Papua Dalam Cengkraman Asing



Oleh: Analisa

Cengkraman Asing terhadap wilayah Papua sunguh menyayat hati, mulai dari emas sampai hutan sudah dikuasai oleh asing. Padahal Papua merupakan wilayah yang sangat indah dengan sejuta manfaatnya. Terbentang luas di darat dan laut menyimpan panorama keindahan alamnya, siapa saja yang melihatnya pasti terpesona.

Sungguh, karunia  luar biasa dari Allah Swt, yang telah menciptakan keindahan di negeri kita yang kaya sumber daya alamnya. Namun sangat disayangkan semua sirna bak di terjang banjir bandang. Semua hilang habis lenyap, yang tersisa hanya segelintir saja, kian kosong dan jauh dari harapan.

Padahal, masyarakat banyak bertumpu pada hutan karena menghasilkan sagu yang berlimpah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan menjadi mata pencaharian selama ini. Namun kini, masyarakat Papua harus menelan pil pahit kenyataan, bahwa mereka tidak lagi merasakan itu semua, karena hutan sagu telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit milik asing.

Kerakusan manusia yang tidak berlandaskan pada peraturan yang benar menjadikan mereka mendewakan nafsu belaka, demi kepentingan individu bahkan kelompoknya saja tanpa memperdulikan nasib rakyat dibawahnya.

Sistem yang kotor melahirkan kinerja manusia yang bertabiat buruk, curang, dan kehendak dirinya saja. Menghamba pada kebebasan dan berakhir pada kezaliman.

Tentu, ini tidak lain karena negara berlepas pada perannya, hingga kini kian abai dalam mengurusi rakyat. Perannya menjaga kelestarian hutan hilang dan mulai acuh, hanya demi kepentingan cukong Asing yang bagi mereka mampu meraup keuntungan besar, sehingga berlepas diri dari tanggung jawab. Bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda: “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Islam melarang para korporat untuk menjarah sumber daya alam dalam bentuk apapun. Tentu penjajahan ini sangat diharamkan oleh Allah Swt. Mengeksploitasi sumber daya alam tanpa pertimbanganan serta merusak alam merupakan berbuatan yang bukan berasal dari Islam.

Islam sangat menjaga lingkungan melindungi hutan menggunakan sumber daya alam untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan korporasi semata. Dengan ini Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sangat tegas dalam sabdanya yang artinya, “Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumput/hutan, air, dan api.” (HR. Abu Dawud). 

Solusi tuntas ialah dengan mengedepankan pengolahan sumber daya alam dan hutan kepada pihak yang berkompeten dan bertanggung jawab akan tugasnya, serta menindak tegas bagi pelaku yang ingin memiliki secara perorangan. Sumber daya alam digunakan sebagaimana mestinya demi tercapainya kesejahteraan dan keberlangsungan umat kearah yang lebih baik penuh dengan kebahagian.

Maka dari itu wajib bagi kita mengganti sistem yang buruk ini dengan sistem Islam yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammd Saw. Agar hutan terjaga, umat teriayah dan hutan terlindungi. Inilah sebagai bentuk takwa kita kepada Allah Swt.

Peradaban Islam telah memberikan tinta emas dalam perjalanan kehidupan manusia dalam berbagai aspek. Kemajuan ilmu pengetahuan hingga kesejahteraan masyarakat turut menjadi catatan gemilang ketika peradaban Islam tegak di muka bumi ini. Peradaban Islam tersebut adalah masa dimana Islam menjadi pedoman dalam segala lini kehidupan masyarakat dengan kesempurnaan aturan yang ada di dalamnya dan tegak dalam satu institusi politik berdasarkan pada syariah Islam.

Bukankah sudah selayaknya kita berjuang untuk menuju kondisi yang lebih baik? Saat kita membutuhkan sistem Islam dalam bingkai Khilafah yang akan melindungi segenap sumber daya alam yang ada untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan dan kesejahteraan umat.


Wallahu a'lam bishsawab.