Oleh : Lina Lugina

Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah


Kini permasalahan negeri ini kian bertambah. Pemerintah yang dirasa telah gagal mengatasi pandemi, kini ditambah lagi dengan disahkannya UU Ciptaker Omnibus Law sebagai Undang-Undang yang sah. "Omnibus Law UU Cipta Kerja kini sudah resmi diundangkan." (detiknews.com, 4/11/2020)

Kebijakan tersebut sudah jelas membuat umat semakin menderita, apalagi masyarakat ekonomi kalangan bawah. Bukannya menyelesaikan permasalahan yang ada tapi justru menambah permasalahan. Yang dibutuhkan oleh umat saat ini adalah kesejahteraan dan keadilan, tapi itu semua tidak mungkin terwujud karena sistem yang dipakai saat ini adalah sistem demokrasi sekularisme.

Itu semua tergambar jelas dari kasus UU Ciptaker, dimana aspirasi rakyat yang mendemo pemerintah tidak menghasilkan apa-apa. Pemerintah justru mengamankan para kapital dan melanggengkan kepentingan penguasa.

Alhasil, sudah seharusnya masyarakat mencampakkan demokrasi dan mengakhirinya. Mengganti dengan sistem yang mampu menyelamatkan kondisi negeri dari kehancuran yaitu perubahan total nan hakiki. Namun perubahan hakiki tak akan mampu diwujudkan hanya dengan menuntaskan reformasi atau sebatas pergantian rezim saja. Sejatinya perubahan hakiki adalah perubahan yang disandarkan pada ideologi yang sahih yaitu perubahan ke arah Islam.

Islam menjamin secara utuh bagi rakyatnya tanpa terkecuali dalam pemenuhan kebutuhan pokok (komunitas maupun pribadi),  menjamin pemenuhan kebutuhan dasar yaitu pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Dengan demikian sudah saatnya kita beralih dari sistem demokrasi sekularisme yang rusak menuju sistem Islam yang mulia.

wallahu a'lam bishshawab.

 
Top