Oleh : Erni Herniati Waskita

Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah 


Islam adalah agama paripurna. Allah Swt. tak semata-mata menciptakan alam semesta, termasuk manusia di dalamnya, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Dengan memberikan petunjuk agar manusia selamat dunia akhirat. Sebagaimana yang telah dicontohkan dan telah di buktikan oleh Rasulullah saw. Bahwa kehidupan manusia itu diatur oleh aturan yang datangnya dari sisi Allah Swt., yaitu Al-Qur'an. Di dalamnya mengandung petunjuk dan pedoman untuk segala aktivitas kehidupan manusia. Maka terwujudlah aturan yang hakiki. 


Semua ini merupakan nikmat terbesar dari Allah Azza wa Jalla. Untuk semua umat yang menyempurnakan kehidupannya dengan menjalankan aturan agama Islam demi keselamatan dan kebahagiaan manusia itu   sendiri. Tanpa campur tangan aturan manusia. Itulah ajaran lslam yang dibawa oleh nabi penutup, nabi terakhir dari nabi-nabi sebelumnya. 


Islam adalah agama yang paripurna, maka hukumnya wajib bagi kaum mukminin untuk menjalankan syari'ah Islam secara kaffah. Dan inilah bukti dari imannya mereka kepada Allah. Ketika manusia berpaling dari ajaran Allah, sungguh mereka telah tersesat dengan kesesatan yang nyata. 


Begitupun dengan seorang penguasa. Andai mereka tidak menjalankan aturan atau membuat kebijakan yang baik dan benar menurut pandangan Allah, maka celakalah seluruh rakyat dan akan tergiringlah mereka ke lembah kebinasaan. 


Demikianlah yang akan terjadi pada manusia ketika Al-Qur'an diperolok-olokan maka hancurlah mereka. 


Ingatlah akan peringatan yang datang dari lisan Rasullulah saw. 


"Sungguh sumbu Islam itu senantiasa berputar. Karena itu berputarlah kalian bersama al-Kitab (Al-Qur'an)  sebagaimana dia berputar. Ingatlah Al-Qur'an dan kekuasaan akan berpisah. Karena itu janganlah kalian memisahkan diri dari Al-Qur'an. Ingatlah sungguh akan ada atas kalian para pemimpin yang memutuskan untuk diri mereka sendiri dengan putusan yang berbeda untuk kalian. Jika kalian menentang mereka, mereka akan membunuh kalian. Jika kalian menaati mereka, mereka akan menyesatkan kalian." (HR ath-Thabrani dan al Haitsami) 


Mari kita perhatikan sekarang, apakah aturan penguasa saat ini terpisah dengan Al-Qur'an? 

Jawabannya adalah jelas terpisah, demikian jauh dari Al-Qur'an. Sebagian dijalankan dan sebagian ditinggalkan. 

Mereka membuat aturan sendiri dan apabila ditawarkan aturan Al-Qur'an, mereka kerap menolaknya dengan keras. 


Padahal hukum yang mereka pilih di luar hukum Allah tentu merupakan hukum buatan manusia. Ia berasal dari pendapat Montesquieu, JJ Rouseau, juga hukum buatan penjajah. 


Di saat itu penguasa akan bertindak tidak adil. Mereka berdusta, kerap memberi janji-janji palsu dan tak sedikit yang berlaku buruk dengan bersenang-senang di atas penderitaan rakyat. 


Maka istiqamahlah untuk kaum yang beriman dalam menghadapi penguasa yang demikian. 


Sekalipun cacian, hinaan, fitnah datang terus-menerus kepada orang-orang yang beriman, tapi kita wajib tetap sabar dengan neningkatkan nilai-nilai ketakwaan. Tetap istiqamah berdakwah dalam menegakan agama Allah. 


Kita hanya diwajibkan sadar dan yakin akan salah satu janji-Nya,


"Allah telah mengutus seorang Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama dan cukuplah Allah sebagai saksi." (TQS. al-Fath [48]: 28)


Wallahu a'lam bi ash-shawwab.

 
Top