Inge Oktavia Nordiani, S. Pd

(Pemerhati masalah publik)


Biarlah dia selalu memanggilku dan berharap agar aku membuka kunci HP 

Pada saat itu aku terus saja mengatakan belum waktunya, Nak !


Biarlah dia selalu menunaikan tugas-tugasnya sebagai perintah ku yang nantinya dapat ditukarkan dengan 60 menit waktu untuknya mengutak-atik HP

Biarlah dia merasakan betapa pahitnya sedikit waktu untuk bercengkrama dengan benda kecil kesayangan itu

Ya, biarlah walau banyak pihak yang mengatakan aku tega sekali berbuat begitu

Ini sudah zamannya.......


Tahukah engkau nak,

Ibu tak ingin melihatmu larut dalam kesenangan semu

walau dia semua bisa menjebakmu untuk jatuh ke jurang yang terdalam

Dengannya kau bisa menomorduakan semuanya


Tahukah engkau nak,

Dia memang hanyalah benda kecil

Yang sah sah saja penggunaannya

Semua kalangan boleh memanfaatkannya

Tak ada sesuatu yang salah dengan fisiknya


Tahukah engkau nak, 

Telah banyak yang tersiksa bathin merasakan kegelisahannya ketika mereka tak bisa lepas dari HP


Tahukah engkau nak,

Jika saja pemimpin kita membantu melindungi dan menjaga akal sehat rakyatnya dari segala racun-racun dan virus-virus dunia, maka akan lebih mudah tugas ibu untuk menjaga

Diluar sana atau di dalam benda kecilmu itu tersebar virus-virus liberalisme sekulerisme kapitalisme dan segenap kerabat kerabatnya yang siap untuk menghantam gaya hidupmu



Namun nak,

Masih banyak pertimbangan pemimpin kita untuk menarik mundur apa-apa yang menjadi hal yang tidak bermanfaat dalam benda kecilmu itu

Jadi nak, biarlah kau mendapatkan informasi yang tersaring melalui ibu atau gurumu

Ibu tak akan membiarkan kau menyaring nya sendiri dari benda kecilmu itu

Tidak akan pernah sedikitpun waktu untuk ibu rela membiarkan mu berlarut-larut dengan benda kecil itu


Maafkan, bukan ibu tak sayang

Maafkan, bukan bu tak peduli

Namun satu hal nak, ibu tidak mungkin terus mendampingimu

Suatu saat ibu pasti kan pergi

Kuatkan dirimu

Ingatlah selalu Allah yang tak pernah luput mengawasinya

Ramai ataupun sepi jujurlah dengan sikap dan perbuatanmu

Ingatlah bahwa hanya rida Allah yang kau kejar


Berhati-hatilah nak dalam menjalani hidup ini 

Sebab waktu yang berputar tak mengenal kata mundur

Dan waktu itulah yang akan menjadi saksi nyata putaran kehidupan yang engkau perbuat.

 
Top