Generasi Muda dalam Cengkeraman Narkoba

 


Oleh : Yunanda Indah

Aktivis Dakwah Kampus


Kasus yang terjadi di Indonesia sudah tak terbendung lagi, mulai dari kasus yang melibatkan petinggi negara sampai pada Anak Muda merupakan harapan baru bagi bangsa untuk memegang tongkat estafet perjuangan para pahlawan terdahulu.


Namun pada zaman modern seperti sekarang ini, tentu akan banyak tantangan dan ancaman baru yang melibatkan kaum generasi muda, salah satunya adalah narkoba. Hal ini menyebabkan rusaknya moral seseorang baik dari segi psikis dan fisik. Pertanyaannya, bagaimana jadinya jika pemuda yang seharusnya disetting untuk arus perubahan umat justru terjerumus dalam lembah hitam narkoba.


Dilansir oleh (Kahaba.net.com, 21/11/20), mulai Januari hingga November 2020 Sat Narkoba Polres Kota Bima mengungkap 24 kasus narkoba. Dari jumlah itu, ditetapkan sebanyak 28 tersangka dan hanya satu yang termasuk perempuan yang ditangkap pada Juni 2020 di Desa Tumpu Kecamatan Bolo. Kasus narkoba pun sudah mulai menjamur di sebagian daerah di Nusa Tenggara Barat, seperti Sumbawa, Sumbawa Barat, Kab Bima dan Dompu.


"Semua narkoba adalah pemborosan waktu. Mereka menghancurkan ingatan anda dan harga diri anda dan segala sesuatu yang sejalan dengan harga diri anda." (Kurt Cobain)


Inilah salah satu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana efek dari penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda. 


Sangat disayangkan, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang masih marak akan  penyebaran barang haram tersebut. buktinya, dari daerah pelosok sampai ibu kota pelaku kejahatan masih saja berani mengambil resiko tinggi demi keuntungan yang besar bahkan penyelundupan barang haram ini masih saja terjadi di tiap tahunnya.


Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2020 (Hani): angka penyalahgunaan narkoba meningkat pada 2019: “Data BNN menyebutkan bahwa angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 sebanyak 3,37 jt jiwa dengan rentan usia 10-59 tahun. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 jt."


Yang disampaikan oleh Wakil Presiden di Hari Anti Narkoba Internasional, menjadi salah satu bukti ketidakseriusan pemerintah menangkal penyebaran narkoba di berbagai kalangan. Solusi yang diklaim sudah dilakukan, namun faktanya peredaran barang haram ini masih saja ada bahkan sampai sekarang ini dengan penyebaran yang lebih serius lagi.


Solusi dalam sistem kapitalis hanyalah ilusi, kenyataan ini tidak bisa kita nafikan lagi. Ini disebabkan karena paham kebebasan yang masih digaungkan oleh sistem demokrasi termasuk Indonesia. Ideologi demokrasi-sekuler yang masih bercokol kuat di Indonesia memberi peluang bagi anak-anak atau bahkan orang dewasa melakukan apapun di luar kendalinya dengan dalih kebebasan. 


Islam adalah agama syamil wa kamiil, serupa dengan kata-kata legend di iklan televisi “Apapun makanannya teh botol sosro minumnya, apapun permasalahannya Islam solusinya”. Ungkapan ini sangat benar adanya. Karena, Islam bukan hanya sekadar agama yang menjadi ritual hamba kepada sang pencipta, tapi juga sebuah ideologi yang darinya terpancar berbagai aturan untuk mengatur kehidupan umat.


Sebagaimana yang terjadi pada masa Nabi saw., kebiasaan meminum-minuman keras sudah sangat lekat dengan masyarakat jahiliah dulu, sehingga Nabi saw. diutus untuk menghapuskan salah satu kebiasaan buruk masyarakat arab pada masa itu. Allah Swt. menurunkan beberapa ayat Al-Qur'an untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat arab yang sudah mendarah daging tersebut, sampai turunlah salah satu firman Allah Swt. yang mengharamkan secara jelas minuman khamar sampai hari kiamat.


“Hai orang yang beriman, sesungguhnya minuman khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah termasuk perbuatan setan, maka jauhilan perbuatan tersebut agar kamu beruntung.” (QS. Al-Maidah: 90)


Ummu Salamah juga berkata, bahwa Rasulullah saw. melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan.


Berdasarkan hadis tersebut, dapat dipahami bahwasanya islam melarang makanan atau minuman yang mampu melemahkan individu atau kelompok. Dalam hadis lain juga, Rasulullah saw. bersabda:

 

"Jangan kamu memudharatkan orang lain dan jangan pula dimudharatkan.”


Dengan demikian dapat dipahami, bahwa hukum haram untuk meminum khamar juga berlaku bagi narkoba karena sama-sama melemahkan tiap individunya.

Ini semakin jelas bahwasanya islam datang untuk mengatur urusan umat dengan berbagai solusi yang ditawarkan, karena Islam tegak di atas Akidah Islam untuk tunduk pada syariat-Nya. Apabila Negeri muslim lainnya atau bahkan Indonesia sendiri masih saja belum merubah cara pandang mereka, maka kehancuran yang didapati. Lantas, kenapa tidak kembali pada aturan Sang Pencipta? Yang sudah pasti mampu menyelamatkan masa depan umat.


Waullahu a'lam bi ash-sawwab.