Oleh : Umi Kulsum, M.Ag

Pengasuh Majelis Taklim dan Pengelola Yayasan Anak Yatim Yajamiu


Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan iman Islam dan kesehatan.


Pada momen hari guru kemarin kami ingin membahas tentang pahala memuliakan guru.


Guru adalah orang yang telah berjasa mendidik kita, memberi ilmu di antaranya kita diajari baca tulis, berhitung, mengaji dan akhlak yang baik.


Dalam Islam, guru mendapat tempat istimewa karena gurulah pahlawan tanpa tanda jasa.


Guru wajib kita hormati dan kita muliakan.


Sabda Rasul Saw:


“Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memuliakan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga.”


Dalam Al-Qur'an disebutkan keadaan luasnya surga.


Surga adalah satu tempat yang luasnya seluas langit dan bumi.

Surga itu disiapkan untuk orang-orang bertakwa. (Sebagaimana dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 133)


Dalam ayat lain disebutkan bahwa surga itu,


"Disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.” 

(TQS. al-Hadid: 21)


Al-Qur'an dan hadis menegaskan pentingnya kedudukan orang berilmu dalam Islam, bahkan balasannya adalah surga.


Maka sudah selayaknya seorang murid memuliakan guru sebagai sosok berilmu yang mengajarkan banyak pengetahuan.


Pentingnya kedudukan orang berlimu juga dipertegas dalam Al-Qur'an. 

Firman Allah Swt.:


“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

(TQS. az-Zumar:39)


Sahabat Ali bin Abi Thalib adalah orang yang paling taat kepada gurunya.


Ali adalah orang yang pernah disebut oleh Nabi saw. sebagai pintunya ilmu pengetahuan.


Nabi bersabda,


“Aku adalah ilmu, sementara Ali adalah pintu masuk ke dalam ilmu.”


Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa dirinya rela menjadi hamba bagi orang yang mengajarinya walau hanya satu huruf.


Guru adalah seseorang yang digugu dan ditiru.


Sejatinya orangtua kita adalah guru terhebat.


Ulama adalah guru.


Orang lain yang kita tidak kenal lalu menunjukkan satu kebaikan juga adalah guru. 


Bahkan Nabi saw. sendiri menempatkan dirinya sebagai sosok guru.


Sabda Rasul:


“Sungguh aku telah diutus oleh Allah Swt. sebagai seorang guru.” 

(HR. Ibnu Majah)


Maka beruntungah orang yang memuliakan guru karena akan memperoleh surga.


Hadis di atas mempertegas perbedaan kedudukan antara orang berilmu dan yang tidak berilmu.


 Firman Allah,


“Katakanlah, 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” 

(TQS. az-Zumar: 9) 


Ali bin Abi Thalib berkata,


“Barangsiapa mengajari aku satu huruf, maka baginya seribu dinar.”


Nabi saw. bersabda:


“Barangsipa yang mengajarkan satu ayat dari Kitab Allah kepada seseorang, maka orang itu menjadi hamba baginya.(harus mengabdi pada gurunya.” 

(HR. Thabrani)


Di antara sifat memuliakan guru adalah tidak melintas di hadapannya, tidak menduduki tempatnya, tidak memulai berbicara kecuali atas izinnya, tidak banyak bicara di sebelahnya, dan seorang murid hendaknya tidak mengetuk pintu rumahnya, tidak bertanya yang pernah ditanyakan. 


Seperti apapun hebatnya kita saat ini pastilah kita telah berutang budi kepada guru kita.


Cara untuk memuliakan guru di antaranya adalah mendoakannya.


Nabi saw. berpesan,


“Siapa yang memberikan kebaikan untukmu, maka balaslah. 

Jika kamu tidak mampu membalasnya, doakanlah ia hingga kamu yakin telah benar-benar membalasnya.” (HR. Abu Daud)


Mari doakan guru kita semua semoga Allah angkat derajatnya.

Semoga mereka diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah.


Berikut doa untuk guru:


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Artinya: “Ya Allah, ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang."


Semoga kita diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan dan rezeki yang luas dan berkah.


ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ


“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

 
Top