Revolusi Akhlak Buah dari Penerapan Islam Kaffah

Oleh: Yani Apipah


Kehadirannya sangat dinanti oleh hati-hati yang tersakiti dan terdzolimi. Hero sejati yang tidak pernah takut dengan apapun kecuali oleh Rabb pencipta langit dan bumi.


10 November 2020 menjadi moment bahagia bagi umat Islam dengan kembalinya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) ke Indonesia. Kembalinya HRS tersebut seakan menjadi angin segar dan memberi secercah harapan baik dalam kehidupan umat Islam yang selama ini sesak dengan ketidakadilan dan kedzholiman.


Menurut Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, sambutan luar biasa umat atas kembalinya HRS ke Indonesia merupakan simbol kerinduan umat akan keadilan.

Namun, di sisi lain, ia menganggap ada pihak-pihak yang khawatir atas kehadiran HRS di Tanah Air. Tentu saja pihak-pihak yang khawatir ini adalah pihak-pihak yang selama ini sebagai pelaku kezaliman itu sendiri. “Pihak-pihak ini khawatir kalau ada HRS di tengah-tengah umat yang saat ini merasa resah dengan ketidakadilan yang terjadi. Mereka mengkhawatirkan HRS bisa memimpin arah perjuangan umat ini untuk mendobrak kezaliman itu. Untuk menegakkan keadilan itu,” ungkapnya. (Mediaumat.news, 16/11/2020).


Kembalinya HRS bagi pihak-pihak yang tidak suka tersebut adalah ancaman besar. Mereka sadar betul pengaruh HRS di mata umat. HRS kembali ke Indonesia tidak hanya membawa diri saja tapi pasti ada segudang ide yang siap mempengaruhi umat. 

Hal tersebut benar adanya HRS membawa serta ide yang diberi nama revolusi Akhlak dan kini mulai ramai dibicarakan bahkan menuai kontroversi. 

Menurut HRS revolusi akhlak merupakan cerminan dari tindakan Nabi Saw. Revolusi akhlak ini juga diharapkan menjadi senjata umat melawan ketidakadilan dan kedzholiman yang dilakukan rezim.


Perlu dipahami ketidakadilan dan kedzholiman yang terjadi bukan semata kesalahan rezim tetapi ada andil besar diberlakukannya sistem demokrasi. Demokrasi adalah sistem yang rusak dari sejak awal kemunculannya, karena demokrasi adalah produk akal manusia yang memiliki kelemahan dan keterbatasan. Sistem lemah dan terbatas harus dipakai untuk mengatur seluruh aspek dalam kehidupan ini, otomatis hasilnya kacau balau. Sampai kapan pun sistem rusak hanya akan melahirkan rezim rusak pula.


Umat saat ini butuh pemimpin yang mampu melenyapkan segala bentuk ketidakadilan dan kedzholiman yang mampu mewujudkan tatanan kehidupan yang aman, damai sejahtera. 

Hanya saja sosok pemimpin seperti itu bisa kita temukan ketika sistem yang diberlakukan bukan sistem produk manusia melainkan sistem produk pencipta manusia yakni Allah swt. 


Penerapan sistem yang berasal dari Allah swt. (Islam) secara Kaffah dalam seluruh sendi kehidupan nyata mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki akhlak yang agung. Karena akhlak adalah buah dari Penerapan hukum Syara'.


Itulah satu-satunya jalan untuk mewujudkan harapan umat. Hal tersebut diawali dengan revolusi pemikiran atau cara pandang yang kemudian mempengaruhi tindakan menuju pada revolusi sistem yang kelak akan membuahkan revolusi akhlak.


Semua itu telah Rasulullah Saw contohkan ketika membangun peradaban Islam di Madinah. 

Sebelum Islam datang kondisi bangsa Arab terkenal dengan kejahiliyahannya. Akibatnya terjadi konflik, perbudakan, penindasan, ketidakadilan dan penghinaan terhadap martabat perempuan. Namun semua itu bisa dirubah ketika Rasulullah Saw. Datang membawa risalah Islam ketengah-tengah mereka. Islam mampu mengubah cara pandang bangsa Arab menjadi bangsa yang berakhlak dan berperadaban tinggi.

Begitupun ketika Rasulullah Saw. Hijrah ke Madinah. Beliau mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin, mempersatukan dua suku yang berseteru yakni suku Aus dan Khazraj, serta seluruh kaum muslimin dari Makkah. Sehingga tidak ada lagi sekat bangsa diantara mereka. Yang ada hanya bersatu dalam satu ikatan ukhuwah Islamiyyah.

Selain itu, Rasulullah Saw adalah sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan mengayomi. Beliau mengerahkan segenap jiwa dan raga untuk mengurusi dan melayani seluruh kebutuhan umatnya.


Itulah salah satu gambaran betapa hebatnya Islam ketika diterapkan dengan Kaffah dalam kehidupan ini. 

Jadi, jelas revolusi hakiki yang diharapkan umat bisa terwujudkan hanya dengan mencampakkan sistem demokrasi dan kembali pada sistem Islam yang berasal dari Robbulizzati. Karena Sistem Yang baik akan mengkondisikan orang-orang yang ada dilamnya menjadi baik (berakhlak agung).


Wallahu'alam bishawab

 
Top