quran surat an-Nisa'. Nama surat yang artinya perempuan dan banyak menjelaskan tentang perempuan dan posisinya dalam kehidupan. Juga Alquran  dalam surat-surat lainnya banyak menjelaskan bagaimana Islam memuliakan perempuan. Di antara tebaran kemuliaan perempuan adalah:


¤ Islam datang menjadikan perempuan sebagai anugerah (as-Syura: 49-50).


لله ملك السموات والارض یخلق ما یشأ یهب لمن یشأ اناثا ویهب لمن یشأ ذكور- او یزوجهم ذكرانا واناثا ویجعل من یشأ عقیما انه علیم قدیر


Artinya:

Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang dikehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki. Atau dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang dia kehendaki, dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.


¤ Islam datang menjadikan perempuan sebagai manusia yang layak mendapat kemuliaan (QS: al hujurat: 13)


یا ایها الناس انا خلقناكم من ذكر وانثی وجعلناكم شعوبا وقباٸل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم ان الله علیم خبیر


Artinya:

Wahai manusia, sungguh kami telah menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.


¤ Islam datang menjelaskan persamaan laki-laki dan perempuan dalam dosa dan pahala (QS: an-Nahl: 97)


من عمل صالحا من ذكر او انثی وهو مٸومن فلنحیینه حیوۃ طیبۃ ولنجزینهم اجرهم باحسن ما كانوا یعملون


Artinya:

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.


¤ Islam datang menjadikan perempuan mendapatkan warisan (QS An nisa': 7)


للرجال نصیب مما ترك الوالدان والاقربون وللنسأ نصیب مما ترك الوالدان والاقربون مما قل منه او كثر نصیبا مفروضا


Artinya:

Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.


¤ Islam membebaskan perempuan dari cara pandang jahiliyah, yakni sebagai barang warisan (QS: an nisa': 19)

 

یا ایها الذین امنوا لا یحل لكم ان ترثوا النسأ كرها


Artinya:

Wahai orang-oang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa.


¤ Islam datang menjadikan perempuan mendapat mahar (QS. an-Nisa': 4)


واتوا النسأ صدقاتهن نحلۃ


Artinya:

Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.


¤ Dan Islam datang menjadikan perempuan dinafkahi dan diperlakukan dengan baik (QS. an-Nisa': 19)


وعاشروهن بالمعروف


Artinya:

Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.


Kemuliaan perempuan dalam Islam juga digambarkan oleh hadits Nabi saw, yakni:


¤ Pahala yang baik mengasuh anak-anak perempuan. Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda:


من عال جاریتین حتی تبلغا جأ یوم القیامۃ انا وهو كهاتین, وضم اصابعه


Artinya:

Barangsiapa mengasuh dua anak perempuan sampai mereka mencapai usia baligh, maka dia akan datang pada hari Kiamat bersamaku seperti dua jari ini (Beliau menyatukan dua jarinya).


¤ Pemeliharaan ketika tumbuh dewasa. Dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Aisyah r.ha bahwa Rasulullah bersabda:


ان اسمأ بنت ابی بكر دخلت علی رسول الله صلی الله علیه وسلم وعلیها ثیاب رقاق فاعرض عنها علی رسول الله صلی الله علیه وسلم وقال یا اسمأ ان المرأۃ اذا بلغت المحیض لم تصلح ان یری منها الا هذا وهذا واشار الی وجهه وكفیه


Artunya:

Asma' binti Abu Bakar pernah menemui Rsulullah saw dengan memakai pakaian yang tipis, maka Rasulullah saw berpaling darinya dan bersabda, "Sesungguhnya seorang anak perempuan jika telah haidh (baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini", Beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya.


¤ Pertimbangan ketika hendak dinikahi. Dalam hadits muttafaq alayhi, Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi saw bersabda:


تنكح المرأۃ لاربع: لمالها ولحسابها ولجمالها ولدینها, فاظفر بذات الدین تربت یداك


Artinya:

Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Utamakanlah karena agamanya, niscaya engkau akan beruntung.


¤ Dan kemuliaan dari Islam hingga atas perempuan yang sudah lanjut usia pun jelas disampaikan Rasulullah saw. Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, tentang sahabat Nabi yang bernama Jahimah:


انه جأ النبی صلی الله علیه واله وسلم: یا رسول الله, اردت اناغزو, وجٸت استشیرك فقال: هل لك من ام? قال:نعم, قال: الزمها, فان الجنۃ تحت رجلیها


Artinya:

Sesungguhnya dia pernah datang kepada Nabi dan berkata: "Ya Rasulullah, aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu ingin meminta saran." Rasulullah pun bertanya: "Apakah engkau masih mempunyai ibu?" "Ya," jawabnya. "Maka, kalau begitu temanilah ia, karena surga itu berada di bawah telapak kakinya."


Begitu pula dengan aktivitas perempuan di dalam dan di luar rumah. Alquran telah menjadikan perempuan mulia dengan banyak menetap di dalam rumah, dan jika harus keluar rumah dia tetap dengan standar syariah. Surat al-Ahzab: 33 menjelaskan:


وقرن فی بیوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلیۃ الاولی


Artinya:

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu.


Aktivitas politik (pengurusan umat) pun tidak lepas dari peran terbaik para perempuan, mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi sebaik-baik manusia dengan memberi manfaat pada manusia lainnya. Sebutlah Nafisah binti Al-Hassan yang hidup pada abad ke-9 M. Dia terlibat dalam perpolitikan masyarakatnya. Siti Al-Wuzara binti Umar pada abad ke-12 M, terkenal sebagai pengajar hadits di Masjid Agung Kairo. Lubna dari Andalusia adalah seorang penyair, ahli matematika, kaligrafi dan juga sebagai jurutulis utama negara khilafah pada masa Khalifah Al-Hakim ll. Dan banyak lagi aktivis politik kaum Muslimah yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan layak disebut warisan Rasulullah saw yang harusnya dipelihara kehormatan dan kemuliaannya.


Maka sempurnalah Islam datang dengan menyajikan seperangkat aturan yang memuliakan perempuan. Aturan yang mengikatnya adalah demi kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara yang pilarnya adalah para perempuan. "Perempuan adalah pilar negara. Apabila rusak perempuannya, maka rusaklah negaranya. Dan apabila baik perempuannya, baiklah negaranya." (al Hadits).


Oleh karenanya, berlaku cenderung pada selain Islam adalah sikap kemungkaran dan kerusakan yang akan menyebabkan manusia terjerembab ke lubang kehinaan, sebagaimana masa dahulu ketika Islam belum hadir. Masa luasnya kebodohan tak terperikan, jahiliyah tak bertuan.


Tentu bukan sifat seorang Muslimah bila kita menghamba pada hawa nafsu dan meninggalkan wahyu. Karena bagi Muslimah pantang hanyut pada pemikiran dan budaya Barat, sebab Islam sudah sempurna dan menyeluruh untuk menjadi sistem kehidupan. "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. (QS al-Maidah: 3)


Adalah penting perempuan Muslimah berilmu, beramal shalihah, menyeru pada Islam dan menghentikan kezhaliman dengan mengambil bagian dalam barisan dakwah agar umat bersama-sama kita pahamkan. Bahwa tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini kecuali melanjutkan kehidupan dengan Islam. Warisan para nabi dan para ulama muslih yang terus berkesinambungan sanad dan semangatnya untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimiin.


Terus belajar Islam, mengamalkan dan menyebarkannya agar kita punya tameng dan tidak mudah hanyut oleh pemikiran yang lahir dari selain Islam. Semua pemikiran yang dibungkus dengan istilah keren dan arus opini umum seperti modernisasi, feminisme, kesetaraan gender, hak asasi manusia dan lain-lain.

Saatnya Muslimah kembali ke habitatnya. Menjadi perempuan berislam dengan bersyariah kaffah agar terangnya kehidupan melingkupi peradaban manusia!


Wallahu a'lam.

 
Top