Riba itu adalah Perang dengan Allah

 


Oleh : Umi Kulsum, M.Ag

Pengasuh Majelis Taklim dan Pengelola Yayasan Anak Yatim Yajamiu


الّلهُمَّ صَلّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىِ آلِهِ وَصَحْبِهِ

أَجْمَعْيْنَ


Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan dan rezeki yang berkah dan semoga kita terhindar dengan yang namanya riba.


Riba Adalah melebihi pembayaran utang piutang lebih dari pokok yang harus kita bayar.


Riba sering disebut dengan bunga.


Semua orang pasti terlilit jika berhubungan dengan yang namanya riba.


Sebagai contoh kredit yang memakai bunga dan denda seperti kredit mobil, motor, rumah, sawah dan barang-barang lainya.


Orang yang melakukan riba bagaikan orang itu sedang berperang dengan Allah.


Ancaman bagi pelaku riba ada yang diancam perang, sampai diingatkan dengan siksaan pada hari kiamat.


Allah mengingatkan bahwa riba itu memusnahkan harta dan menghilangkan barakah harta. 


Hal ini berbeda jauh dengan sedekah, 

dimana sedekah dapat mengembangkan menyuburkan harta dan menambah berkahnya. 


Allah menyuruh meninggalkan riba.

Perintah selanjutnya adalah meninggalkan sisa riba. 


Allah berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” 

(QS. Al-Baqarah: 278)


Kalau memang kita benar beriman pada Allah, maka tinggalkanlah riba.


Ibnu Katsir ra. mengatakan:


“Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang."


Para Pemakan riba (rentenir) diancam akan diperangi,

diancamlah pelaku riba dengan perang.


Firman Allah:


فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ


"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. 

Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 279)


Maksud ayat di atas adalah jika seseorang tetap mengambil riba, maka Allah mengancam perang. 


Adapun jika ia bertaubat, maka harta pokoknya saja yang diambil, sementara tambahan ribanya tidak boleh diambil.


Janganlah berbuat zalim dengan mengambil lebih dari harta pokok.


Jangan pula dizalimi dengan mengambil kurang dari harta pokok tadi.


Ibnu ‘Abbas mengatakan, 


“Jika ada yang tidak mau berhenti dari memakan riba, maka pemimpin kaum muslimin wajib memintanya untuk bertaubat.

 Jika tidak mau meninggalkan, maka dipenggal lehernya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286)


Orang yamg berutang bukan mempersulit,

akan tetapi ikut mendorong pada kreditur (pihak yang memiliki tagihan pada pihak lain) agar memberikan kemudahan pada orang yang sulit (melunasi utang).


Kemudahan yang diberikan bisa jadi dengan diberi penundaan sampai memiliki harta.


Kemudahan lainnya bisa jadi pula bersedekah dengan cara memutihkan utang atau menggugurkan sebagiannya.


Allah berfirman,


وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ


“Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

 (QS. Al-Baqarah: 280)


Rosulullah saw. bersabda,


مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُظِلَّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِى ظِلِّهِ فَلْيُنْظِرِ الْمُعْسِرَ أَوْ لِيَضَعْ عَنْهُ


“Barangsiapa ingin mendapatkan naungan Allah, hendaklah dia memberi tenggang waktu bagi orang yang mendapat kesulitan untuk melunasi utang atau bahkan dia membebaskan utangnya tadi.” (HR. Ahmad)


Ibnu Katsir mengatakan, "Bersabarlah pada orang yang susah yang sulit melunasi utang."


Jangan seperti perilaku orang Jahiliyah, dimana ketika sudah jatuh tempo disebutkan pada pihak yang berutang (debitur),


“Lunasilah. 

Kalau tidak, utangmu akan dikembangkan.”


Kalau melihat riba masa kini, sejak awal meminjamkan sudah dikenakan bunga (riba) dan kalau telat ada denda.


Kemudian ancaman yang dituliskan dalam ayat di atas adalah tentang orang yang terus melakukan praktik riba setelah turunya ayat ini maka Allah dan Rasul-Nya akan memerangi orang tersebut. 


Kemudian diriwayatkan pada hari kiamat kelak bahwa akan dikatakan kepada para pemakan riba, "Ambilah senjatamu untuk berperang.”


 فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا 

بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِه


“Maka jika kamu

 tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”


Perang dengan Allah akibatnya sangat buruk bagi seluruh manusia di dunia dan jangan heran jika Allah memberikan musibah kepada semua orang di dunia ini akibat yang dilakukan oleh pemakan harta riba.


Semoga Allah mengampuni kepada semua pelaku riba yang bertaubat.


Dan Semoga Allah memudahkan rezeki kita untuk segera melunasi semua kreditan dan cicilan. Dan tidak terperosok pada maksiat yang sama yakni mengambil jalan riba.


Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rezeki yang luas dan berkah. Aamiin Allahumma aamiin.


ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ


“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."