Oleh : Novriyani, M.Pd.

(Praktisi Pendidikan)


“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku”, penggalan lagu hynme guru ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Dalam peringatan hari guru yang dilaksanakan setiap tanggal 25 November ini menjadi bukti bahwa sosok guru akan selalu dikenang oleh siapapun. Namun, peringatan ini hanya sekadar ceremonial yang diperingati setiap tahunnya dan tidak memberikan pengaruh dalam memperhatikan kesejahteraan bagi guru.

Masih banyaknya nasib guru yang tidak mendapatkan kesejahteraan, seperti halnya nasib guru honorer. Berdasarkan hasil survei IGI (Ikatan Guru Indonesia) terhadap 24.835 guru honorer tahun 2020 menunjukkan, lebih dari sepertiga responden guru (36,8%) mendapat gaji Rp250.000- Rp500.000. bahkan, masih ada 15,4% responden guru mendapatkan gaji kurang dari Rp250.000. (Kompas.com 24/11/2020)

Dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ini, guru honorer banyak menaruh harapan kepada pemerintah untuk mendapatkan kesejahteraan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyampaikan apresiasi dan janjinya dalam peringatan HGI lalu. Mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga rencana memperjuangkan para guru honorer. Selain itu, Nadiem juga berharap adanya pandemi corona ini bisa mengakselerasi penataan sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Nadiem Makarim adalah memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU). BSU ini dihadirkan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru non-PNS. (detiknews, 25/11/2020)

Berbagai masalah yang muncul di dunia pendidikan saat ini menjadi catatan buruknya sistem pendidikan dalam menangani pendidikan selama pandemi. Sehingga, hal ini tak kunjung memberikan solusi dalam penyelesaiannya. Hal ini nampak bahwa pemerintah hanya mementingkan jalannya suatu kebijakan tanpa melihat dampak dari kebijakan tersebut. Pemerintah hanya fokus dalam melahirkan generasi-generasi yang diorientasikan sebagai buruh murah yang menguntungkan dunia industri.

Berbagai persoalan juga kini dialami oleh guru honorer dengan penghasilan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kini persoalan tak hanya sebatas pada perjuangan perubahan status. Pandemi Covid-19 yang menyerang berbagai lapisan ekonomi masyarakat turut memberi dampak pada penghasilan sehari-hari. 

Selain itu, guru honorer yang memiliki beban mengajar sama dengan guru PNS tidak mendapat perlakuan yang sama dalam hal status dan gaji. Padahal, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak didiknya. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan kurang optimalnya guru dalam mengajar, sehingga guru yang mengajar pun hanya sekadar menggugurkan kewajibannya. 

Guru akan optimal dalam memberikan kualitas pendidikan anak didiknya, jika pemerintah memperhatikan kesejahteraan mereka dengan memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan yang hanya diperuntukan bagi segelintir guru, sehingga tidak semua guru merasakannya.

Sudah seharusnya pemerintah menjamin kesejahteraan hidup bagi guru. Guru harus mendapatkan perlakuan yang sama baik dalam hal status maupun gaji. Hal ini hanya mampu didapat dari sistem pendidikan yang berkualitas, yakni sistem pendidikan Islam. Dalam sistem pendidikan Islam, negara akan menyediakan dan menjamin segala sarana dan prasarana dalam menunjang pendidikan yang dibutuhkan oleh rakyatnya. 

Negara akan memberikan pelayanan gratis dalam seluruh fasilitas pendidikan seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, balai-balai penelitian, dan buku-buku pelajaran. Sehingga, meskipun dalam masa pandemi seperti ini negara pun tetap memberikan pelayanan dan jaminan baik untuk rakyatnya dengan selalu melakukan pengawasan dan evaluasi dalam setiap pembelajaran. 

Selain itu, guru-guru di dalam sistem pendidikan Islam adalah guru-guru yang memiliki kemampuan yang berkualitas dan berkepribadian Islam. Guru akan dijamin kebutuhannya oleh negara mulai gaji yang cukup, tempat tinggal yang memadai, kendaraan yang nyaman. Tidak hanya itu, setiap siswa pun menerima beasiswa dan dijamin kebutuhan kesehariannya oleh negara dengan gratis. Sehingga, akan lahirlah generasi-generasi cemerlang yang mampu menguasai peradaban Islam.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top