Rintangan dalam Dakwah, Untuk Siapa?


Oleh : Lismawati

Mahasiswi dan Praktisi Pendidikan


Dalam dakwah akan kita temui banyak rintangan yang hadir. Rintangan itu dapat berupa kerikil yang kecil ataupun batu yang besar. Bisa sesuatu yang tumpul juga bisa sesuatu yang tajam. Setiap manusia atau mereka yang mengemban amanah dakwah mereka pun akan mengalami hal yang sama. Satu per satu ketika langkah ini telah menempuh jalan dakwah, maka saat itu semakin dekatlah ujian dan semakin beratlah setiap langkah yang akan kita tempuh.

Tidak dipungkiri bahwa ketika langkah ini telah menapaki jalan dakwah kehidupan akan terasa begitu sulit. Namun yang perlu dipahami bahwa berdakwah ataupun tidak ujian akan senatiasa menemani langkah kehidupan. Satu per satu langkah yang terseok akan menemui akhir dalam perjalanan. Entah akhir yang baik atau buruk. Maka, setiap manusia memiliki peluang untuk menjadi penghuni syurga. Tinggal ia mau atau tidak memilih jalan dakwah.

Akan ada banyak tuntutan akan ada banyak target, yang mana ketika waktu dunia kita terus berjalan sementara amanah juga terus berjalan. Kita akan merasa berat, sehingga kita akan dihadapkan kepada pilihan-pilihan di dalam kehidupan kita. Suatu saat ketika kita masih sekolah dan kita menjadi orang-orang yang mengemban dakwah, maka pilihan itu hadir di antara sibuk urusan sekolah atau justru sibuk di urusan dakwah di sekolah. 

Memilih untuk terus berada di jalan dakwah atau memilih untuk meninggalkan jalan dakwah untuk mengejar dunia. Sama halnya ketika kita diminta untuk menasehati teman kita. Ketika itu kita juga memiliki urusan pribadi di sekolah, maka semua itu akan berbenturan. Maka mana yang dipilih? Atau saat jadwal untuk mengkaji Islam sementara jadwal untuk belajar pun juga ada. Maka mana yang menjadi urgensitas kita sebagai seorang hamba diuji. 

Ketika dihadapkan kepada dua pilihan yang sulit. Bila poros kita adalah dunia, maka kita akan fokus kepada pelajaran dunia kita saja. Tapi ketika kita berporos kepada akhirat, maka kita akan menjadikan akhirat itu sebagai tujuan yang utama dalam dakwah. Ujian-ujian yang ingin menjatuhkan sama seperti bagaimana orang-orang terdahulu diuji dengan ujian yang berat. Mereka diuji dengan kemiskinan, mereka diuji dengan kenestapaan, mereka diuji dengan ujian yang berat, kelaparan, penyiksaan.

Sehingga datang kepada mereka pertanyaan, kapankah datangnya nasrullah, maka sesungguhnya di dalam surat al-Baqarah ayat 214 Allah menjawab, ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat bagi mereka yang percaya. Percaya terhadap amanah langit ini adalah benar maka mereka akan percaya bahwa pertolongan Allah itu dekat. Selama mereka berusaha untuk menolong agamanya Allah.

Bergantung kepada husnuzan kita terhadap apa-apa yang telah Allah perintahkan. Dan bagi orang-orang yang mengemban amanah langit mereka tidak akan takut di jalan Allah terhadap para pencela. Mereka akan taat dalam keadaan sukar atau dalam keadaan mudah. Dalam keadaan senang, benci, musibah yang menimpa. Maka ketika itu kita mengatakan kebenaran di manapun kami berada dan tidak takut di jalan Allah terhadap para pencela begitulah yang tertuang di dalam bai'at aqabah yang kedua.

Kebenaran adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan, namun tidak mustahil untuk dilakukan. Karenanya di dalam kehidupan, apa yang manusia cari? Apakah ia hanya mencari kehidupannya untuk dunia atau justru dia menjadikan kehidupannya untuk akhirat. Ketahuilah teman, bahwa kehidupan akhirat itu jauh lebih abadi dibandingkan dunia yang kamu kejar. Bahwa dunia yang kamu kejar hanyalah sementara sementara akhirat itu abadan.

Wahai saudaraku, janganlah kalian berleha-leha terhadap dunia. Sadarlah kalian sehingga tidak menjadi orang-orang yang bodoh bila kalian mengejar dunia dan lupa dengan akhirat. Karenanya, ingatlah baik-baik bahwa setiap langkah yang kita tempuh di jalan Allah, maka Allah akan membersamai kita. Bahwa Allah selalu melihat kita dan bahwa Allah selalu menyaksikan kita. Maka berdakwahlah! Walau hanya satu ayat maka katakanlah bahwa agama adalah sebuah nasehat, sehingga melakukan apa pun di dalam kehidupan kalian hanya semata-mata untuk Allah. Tidak yang lain.

Wallahu a'lam bishshawab.