Oleh : Umi Rizkyi

(Komunitas Setajam Pena)


Depresi adalah suatu keadaan seseorang yang sangat terpuruk. Hal ini bisa terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan vital yang layak. Ada tiga kebutuhan vital pada istri, yaitu fisik, jiwa dan spiritual.

Pertama, kebutuhan fisik yaitu segala sesuatu yang merupakan kebutuhan istri. Misalnya uang belanja, dimana istri yang cenderung depresi karena pada hakikatnya istrilah yang mengatur rincian belanja.

Dimana pada saat ini, kebutuhan pokok melonjak, tambah anak, biaya perbaikkan perabotan, makan-minum dan lain-lain. Belum lagi istri harus bekerja untuk membantu suami mencari nafkah. Apalagi, jika suami yang cuek dan nggak peduli akan beban dan kerjaan istri yang menumpuk, ini juga bisa memicu terjadinya depresi istri.

Maka dari itu, hendaknya suami-istri harus saling terbuka. Termasuk dalam merinci kebutuhan ekonomi rumah tangga. Saling tolong menolong, memikul beban bersama. Dengan begitu, maka semua yang terasa berat dan membebani akan terasa ringan.

kedua, kebutuhan jiwa. Terpenuhinya penghargaan eksistensinya sebagai seorang istri akan mewujudkan ketentraman, kenyamanan dan kebahagiaan. Walaupun kita sadari bahwa eksistensinya tidak diakui dan dihargai secara langsung mendapat imbalan yaitu berupa uang, tapi jasanya sungguh luar biasa. Sesungguhnya sudah fitrahnya seorang istri mendapatkan dukungan, pujian dan penghargaan.

Jadi suami harus seyogyanya mendukung dan menghargai eksistensi istrinya. Misalnya, dengan memujinya, berterima kasih, memberikan kasih sayang, pelukan dan lain-lain.

Jangan sampai, suami cuek dan nggak memperhatikan istri, kemudian istrinya  mengalami depresi.

Ketiga, kebutuhan spiritual. Seorang suami hendaknya menjaga kebutuhan spiritual istrinya. Dengan cara menjaga suasana keimanan agar tetap menancap kokoh di hatinya. Perlu kita sadari, bahwa kita hidup dalam keadaan sekularisme, dimana agama dipisahkan dari kehidupan. Debu-debu pemikiran yang selalu menggerus keimanan dan merusak. Misalnya, istri tergoda dalam kehidupan yang serba materialistis dan hedonis, sehingga berakibat fatal yaitu tergerusnya rasa syukur akan segala rahmat dan nikmat Allah Swt.

Maka dari itu, peran suami sungguh sangat penting. Untuk mendampingi sisi ruhiyah istrinya. Jangan sampai suami abai dalam pemeliharaan iman dan ketaatan kepada Allah Swt. Meskipun, hal itu harus ada pada seorang istri, namun suami wajib untuk senantiasa mengajak istri dan keturunannya bertakwa kepada Allah Swt.

Demikianlah, semoga depresi yang menimpa para istri mampu dicegah. Sebab istri tidak merasa sendirian mengurusi segala macam kewajibannya sebagai seorang istri. Oleh karena itu, maka hendaknya suami istri bekerjasama saling memahami akan kebutuhan fisik, jiwa dan spiritual.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top