Oleh : Umi Kulsum, M.Ag

Pengasuh Majelis Taklim dan Pengelola Yayasan Anak Yatim Yajamiu


Semoga hidup kita adalah hidup mulia yang diridhai Allah Swt.


Di zaman modern seperti sekarang ini, kesuksesan seseorang lebih banyak diukur oleh faktor materi. Maka seolah tidak ada jalan lain untuk meraihnya selain dengan bekerja keras sekuat tenaga, banting tulang peras keringat siang dan malam hingga mengorbankan kesehatan. 


Namun setelah semua kekayaan materi diraih, justru sebaliknya kemiskinan ruhani yang didapatkan.


Gambaran di atas banyak menimpa masyarakat di sekitar kita, atau bahkan bisa menimpa diri kita dan keluarga sendiri.


Inilah cerminan dangkalnya pemahaman  kebahagiaan dalam hidup sebagian orang, serta akibat buruk yang akan muncul setelahnya.


Allah Swt. memberikan anugerah kemuliaan muslim di dunia.


 Terdapat banyak cara untuk meraih kemuliaan itu. 


Namun, dalam hadis Rasulullah disebutkan ada

empat kunci agar kita meraih derajat mulia, yaitu:


1. Dengan banyak bersedekah.


Dengan bersedekah derajat seseorang akan meningkat. Itu karena sedekah diibaratkam dalam Islam sebagai tangan di atas. Sementara tangan di atas itu adalah mulia. Karena senang memberi maka akan banyak orang yang mendoakanya dan memuliakannya.


2. Selalu memaafkan.


Memaafkan itu indah tapi sangat berat apalagi kita harus memaafkan ketika kita dizalimi, dihina dan direndahkan.


Namun di balik memaafkan, Allah telah mempersiapkan hikmah yaitu derajat yang tinggi dan terhormat.


3. Rendah hati pada sesama. 


Rendah hati itu tidak sombong dengan bergelimangnya harta dengan jabatan status sosial dan lainnya.


Rendah hati ini sangat mulia karena akan ditemani banyak orang, akan disayangi sahabatnya, akan dicintai oleh bawahannya.


Rasul bersabda:


عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((ما نقصت صدقةٌ من مال، ولا زاد الله عبدًا بعفو إلا عزًّا، ولا تواضَعَ أحدٌ لله إلا رفعه))


"Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Rosulullah saw. bersabda, 'Tiada berkurang harta karena sedekah. Allah pasti akan menambah kemuliaan orang yang suka memaafkan, dan seseorang yang selalu merendahkan diri karena Allah, pasti Allah akan mengangkat derajatnya.'."

(HR. Muslim)


Memang hal itu tidak mudah, tapi berusahalah untuk diterapkan dalam keseharian.


Membantu orang lain baik dalam kondisi kita sedang lapang atau sempit, membuat hidup ini diselimuti kebahagiaan. 


Sabda Rasul:


- أَحَبُّ الناسِ إلى اللهِ أنفعُهم للناسِ ، وأَحَبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ تُدخِلُه على مسلمٍ ، تَكشِفُ عنه كُربةً ، أو تقضِي عنه دَيْنًا ، أو تَطرُدُ عنه جوعًا ، ولأَنْ أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ ؛ أَحَبُّ إليَّ من أن اعتكِفَ في هذا المسجدِ يعني مسجدَ المدينةِ شهرًا 


"Rasulullah saw. menyatakan, 'Manusia yang paling dicintai Allah adalah dia yang memberi manfaat kepada sesamanya. Amal perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberi kebahagiaan kepada sesama muslim dan menghiburnya saat dia dilanda kesusahan, atau meringankannya saat dia dililit utang, atau memberinya makanan saat dia merasakan lapar. Karena, aku lebih menyukai berjalan bersama seorang muslim yang berbagi dengan orang yang sedang membutuhkan, daripada melakukan iktikaf di masjid selama satu bulan penuh.'." 

(HR. at-Thabrani)


Sementara itu, memaafkan membuat jiwa menjadi tenang.


Senyum merekah, lepas bebas tanpa beban berat yang sedang dialami.


Tak akan ada dendam yang membakar jiwa. Ingatlah, kebencian membuat hidup dikuasai dosa.


Dengki membakar kebaikan, kesumat menjadikan hati menjadi keji.


Mengapa kita harus selalu rendah hati? Ingatlah bahwa kita tidak dapat hidup sendiri. Selalu ada peran orang lain agar roda kehidupan terus berjalan. 


Disadari atau tidak, semua yang dinikmati dan diraih saat ini pasti dalam prosesnya ada campur tangan orang lain. 


Saling membutuhkan dan berbagi peranlah dalam kehidupan.


Menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi kewajiban.


Berfokuslah pada upaya menempa diri agar lebih baik. 


Tak perlu fokus menilai orang lain, hingga lupa dengan diri kita sendiri, perbanyaklah introspeksi. 


Di atas itu semua, capaian sukses yang diraih saat ini, sejatinya adalah karunia Allah Rabbul 'Aalamiin. 


Kemuliaan diraih bukan dengan cara yang menyombongkan pangkat dan jabatan.


Allah melarang hidup sombong dan angkuh.


Firman Allah Swt.:


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ


"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman:18)


Kesuksesan seorang atasan, tak lepas dari kontribusi bawahannya.


Demikian pula sebaliknya, bawahan tumbuh berkembang atas dukungan atasan.


Maka, sudah sepatutnya untuk saling menguatkan, membantu dan membesarkan. 


Hidup ini usianya sebentar maka jangan diisi oleh sikap arogan.


Rendah hati tak membuat kita kurang dihormati.


Firman Allah Swt.:


تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ


"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan, kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

 (QS. al-Qashash: 83)

 

4. Kemuliaan seseorang terangkat karena ketakwaannya.


Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan dan pedoman hidup seorang muslim. Maka siapapun orangnya akan menjadi mulia manakala Al-Qur’an terus bersanding dengan dirinya.


Oleh karenanya, jika kita ingin menjadi seorang muslim termulia, maka teruslah berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap saat, baik dengan membacanya mendengarkan bacaanya, menghafalnya memahami isinya, hingga mengajarkannya kepada orang lain. Itu karena hal tersebut telah digaransikan oleh Rasulullkh saw. melalui sabdanya,


“Sebaik-baik kalian (umat Islam) adalah yang belajar Al-Qur’an serta mengajarkannya." (HR. Imam Bukhari)


Salah satu bentuk kemuliaan  seseorang yaitu dengan terus membaca Al-Qur’an, maka kelak di hari kiamat ia akan datang untuk memberi syafaat kepadanya.


Sebab dengan Al-Qur’an, kita bisa mengetahui mana yang haq dan mana yang batil, mana yang baik dan mana yang buruk.


Dengan Al-Qur’an, manusia diingatkan akan arti kehidupan, dari mana ia berasal, untuk apa ia diciptakan, dan kemana ia akan pergi.


Dengan Al-Qur’an pula kita bisa mengetahui hal yang tadinya tidak diketahui. Yaitu perkara gaib seperti pengetahuan kita tentang Allah Swt., para malaikat, nabi-nabi, alam kubur, surga, neraka dan sebagainya.


Maka sebagai kesimpulan, seseorang akan menjadi mulia lagi terhormat manakala Al-Qur’an telah mendarah daging dalam setiap gerak dan perilaku dalam kehidupannya.


Mereka yang diberi anugerah oleh Allah Swt. berupa kepekaan hati karena ketakwaan dan amal shalehnya, akan mampu membuat tirai makna yang sangat menakjubkan.


Semoga kita semua menjadi termuliakan di dunia hingga akhirat dengan sebab kedekatan dan kecintaan kita terhadap kitab sucinya yaitu Al-Qur'an.


Semoga Allah memuliakan diri kita di hadapan Allah dan di hadapan manusia.


Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rezeki yang luas dan berkah.


ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ


“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

 
Top