Hijrah dan Istiqamah


Oleh : Nurhaeni

(Member Sahabat Inspirasi)


Hijrah adalah perpindahan untuk mukim dari suatu tempat ke tempat lain. sedangkan hijrah menurut syar"i adalah seorang muslim diperintahkan untuk melepaskan dari kondisi keburukan dan merubahnya menjadi kebaikan. Allah Swt. berfirman: 

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ

"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizqi yang banyak." (QS. an-Nisa' : 100)

Hijrah harus diawali dengan niat karena Allah Swt. dan mencari rida-Nya semata agar mendapatkan pahala. Berhijrah tetap dengan modal memahami bahwa Islam adalah agama yang sempurna, bukan hanya sekadar bersyahadat. Tetapi ajaran Islam, mulai akar sampai daun. Berhijrah akan mendapatkan berbagai rintangan yang pasti akan ditemui. Lingkungan yang tidak mendukung, dan negara abai terhadap sebuah kebaikan. Lingkungan akan selalu mengikuti kebiasaan yang berkembang, bukan lagi pandangan agama tetapi uang. Berhijrah tentunya banyak godaan untuk memulai kebaikan, apalagi jika kondisi lingkungan tidak bersahabat. Harus yakin, bahwa berhijrah di jalan Allah meninggalkan segala kemaksiatan wajib dilakukan. Karena ini adalah masalah pilihan yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Hadis Rasulullah saw.:

"Berhijrah adalah meninggalkan segala kenistaan dan pelanggaran." (HR. Ibnu Majah)

Ideologi kapitalisme sekuler sukses menjadikan seorang muslim untuk menerima pemikiran, gaya hidup, serta standar berbuat, dan mengambil keputusan sesuai tuntutan kebanyakan orang, dan kemauan atasan tanpa mempertimbangkan keyakinan, sehngga dilihat status muslim tapi mengambil keputusan berdasarkan hawa nafsu atau apa kata orang. Islam hanya sekadar dipahami untuk mengurusi masalah pribadi saja tidak dengan masalah umum. 

Berhijrah dalam skala individu dalam arti meninggalkan dan tidak terbawa arus godaan lingkungan. Konsisten mempertahankan kebenaran adalah hal yang membutuhkan ilmu dan keyakinan, selalu diasah agar tetap istiqamah di jalan Islam. Yang tidak kalah penting setelah berhijrah harus dipertahankan, konsisten dengan kebaikan dimana godaan selalu siap untuk menghampiri di mana pun dan kapan pun. Di sisi lain, masyarakat yang tidak islami dan tak kalah besar pengaruh yang luar biasa yaitu media sosial, setiap waktu bersama dengan kita yang mempunyai perang untuk mengembalikan ke jalan kemaksiatan. Sehingga keistiqamahan kita sangat dibutuhkan. 

Tanpa ada negara Islam, berhijrah dan istiqamah dibutuhkan Ilmu dan amalan yang mendekatkan kepada Allah dan kebaikanm Islam tidak akan sempurna dilaksanakan, jika tidak ada sebuah khilafah yang akan menjalankan Islam secara kafah sebagaimana hijrahnya Rasul dari Mekkah ke Madinah, sahabat Rasulullah saw. rela meninggalkan harta dan rumah karena cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. 

Wallahu a'lam bishshawab.